Padang Masuki Tahap Wawancara untuk Terima Anugerah Tangguh Adhiwirasana

Al Imran | Rabu, 27-10-2021 | 17:46 WIB | 14 klik | Kota Padang
<p>Padang Masuki Tahap Wawancara untuk Terima Anugerah Tangguh Adhiwirasana<p>

Wako Padang, Hendri Septa didampingi Barlius (kepala BPBD), Amrizal (Kabag Prokopim) dan lainnya, mengikuti Sosialisasi Teknis bersama 30 penerima Anugerah Tangguh Adhiwirasana dengan Tim Juri secara virtual, Rabu (27/10/2021). (humas)

PADANG (27/10/2021) - Kota Padang jadi nominator penerima Anugerah Tangguh Adhiwirasana kategori Wira Sandya Laksana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penghargaan ini diberikan pada pemerintah kabupaten/kota dan provinsi yang menunjukkan kinerja unggul dalam penanggulangan bencana nonalam (Covid19) di daerahnya.

"Alhamdulillah, prestasi ini merupakan wujud kerjasama dan kerja keras kita semua, warga Padang dan Sumatera Barat pada umumnya, dalam penanganan penyebaran Covid19," ungkap Wali Kota Padang, Hendri Septa usai mengikuti Sosialisasi Teknis bersama 30 penerima Anugerah Tangguh Adhiwirasana dengan Tim Juri secara virtual, Rabu (27/10/2021).

Diketahui, Kota Padang tergabung dari 30 daerah yang terdiri atas 12 provinsi, 9 kabupaten dan 9 kota, berhasil lolos tahapan penjurian self-assessment untuk penghargaan Anugerah Tangguh Adhiwirasana kategori Wira Sandya Laksana. Pemko Padang akan menjalani tahap penjurian selanjutnya berupa sesi wawancara, Kamis (28/10/2021) besok.


Adapun Anugerah Tangguh Adhiwirasana rencananya akan dilaksanakan pada 10 November 2021 yang akan dianugerahkan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Hendri menyebut, Kota Padang jadi satu-satunya daerah di Sumbar yang jadi nominator untuk menerima penghargaan ini. Penghargaan tersebut merupakan bukti nyata kesabaran, kepatuhan dan keikutsertaan masyarakat dalam menekan penyebaran Covid19.

"Alhamdulillah, kita bersama selama ini selalu bahu-membahu dalam upaya penanganan, pengandalian Covid19 begitu juga dampaknya secara sosial ekonomi," imbuh Hendri didampingi Kalaksa BPBD Barlius, Amrizal Rengganis (Kabag Prokopim) dan lainnya.

Diikuti 77 Daerah

Ketua Dewan Juri Anugerah Tangguh Adhiwirasana, Dr Wahyu Tri Setyobudi menjelaskan, penghargaan ini diberikan BNPB pada pihak yang dinilai berhasil dalam melaksanakan upaya penanganan kebencanaan. Ada dua kategori dalam penghargaan ini, yaitu Wira Sandya Laksana dan Wira Dipta Laksana.

"Tim dewan juri memilih dan menetapkan 30 daerah yang unggul dari hasil aspek-aspek kualitatif dengan metode penilaian kuesioner self-assessment, dengan kriteria penilaian (terkait dengan) inisiatif inovasi dalam penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial," terang dia.

"Seluruh nilai dapat dipertanggungjawabkan karena berlandaskan data-data dan bukti yang disediakan daerah dan tim panelis penilai yang sudah berpengalaman menilai di ajang serupa lainnya," tambah dia.

Integritas dalam proses penjurian, lanjut Wahyu, juga sangat diutamakan. Sebagai gambaran, satu daerah tidak hanya dinilai oleh satu panelis, tetapi beberapa orang sekaligus.

Hal ini untuk menjamin objektivitas penilaian. Meski demikian, Wahyu menegaskan, daerah yang belum lolos bukan berarti tidak baik dalam penanganan bencana pandemi Covid19 di daerahnya.

Sebab, kata dia, daerah-daerah yang berhasil lolos tahapan penjaringan pertama, pada dasarnya sudah menunjukkan kualitas penanganan pandemi yang baik.

"Hanya, sebagai catatan ke depan, perlu adanya pengembangan kembali terkait penulisan yang lebih sistematis mengenai inovasi dan inisiatif yang dilakukan di daerah," ujar Wahyu.

"Maka, jangan khawatir karena acara seperti ini akan ada lagi, sehingga pengalaman dan hasil yang sekarang dapat jadi evaluasi dalam mengikuti ajang serupa di masa depan."

Senada dengan itu, Ketua Panitia Anugerah Tangguh Adhiwirasana, I Nyoman Gede Agus Asrama, mengucapkan terima kasih kepada 77 daerah yang telah mengikuti tahapan penjurian Anugerah Tangguh Adhiwirasana.

Nyoman juga mengucapkan selamat pada 30 daerah yang berhasil lolos ke tahap seleksi wawancara. "Ini salah satu wujud bagaimana daerah bisa menarasikan penanganan pandemi Covid19 di daerahnya dengan baik," terang dia.

Nyoman menambahkan, "Pandemi ini menjadi proses pembelajaran bagi kita sebagai sebuah bangsa untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menjawab tantangan bangsa khususnya dalam hal ini Pandemi Covid19." (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar