Bank Nagari Cabang Padang Gandeng Pedagang Kaki Lima Kenalkan Program Marandang

Al Imran | Sabtu, 23-10-2021 | 18:50 WIB | 29 klik | Kota Padang
<p>Bank Nagari Cabang Padang Gandeng Pedagang Kaki Lima Kenalkan Program Marandang<p>

Wako Padang, Hendri Septa menyerahkan kode QRIS pada pedagang Pasar Raya Padang, saat peluncuran program Mengatasi Rentenir di Ranah Minang (Marandang) dari Bank Nagari, Jumat. (humas)

PADANG (22/10/2021) - Wali Kota Padang, Hendri Septa mengungkapkan, pemerintah hadir bersama Bank Nagari untuk memberikan kemudahan berupa bunga yang serendah-rendahnya pada pelaku usaha dengan maksimal pinjaman Rp10 juta.

Terobosan baru ini dinamai Mengatasi Rentenir di Ranah Minang (Marandang). Program ini diharapkan bisa mengatasi jerat rentenir pada pedagang di Kota Padang.

"Alhamdulillah, ini suatu usaha yang memberikan langkah baik, agar pelaku usaha kita tidak terbebankan lagi dengan meminjam uang pada rentenir," ungkap Hendri Septa usai peluncuran di Lantai II Komplek Padang Theater, Pasar Raya Padang, Jumat pagi.


Program Marandang ini diinisasi Bank Nagari menggandeng Keluarga Besar Pedagang Kaki Lima (KBPKL) Kota Padang dan didukung Dinas Perdagangan.

Disela peluncuran Marandang ini, juga dilakukan penandatangan MoU Co-Branding dengan KBPKL Kota Padang dan penyerahan QRIS bagi pedagang UMKM di Pasar Raya.

Dikatakan Hendri, program baru Bank Nagari ini akan mampu menggantikan peran rentenir yang kerap menaruh syarat tidak wajar, saat meminjamkan uangnya.

"Selain Marandang, kita juga luncurkan QRIS. Dengan adanya sistem digitalisasi ini, pedagang bisa terbantu dan terjauh dari peredaran uang palsu. Semua transaksi jual beli pun jadi serba simpel dan memudahkan," tambah Hendri Septa.

Pandemi Covid19, nilai Hendri, setidaknya telah banyak menyebabkan pedagang gulung tikar. Karena, kekurangan modal dan akhirnya meminjam pada rentenir untuk menambah modal.

Kondisi tersebut, menurut dia, sungguh memprihatinkan karena modal belum kembali namun harus memikirkan bagaimana mengembalikan pinjaman ke rentenir.

"Mari kita bersyukur dan berbangga, Bank Nagari memberikan solusi bagi pedagang di Padang dalam melawan rentenir melalui program kredit Marandang dengan proses mudah, cepat dan tanpa agunan," tukasnya.

Banyak Keunggulan

Pimpinan Bank Nagari Cabang Pasar Raya, Syafrizal mengatakan, program Marandang ini tidak hanya dinikmati pedagang di Pasar Raya. Melainkan, seluruh PKL yang ada di ibu kota provinsi Sumatera Barat ini.

"PKL akan kami data dulu. setelah itu, PKL yang layak akan dibantu untuk mendapatkan kredit Marandang ini," ucap Syafrizal.

Pada peluncuran ini, secara simbolis diserahkan kredit Marandang pada 5 pedagang di Pasar Raya.

Keunggulan kredit Marandang, ungkap Syafrizal, yaitu tidak ada agunan, bunga rendah yakni 6 persen dan bisa auto debet dari rekening yang diberikan Bank Nagari. Jangka waktu sampai dengan 36 bulan dengan proses cepat dan mudah.

Dikatakan, kerjasama dengan KBPKL ini dalam rangka penyaluran KUR Super Mikro kredit Marandang dari Bank Nagari. Selain itu, semua PKL akan terdata, ditandai dengan buku tabungan dan kartu anggota berupa co-branding.

Sedangkan penyerahan QRIS yakni berupa pemberian barcode pada setiap pedagang, sehingga seluruh transaksi jual beli dilakukan dengan non tunai lewat QRIS yang ada di HP.

"Hal ini berguna untuk menghindari peredaran uang palsu dan mempermudah pedagang yang kesulitan dalam pengembalian uang pecahan pada pembeli," ujar Syafrizal.

Pada peluncuran ini, juga hadir Direktur Utama PT Bank Nagari, Muhammad Irsyad, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Dadang Arif Kusuma, Kepala OJK Sumbar, Yusri.

Selain itu, juga hadir Ketua KBPKL Padang, Idman, para Kepala Divisi di lingkungan Bank Nagari, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Andree Algamar serta Camat Padang Barat, Eri Sendjaya dan unsur terkait lainnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar