PWNU Sumbar Tingkatkan Kapasitas Warga Nahdliyin

Peserta MKNU Pasaman Barat Melebihi Perkiraan

Al Imran | Minggu, 10-10-2021 | 21:26 WIB | 179 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Peserta MKNU Pasaman Barat Melebihi Perkiraan<p>

Ketua PWNU Sumatera Barat, Prof Ganefri usai memberikan sambutan pada kegiatan Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) PWNU Sumatera Barat yang diselenggarakan di aula STAI Yaptip, Simpang Ampek, Pasaman Barat, Ahad dinihari. (istimewa)

PASAMAN BARAT (10/10/2021) - Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) merupakan upaya peningkatan kapasitas warga dan simpatisan Nahdlatul Ulama di Sumatera Barat. Dengan ikut MKNU, akan semakin lebih baik memahami organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.

Demikian diungkapkan Ketua PWNU Sumatera Barat, Prof Ganefri, dihadapan peserta Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) PWNU Sumatera Barat yang diselenggarakan di aula STAI Yaptip, Simpang Ampek, Pasaman Barat, Ahad dinihari.

"Pelaksanaan MKNU di Pasaman Barat ini, merupakan gairah dan semangat dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pasaman Barat dalam mengembangkan NU yang lebih terarah, tersistematis dan terprogram," nilai Prof Ganefri saat memberikan sambutan.


Diharapkannya, gairah untuk melaksanakan MKNU ini, diikuti seluruh cabang NU di kabupaten/kota di Sumatera Barat. Hal ini akan jika dilaksanakan, merupakan bentuk dari kebanggaan menjadi warga nahdliyin.

"MKNU ini merupakan sebuah program kewajiban warga NU agar lebih mengenal NU secara lebih tepat," kata Prof Ganefri yang juga Rektor Universitas Negeri Padang ini.

Dikatakan Ganefri, fikrah atau pemikiran yang dikembangkan NU, penuh dengan nilai-nilai toleran, keseimbangan dan moderat di tengah kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama. NU menyadari bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki berbagai perbedaan, namun tetap satu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Ganefri, di Sumbar dulunya juga sudah banyak paham yang beragam. Ada yang paham kekiri, ada yang ke kanan, ada juga yang moderat. Tokoh-tokoh dari Sumatera Barat seperti Agus Salim, Sutan Syahrir, Tan Malaka, Bung Hatta, Muhammad Yamin dan sebagainya itu juga memiliki pandangan yang berbeda.

Namun, dalam pandangan kenegaraan terhadap Indonesia, mereka tetap satu menginginkan Indonesia merdeka dari penjajahan bangsa asing. Mereka juga tidak mau menonjolkan politik identitas, karena mereka menyadari bahwa Indonesia itu beragam.

Ganefri didampingi jajaran pengurus PWNU Sumatera Barat antara lain Wakil Ketua, Azwandi Rahman, Wakil Sekretaris, Agustian Piliang, Ketua PCNU Pasaman Barat, Syawal Syuro.

MKNU ini dibuka Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Dr Ulil Abshar Hadrawi, Jumat (8/10/2021).

Peserta Melebihi Perkiraan

Kepala MKNU PWNU Sumbar, Armaidi Tanjung menyampaikan, pelaksanaan MKNU di STAI Yaptip Pasaman Barat yang berlangsung Jumat hingga Ahad (8-10/10/2021). Kegiatan ini diikuti 110 peserta yang berasal dari Kabupaten Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Sijunjung, Kota Bukittinggi dan Kota Padang.

"MKNU ini merupakan angkatan ke-319 yang dilaksanakan PBNU. Sedangkan bagi Tim MKNU PWNU Sumatera Barat merupakan yang ketiga kalinya," ungkap Armaidi.

Sebelumnya, MKNU pertama diadakan di Bukititnggi pada Juni 2021. Kemudian, MKNU Eksekutif PWNU Sumatera Barat pada 28-30 Agustus 2021 di Hotel UNP Padang.

"Alhamdulillah, pelaksanaan MKNU yang ketiga ini semula hanya ditargetkan 60 orang. Ternyata peserta melebihi target, karena cukup tingginya semangat untuk mengikuti MKNU agar lebih memahami NU secara benar dan dari sumber yang valid," kata Armaidi Tanjung. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar