Warga RT 07 Keluhkan Sampah Kiriman dari Irigasi Teknis di Hamparan Sawah Surau Gadang ke Wali Kota

Al Imran | Sabtu, 23-10-2021 | 19:16 WIB | 226 klik | Kota Padang
<p>Warga RT 07 Keluhkan Sampah Kiriman dari Irigasi Teknis di Hamparan Sawah Surau Gadang ke Wali Kota<p>

Wako Padang, Hendri Septa menerima penjelasan dari Bhabinkamtibmas Nanggalo, Hendri Hartono usai pelaksanaan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) Wali Kota Padang di Masjid Al Hidayah, Kecamatan Nanggalo. (istimewa)

PADANG (22/10/2021) - Warga RT 07/RW 1, Wirzal Hidayat mengeluhkan sampah kiriman dari saluran buang irigasi teknis yang berakhir di komplek perumahan tempatnya bermukim.

Setiap kali air irigasi dialirkan petani ke sawah sekitar pemukiman yang berada di hamparan persawahan terluas di Kota Padang itu, air langsung meluap kejalan. Karena, selain debit air yang besar, juga dipicu ikut terangkutnya aneka sampah yang dibuang warga di hulu ke dalam sungai.

"Hujan maupun tak hujan, kalau petani sudah mengalirkan air, maka komplek kami pasti 'terendam.' Karena, saluran drainase tersumbat oleh sampah kiriman," ungkap Wirzal saat berdialog dengan Wako Padang, Hendri Septa di Masjid Al Hidayah, Belakang Pasar Nanggalo, Padang.


Momen dialog itu merupakan rangkaian kegiatan Jumat Keliling (Jumling) Wali Kota Padang di Kecamatan Nanggalo. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jumat Berkah sekaligus Berkantor di Kecamatan yang dilakukan setiap akhir pekan.

Ini dilakukan pemimpin Kota Padang tersebut, guna mendekatkan diri sekaligus mendengarkansecara langsung aspirasi masyarakat yang ia pimpin. Di samping menyerap aspirasi, ia juga bertindak sebagai khatib atau mengimami shalat Jumat.

Usai shalat Jumat, Hendri kerap menggelar dialog terbuka sembari menyerap aspirasi jamaah/warga. Ia berharap, dengan menjemput aspirasi tersebut pembangunan di Kota Padang bisa merata dan berlangsung dengan baik. Sejumlah kepala OPD terkait dilingkup Pemko Padang, komplit hadir mendampingi.

Dikadukan Wirzal, sampah kiriman yang dibawa dari saluran irigasi teknis itu ke kawasan pemukiman warga mulai dari pempers balita, plastik, batang pisang hingga bangkai ayam. Segala macam sampah yang ada di tempat pembuangan sampah, mengalir dari salurah irigasi ini. Hampir tiap minggu, terangnya, warga goro besar-besaran bersihkan sampah yang jumlahnya luar biasa itu.

"Karena sampah kiriman sangat banyak, membuat drainase tersumbat. Parahnya, saluran pembuangan ke aliran Batang Kuranji, tak berfungsi optimal lagi. Karena, saluran irigasi telah tertimbun dengan munculnya pemukiman baru penduduk," ujar Wirzal.

Anggota DPRD'Padang, Faisal Nasir yang juga hadir dalam kesempatan itu, membenarkan keluhan Wirzal. Menurutnya, dia telah beberapa kali mengalokasikan dana aspirasi ke kawasan ini mengatasi banjir dan pembuatan saluran pembuangan air. Tapi, belum ada titik temu.

"Tidak saja banjir di perumahan pak wali, beberapa petak sawah masyarakat juga terimbas karena tertimbun sampah yang akhirnya berdampak pada produksi. Persoalan ini harus bersama-sama ditangani secara serius dengan melibatkan berbagai instansi," terang Faisal yang juga putra asli Surau Gadang.

Sosialisasikan Prokes

Dikesempatan itu, Hendri juga menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan Covid19 dan menyukseskan program vaksinasi dalam rangka menekan dan mengendalikan penyebaran virus corona itu khususnya di Nanggalo.

"Alhamdulillah, pusat telah menetapkan Padang dengan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 dalam penanganan pandemi Covid19," terangnya.

Menyikapi turun status itu, telah dikeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 400.1052/BPBD-Pdg/X/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 Pencegahan Pandemi Covid-19. Dalam Surat Edaran ini, Pemerintah Kota Padang menetapkan PPKM Level 2 mulai 18 Oktober hingga 8 November 2021.

Beberapa aturan yang harus ditaati dan dipatuhi oleh warga Kota Padang dalam penerapan PPKM Level 2 diantaranya; Pelaksanaan kegiatan belajar disekolah dengan maksimal kapasitas 50 persen kecuali untuk Sekolah Dasar Luar Biasa (SLB) sederajat maksimal 62 persen sampai dengan 100 persen dengan jarak minimal 1,5 meter.

Kemudian, untuk pelaksanaan perkantoran, untuk wilayah yang berada di zona hijau, kuning dan oranye pembatasan dilakukan dengan menerapkan Work From Home (WFH) 50 persen dan WFO 50 persen. Kemudian untuk wilayah zona merah 75 persen berbanding 25 persen.

"Sejak 26 Juli 2021 lalu Kota Padang diminta oleh Pemerintah Pusat menerapkan PPKM Level 4. Hampir tiga bulan Kota Padang dalam masa penerapan PPKM Level 4," ujarnya.

Hendri terus mengingatkan warga, untuk terus mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid19, agar terhindar dari penyebaran Covid19. Selain itu juga terus mengajak warga Kota Padang untuk ikut vaksinasi Covid19 supaya Kota Padang lepas dari PPKM.

Aspirasi lainnya yang diterima Hendri Septa, rata-rata terkait kepentingan bersama. Mulai dari pengecoran jalan, perbaikan drainase, kebutuhan listrik, ketersediaan air bersih serta berbagai kebutuhan dan harapan lainnya. Selain itu, juga ada yang menyampaikan harapan agar pembelajaran tatap muka (PTM) terus dilakukan.

Ditindaklanjuti

Setelah menampung aspirasi, Hendri Septa mengungkapkan, dirinya bersama jajaran, akan menindaklanjuti semua aspirasi warga yang diterima dikesempatan itu.

"Kita akan terus berusaha menjadikan Pemerintah Kota Padang sebagai pemerintah yang melayani masyarakatnya dengan baik dan sepenuh hati. Insya Allah, mudah-mudahan semua masyarakat Kota Padang bisa terayomi dengan baik," pungkasnya.

Di akhir kegiatan, Hendri menyerahkan bantuan hibah Pemko Padang sebesar Rp10 juta untuk Masjid Al Hidayah Belakang Pasar Nanggalo yang diterima pengurus masjid. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar