KUA PPA Pasaman Barat 2022 Disepakati, Anggaran Program Berobat Gratis Disetujui

Al Imran | Rabu, 27-10-2021 | 19:03 WIB | 42 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>KUA PPA Pasaman Barat 2022 Disepakati, Anggaran Program Berobat Gratis Disetujui<p>

Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi disaksikan pimpinan DPRD, menandatangani nota kesepakatan KUA PPA tahun anggaran 2022 pada sidang paripurna yang digelar, Selasa. (robbi irwan)

PASAMAN BARAT (26/10/2021) - Pemkab Pasaman Barat akan mendata ulang kembali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya peningkatan PAD dilaksanakan dengan cara menggali sumber-sumber PAD dalam rangka meningkatkan kemandirian dalam memenuhi belanja daerah sesuai ketentuan yang berlaku tanpa membebani perekonomian masyarakat.

"Pendataan ulang potensi PAD juga dibarengi dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pemungut PAD, agar Pasbar dapat mengalami peningkatan pendapatan di masa mendatang," ungkap Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi usai pelaksanaan sidang paripurna pengesahan KUA PPAS Pasaman Barat 2022, Selasa.

Dikatakan, dengan telah disepakatinya KUA PPA Pasaman Barat 2022, maka kebijakan prioritas mendatang adalah peningkatan pembangunan infrastruktur seperti pembangunan akses jalan menuju daerah-daerah terpencil yang masih membutuhkan penyempurnaan.


Hamsuardi berharap, pembangunan akses jalan menuju daerah terisolir dapat dientaskan bersama-sama pada tahun anggaran 2022 mendatang.

Sementara, Ketua DPRD Pasbar, Parizal Hafni memyampaikan, prioritas sementara APBD 2022 adalah pembangunan akses jalan untuk kesejahteraan masyarakat, seterusnya melanjutkan pembangunan yang masih terkendala pada tahun sebelumnya.

"KUA PPA sudah kita sepakati. Nantinya, harus dilaksanakan Pemda Pasbar sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Untuk skala prioritas kebijakan sendiri mengarah kepada pembangunan infrastruktur dan berbagai bidang lainnya," tuturnya.

Untuk postur anggaran yang telah disesuaikan dengan kebutuhan Organisaai Perangkat Daerah (OPD) termasuk di dalamnya dana Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Parizal Hafni meminta, anggaran tersebut nantinya harus teralokasikan dengan baik untuk membangun Pasbar.

Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Pasbar, Daliyus K berharap, seluruh OPD setelah anggaran disahkan, dapat melaksanakan seluruh kegiatan yang disusun dengan cepat. Jika berkaitan dengan pembangunan fisik, agar dilakukan pada awal tahun sehingga tidak jadi kendala dikemudian hari.

Begitu juga dengan bidang dan program lainnya untuk dilakukan percepatan realisasi. "Alokasi anggaran adalah untuk masyarakat. Jika realisasinya cepat, maka dengan cepat pula masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Ketika anggaran disahkan, segera realisasikan secepat mungkin," sebut Daliyus.

Terkait APBD, Daliyus mengakui ada penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, dia mengimbau Pemda beserta OPD, agar berupaya mendapatkan alokasi anggaran dari provinsi maupun pusat untuk membantu kelancaran pembangunan di Pasbar.

"Tahun 2022 nanti, APBD Pasbar berada diangka Rp1,158 triliun. Ada penurunan dalam dua tahun terakhir. Saya minta OPD agar giat mencari dana provinsi dan pusat," pintanya.

Disamping itu, Daliyus mengapresiasi kebijakan Pemda Pasbar yang menjadikan sektor pembangunan kesehatan yang juga menjadi prioritas APBD 2022 disamping infrastruktur.

"Ada alokasi sebesar Rp22 miliar untuk bidang kesehatan. Termasuk didalamnya program berobat gratis dan penanggungan iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu," paparnya. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar