Tim Pengabdian Masyarakat Unand Ajak Pengrajin Kulit Buka Wawasan ke ISI Padang Panjang

Al Imran | Selasa, 19-10-2021 | 17:07 WIB | 83 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Tim Pengabdian Masyarakat Unand Ajak Pengrajin Kulit Buka Wawasan ke ISI Padang Panjang<p>

Kaprodi Desain Produk Fakultas Seni Murni ISI Padang Panjang, Kendall Malik memberikan perspektif tentang pentingnya melakukan defenisi ulang terhadap sebuah produk sebelum melakukan inovasi pada kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas, Senin. (istimewa)

PADANG PANJANG (18/10/2021) - Ketua Program Studi (Kaprodi) Desain Produk pada Fakultas Seni Murni ISI Padang Panjang, Kendall Malik menegaskan, perlu sebuah ide yang bersifat umum dalam mengembangkan sebuah produk.

Sebagai contoh, pengrajin yang akan fokus dalam membuat dompet. Menurut Kendall, kata dompet memiliki makna yang sangat spesifik, sehingga berpotensi menghambat kreativitas. Agar tercipta ruang kreativitas, Kendall menyarankan untuk lebih dulu mendefenisikan ulang makna dompet, jadi tempat menyimpan.

"Ketika kita menggunakan kata tempat penyimpanan, maka dengan sendirinya akan memicu kita untuk terus berinovasi. Setelah membuat yang lain setelah membuat dompet, akan membuat tempat penyimpanan yang lain," ungkap Kendall saat berdialog dengan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas yang diketuai Dr Susiana, Senin.


Bersama anggota tim, Bahren, Susiana juga mengajak pengrajinan kulit Ladika Padang Panjang, Eri dalam pengabdian masyarakat dengan mengangkat tema "Pengaruh Inovasi, Orientasi Belajar, Orientasi Pasar dan Dukungan Pemerintah Terhadap Kinerja Bisnis Industri Kerajinan Kulit Ladika."

Sementara, Kaprodi Desain Mode Fakultas Seni Murni ISI Padang Panjang, Dini Yanuarmi memaparkan materi yang berkaitan dengan inovasi, orientasi belajar dan orientasi pasar dari sudut padang desain produk dan desain mode.

"Selain membuat sebuah ide yang bersifat umum, saat ini juga diperlukan pengetahuan tentang model-model yang terbaru berkaitan dengan selera masyarakat saat ini," ungkap Dini dalam dialog yang dilangsungkan di Bengkel Kriya Kulit ISI Padang Panjang.

Belajar Langsung

Usai dialog, Susiana didampingi Bahren mengungkapkan, kegiatan ini adalah upaya meningkatkan inovasi dengan melakukan orientasi belajar secara langsung ke akademisi terkait sesuai spesifikasi produk.

Setelah mendapatkan pengetahuan dan informasi yang terbaru dalam pengembangan model dan inovasi produk berbahan dasar kulit, Eri sebagai ketua rombongan pengrajin yang jadi IKM mitra dalam kegiatan pengabdian ini, menyepakati untuk membuat inovasi lain selain pembuatan sepatu dan sendal.

Rencananya, dalam waktu dekat menyiapkan berbagai inovasi dan produk untuk persiapan MTQ nasional yang akan digelar di Padang Panjang. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar