Vaksinasi Kota Padang Dibawah Angka Nasional, Mahyeldi: Jangan Layani Warga yang Belum Vaksin

Al Imran | Jumat, 08-10-2021 | 20:14 WIB | 59 klik | Kota Padang
<p>Vaksinasi Kota Padang Dibawah Angka Nasional, Mahyeldi: Jangan Layani Warga yang Belum Vaksin<p>

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi (kiri) didampingi Hendri Septa (Wako Padang) memberikan sejumlah arahan pada rapat percepatan Vaksinasi Covid19 di Kota Padang, di auditorium gubernur Sumbar, Kamis siang. (humas)

PADANG (7/10/2021) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi meminta Pemko Padang, berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkum HAM untuk meminta persetujuan atas kebijakan, layanan bisa diberikan pada masyarakat sepanjang telah mengikuti Vaksinasi Covid19.

"Bagi warga yang belum vaksin, sesuai persetujuan Kanwil Kemenkumham Sumbar, agar vaksin terlebih dulu baru bisa dilayani," tukas Mahyeldi saat memimpin rapat percepatan Vaksinasi Covid19 di Kota Padang, di auditorium gubernur Sumbar, Kamis siang.

Selain itu, Mahyeldi menyarankan Pemko Padang, untuk memastikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) telah divaksin.


"Semua ASN harus dipastikan tervaksin, sebagai contoh bagi masyarakat. Jika ada yang tidak mau, jangan ragu berikan sanksi tegas," beber Mahyeldi yang juga mantan wali kota Padang itu.

Di kesempatan itu, Mahyeldi memohon pada warga Sumbar khususnya warga Kota Padang yang belum vaksin, agar segera memvaksinkan diri. Karena, hal itu untuk keselamatan bersama dan menjaga daerah ini dari penyebaran Covid19.

"Dengan capaian vaksinasi yang masih rendah, menyebabkan Kota Padang belum juga turun status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Ini sudah lebih dari dua bulan," terang Mahyeldi.

Mahyeldi menyampaikan, Kota Padang melalui Dinas Kesehatan, bersinergi dengan semua pihak terkait upaya peningkatan capaian vaksinasi ini.

"Di antaranya baik dengan perguruan tinggi yang ada di Kota Padang melalui vaksinasi massal bagi seluruh mahasiswa dan civitas akademika kampus. Semoga, bisa mencapai 3.000 sampai 6.000 orang yang divaksin dari sektor perguruan tinggi saja," harapnya.

Kemudian, kata Mahyeldi, begitu juga dengan rumah sakit-rumah sakit yang ada di Padang, Pemko Padang harus menjalin kerjasama yang lebih intens terkait vaksinasi.

Rapat ini selain diikuti Wali Kota Padang, Hendri Septa dan jajaran, juga dihadiri Kakanwil Kemenkumham Sumbar, R Andika Dwi Prasetya, Arry Yuswandi (Kepala Dinas Kesehatan Sumbar) serta Besri Rahmad (Kadis Capil Sumbar) dan juga Prof Dr Martin Kustati (Rektor UIN Imam Bonjol).

Juga hadir perwakilan dari Kanwil Kemenag Sumbar, Poltekes Padang, YPTK Padang dan perwakilan perguruan tinggi lainnya.

Diketahui, capaian vaksinasi di Kota Padang masih rendah, sekitar 38% dari populasi. Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 48 Tahun 2021, Padang bersama lima kota lainnya di luar Pulau Jawa dan Bali, diperpanjang penerapan PPKM Level 4 meski angka kasus Covid19 per harinya sudah jauh melandai.

Perpanjangan masa PPKM level 4 ini berlaku mulai tanggal 5 sampai 18 Oktober 2021.

Vaksin Padang Meningkat, Sumbar Terangkat

Sementara, Wali Kota Padang, Hendri Septa mengatakan, menyambut baik dukungan gubernur Sumbar dan jajaran, yang turut memberikan dukungan dalam percepatan cakupan vaksinasi di ibu kota provinsi Sumatera Barat ini.

"Jika cakupan vaksinasi di Padang meningkat, maka bagi Sumbar tentu juga meningkat. Insya Allah dengan adanya dukungan langsung dari Pemprov Sumbar melalui bapak gubernur Sumbar, kita optimistis target vaksinasi Covid19 di Kota Padang dapat kita capai," tukas Hendri.

Dikatakan, capaian vaksinasi di Kota Padang, saat ini sudah menyentuh angka 40 persen. Tinggal 5 persen lagi yang mesti dikejar, barulah bisa turun dari level 4 ke level 3.

"Kita menargetkan sebanyak 726 ribu orang warga sudah divaksin, hingga akhir tahun nanti. Dengan jumlah itu, berarti kita sudah bisa mencapai kekebalan kelompok sesuai harapan," imbuhnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar