Pemkab Solok Selatan Gandeng Akademisi Unand Kokohkan 9 Nagari Tageh

Al Imran | Minggu, 17-10-2021 | 21:27 WIB | 27 klik | Kab. Solok Selatan
<p>Pemkab Solok Selatan Gandeng Akademisi Unand Kokohkan 9 Nagari Tageh<p>

Bupati Solok Selatan, Khairunas bersama Staf Ahli Kemenkes, Dr dr Andani Eka Putra dan pejabat terkait, saat Sosialisasi Nagari Tageh di Aula Sarantau Sasurambi, Sabtu. (humas)

SOLOK SELATAN (16/10/2021) - Setelah melakukan MoU dengan Universitas Andalas untuk kerjasama mengembangkan program Nagari Tageh, kini Pemkab Solok Selatan menindaklanjutinya dengan sosialisasi pada wali nagari, camat dan pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan Sosialisasi Nagari Tageh berlangsung di Aula Sarantau Sasurambi, Sabtu. Kesembilan nagari itu antara lain Pakan Rabaa Tengah, Sako Pasia Talang, Kapau Alam Pauh Duo, Lubuk Gadang Selatan, Padang Air Dingin, Sungai Kunyit, dan Abai. Dua nagari yang bertambah kemudian yaitu Pauh Duo Nan Batigo, dan Pakan Rabaa Utara.

"Kesembilan nagari tersebut akan jadi percontohan bagi nagari lain. Ini tak sekadar persoalan kesehatan saja, namun juga 'tageh' dalam hal ekonomi, sosial budaya, pendidikan, dalam upaya ini kita libatkan unand sebagai konseptor sekaligus pelaksananya," pungkas Bupati Solok Selatan, Khairunas.


Selain itu, kata dia, adanya Nagari Tageh diharapkan dapat membantu percepatan program vaksinasi. Nagari Tageh berarti nagari yang tangguh dan tahan banting, yakni nagari yang mampu beradaptasi dalam segala situasi terutama pandemi Covid-19 yang saat ini melanda, serta mampu pulih dengan segera dari dampak bencana.

Sejalan dengan hal tersebut, Tenaga Ahli Menkes, Dr dr Andani Eka Putra mengatakan, pekerjaan rumah mendorong warga untuk vaksin merupakan fungsi jangka pendek Nagari Tageh, untuk jangka panjang, tujuannya 'tageh' dalam semua hal.

"Kita geser sedikit konsep tageh jadi tageh untuk semua hal. Semua permasalahan kesehatan, baik itu vaksin, stunting dan sebagainya," terang Andani.

Menurutnya, kalaupun angka kasus Covid terus menurun, maka posko-posko ketahanan di nagari harus tetap dihidupkan, sebab upaya menjadi tageh ini mesti berkelanjutan.

"Nagari harus komitmen mensikronkan ketahanan ekonomi dengan ketahanan kesehatan dalam satu bendera nagari tageh," ungkapnya. (dky)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar