Tanam 10 Pohon Setara Pembuatan 1 EE, Henny: Larutan Sejuta Manfaat untuk Merawat Bumi

Al Imran | Sabtu, 16-10-2021 | 19:19 WIB | 198 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Tanam 10 Pohon Setara Pembuatan 1 EE, Henny: Larutan Sejuta Manfaat untuk Merawat Bumi<p>

Seorang siswa SMPN 1 Siberut, memperlihatkan hasil fermentasi sampah organik dengan menggunakan teknologi Eco Enzym saat pengabdian masyarakat dosen FMIP Unand di Mentawai. (istimewa)

MENTAWAI (16/10/2021) - Jurusan Biologi dan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas, sosialisasikan upaya pengolahan sampah organik yang berasal dari rumah (dapur-red). Jika biasanya kulit atau sisa buah dan sayur yang tak terpakai terbuang, kini diubah jadi larutan hasil fermentasi, Eco_Enzyme (EE).

"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertemakan "Berkreasi dengan Sains" pada siswa di Desa Muaro Siberut dan Desa Mailepet," ungkap Dosen Pengabdi PKM Unand, Dr Henny Herwina.

Dikatakan Henny, larutan EE yang bahan organiknya banyak berasal dari sampah dapur ini, memiliki aneka manfaat luar biasa. Antara lain, mengobati kulit yang terkena gigitan serangga, sebagai pupuk yang menyuburkan tanah, pengendali hama, sebagai larutan pembersih udara (air freshner) atau pembersih air dari pencemaran.


Juga dapat digunakan sangat efektif dalam mencuci piring, pakaian, pembersih dapur dan pembersih toilet. "EE dapat dimanfaatkan jadi hand sanitizer alami bahkan untuk perawatan tubuh melalui perendaman kaki yang akan memperlancar aliran darah, mencegah insomnia dan meningkatkan kualitas tidur," ungkap Henny yang melakukan pengabdian pada 14 Oktober 2021 di Siberut Selatan.

Menurut dia, proses pembuatan EE dapat dilakukan siapapun, dengan cara sangat sederhana. Yaitu menggabungkan gula merah/molase (1 bagian) dangan bahan organik dari sisa buah/sayur (3 bagian) dengan 10 bagian air pada sebuah wadah plastik.

Kemudian, semua bahan itu dibiarkan mengalami proses fermentasi yang terjadi selama 3 bulan hingga larutan tersebut bisa dipanen. EE "dipanen dengan menyaringnya lalu menyimpan pada wadah bertutup. Selanjutnya, EE siap dimanfaatkan untuk berbagai keperluan," terangnya.

Penggunaan larutan EE, terang dia, dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Proses pembuatannya sendiri menghasilkan O3 yang memperkaya Ozon, sehingga bumi terlindung dari kerusakan akibat sinar matahari langsung.

"Satu kali proses pembuatan EE, setara dengan melakukan penghijauan bagi keselamatan bumi dengan menanam 10 pohon," urai Henny memaparkan keistimewaan lain dari EE yang telah diteliti Dr Rasukoon Poompanvon, Pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand.

Sementara, Ketua Pelaksana PKM FMIPA Unand, Dr Putra Santoso mengapresiasi siswa SMP Negeri 1 Siberut maupun siswa SMA 1 Siberut yang jadi lokasi pengabdian. Menurutnya, siswa di kedua sekolah itu sangat komunikatif dan bisa berinteraksi dengan dosen pengabdi secara baik.

"Ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan dan pendapat yang mereka sampaikan secara inteaktif," jelas Putra Santoso.

Berkelanjutan

Ketua Jurusan Biologi FMIPA Unand, Dr Wilson Novarion mengungkapkan, PKM FMIPA Unand ini akan berkelanjutan dan bersifat kemitraan, dengan masyarakat dan pemerintah Mentawai.

"Soal kemitraan ini telah didiskusikan saat pengabdian masyarakat yang dihadiri PKK, pimpinan dari 5 dusun di Desa Mailepet, Kepala Desa Mailepet, Alexius dan Camat Siberut Selatan," ungkap Wilson.

Selama pembuatan EE, Kepala SMPN 1 Siberut, Elmelda Pasaribu maupun Kepala SMAN 1 Siberut, Kristiani ikut terjun langsung selama proses pemaparan materi pengabdian dan praktek langsung pembuatan EE oleh siswa.

Selain itu, keduanya juga telah sama- telah mencoba membuat EE dikediaman masing-masing. Mereka juga telah mulai menyosialisasikan pada beberapa guru, sehingga merasa sangat aprsiatif saat PKM ini siswapun diajarkan mengenal EE yang sangat banyak manfaatnya, meskipun awalnya hanya merupakan sampah yang tak berharga.

Selain Dosen Biologi, Henny merupakan salah seorang Founder EduEE, komunitas penggiat EE di Universitas Andalas dan Anggota komunitas EE Nusantara yang di Sumatara Barat yang dikoordinatori Syaifuddin Islami.

Bersama Henny Herwina juga didampingi rekannya antara lain, Dr Nurmiati (Pakar Mikrobiologi), Dr Mairawita (Pakar Anggrek), Dr Zozy Aneloi Noli (Pakar Fisiologi Tumbuhan), Dr Muhammad Idris (Pakar Rekayasa Tanaman).

Kemudian, Muhammad M Janra (Pakar Capung dan Burung), Dr Iman Taufiq dan Ardian Saputra (pakar Fisika Magnet dan Listrik), Prof Tati Subahar dari ITB beserta beberapa dosen dan mahasiswa Unand serta ITB. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar