Kukuhkan 23 Anggota, AJI Padang: Sejarah dan Amunisi Baru

Al Imran | Minggu, 10-10-2021 | 20:46 WIB | 49 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Kukuhkan 23 Anggota, AJI Padang: Sejarah dan Amunisi Baru<p>

Ketua AJI Padang, Aidil Ichlas (duduk, tengah) foto bersama dengan anggota baru AJI Padang yang dikukuhkan di kawasan perkemahan Sungai Lareh, Padang dengan protokol kesehatan Covid19, Sabtu malam. (istimewa)

PADANG (10/10/2021) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang mencatatkan sejarah baru dengan bergabungnya 23 jurnalis dari berbagai media sebagai anggota. Tambahan "amunisi" baru itu akan memperkuat perjuangan dalam memperjuangkan Tripanji AJI, terutama di Sumatera Barat.

Ketua AJI Padang, Aidil Ichlas menyampaikan, 23 orang anggota baru itu telah melewati proses seleksi selama tiga bulan. Menurutnya, jumlah itu tercatat sebagai yang terbanyak sejak AJI Padang berdiri pada 2004.

Aidil menyebut, hal itu menunjukkan bahwa AJI merupakan wadah organisasi profesi yang masih menjadi pilihan bagi para jurnalis.


"Satu hal penting dari penerimaan tahun ini, AJI Padang memiliki kekuatan baru dalam memperjuangkan Tripanji AJI yaitu kemerdekaan pers, profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis," ujar Aidil dalam pernyataan tertulis yang diterima, Ahad.

Ke-23 anggota baru AJI tersebut, dikukuhkan pada Sabtu malam, di kawasan perkemahan Sungai Lareh, Padang dengan protokol kesehatan Covid19. Pengukuhan dipimpin langsung Ketua AJI Padang, didampingi Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi AJI Indonesia, Hendra Makmur beserta senior dan Pengurus AJI Padang.

Anggota baru AJI tersebut berasal dari sejumlah media di Sumbar maupun yang berbasis di Jakarta. Aidil berharap, gerakan AJI bisa lebih berpengaruh. Bukan hanya terkait nilai-nilai Tripanji AJI, tapi juga menyangkut kepentingan publik di Sumbar.

"Kita bisa usung liputan kolaboratif, untuk mengangkat isu-isu yang krusial. Karena AJI punya anggota baru dari media lokal maupun nasional yang lebih banyak," katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi AJI Indonesia, Hendra Makmur. Dia berpesan, anggota AJI Padang bisa jadi pelopor kemerdekaan pers, terutama di daerah-daerah serta memperjuangkan profesionalisme dan kesejahteraan jurnalis.

"AJI adalah organisasi yang vokal dalam mengadvokasi kasus-kasus seperti kekerasan terhadap jurnalis, atau pembungkaman terhadap media," ujar salah satu pendiri AJI Padang ini.

Hendra menambahkan, dengan bergabungnya 23 anggota baru tersebut juga akan mendongkrak program-program yang telah dirancang AJI, seperti peningkatan kapasitas jurnalis di Sumbar, serta dalam mengkampanyekan literasi media.

Aktualisasi Kemampuan

Salah seorang anggota baru AJI Padang, Yola Sastra dari Harian Kompas menyampaikan, sebagai jurnalis sangat penting untuk bergabung dalam organisasi profesi, seperti AJI. Sebab, akan berperan besar dalam membantu aktualisasi kemampuan, apalagi AJI punya banyak jurnalis berpengalaman.

"Sebagai anggota baru tentu kami juga ingin berkontribusi untuk AJI, terutama dalam memperjuangkan Tripanji AJI," ujarnya.

Sementara itu, anggota baru AJI Padang lainnya, Novia Harlina dari Liputan6.com menyampaikan, dengan bergabung dengan AJI ia bisa ikut memperjuangkan isu perlindungan jurnalis perempuan, karena masih rentan kekerasan ataupun ancaman seksual baik secara verbal atau fisik.

"Menurut saya, AJI bisa jadi pelopor dalam membuat regulasi terkait perlindungan jurnalis perempuan," ujarnya.

Anggota baru AJI Padang tersebut berasal dari jurnalis yang bertugas di sejumlah daerah seperti, Mentawai, Pesisir Selatan, Bukitinggi, Payakumbuh dan Padang. Selain itu juga dari berasal berbagai platform mulai dari media online, cetak hingga televisi. (vry/rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar