Tersisa 39% Kecamatan Belum Memiliki Pertashop

Al Imran | Rabu, 27-10-2021 | 20:42 WIB | 23 klik | Kota Padang Panjang
<p>Tersisa 39% Kecamatan Belum Memiliki Pertashop<p>

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Padang Panjang, Zulkifli didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Ewasoska mengikuti Zoom Meeting bersama Mendagri Tito Karnavian di Ruangan VIP Lantai II Balai Kota, Rabu. (kominfo)

PADANG PANJANG (27/10/2021) - Kolaborasi PT Pertamina dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui dispensasi perizinan yang diberikan, membuat pembangunan Pertashop di daerah terbilang sangat cepat.

"Pada tahun lalu ada sekitar 54% kecamatan yang belum memiliki penyalur resmi Pertamina ini. Terhitung hari ini, hanya tersisa 39% lagi kecamatan yang belum," ujar Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah tentang Perkembangan Program Pertashop di kabupaten/kota di Indonesia, melalui zoom meeting, Rabu.

Diharapkan Tito, dengan adanya dispensasi perizinan ini, semua kecamatan memiliki penyalur resmi sebagai wujud pelayanan Pertamina pada masyarakat.


Pertashop merupakan program dari Pertamina pada masyarakat yang bisa membantu percepatan ekonomi, khususnya di desa-desa. Bentuk kerjasama Pertamina bersama desa memunculkan kegiatan ekonomi baru di desa tersebut.

"Banyak sekali keuntungan yang didapat dengan adanya kerja sama ini, antara Pertamina, desa dengan perbankan. Keuntungannya bisa membuka lapangan kerja baru, yang petugasnya merupakan warga desa itu sendiri," tutur Tito Karnavian.

Ditambahkannya, keuntungan program tersebut di antaranya bisa membuka lapangan pekerjaan, memperdekat warga desa untuk membeli bahan bakar dan menekan biaya transportasi warga desa untuk pergi ke SPBU. Ini juga akan menimbulkan pusat ekonomi baru bagi warga desa, bisa membantu percepatan ekonomi.

"Ini akan menimbulkan efek yang sangat luar biasa besar. Tidak hanya di desa, namun jika diakumulasikan se-Indonesia, semua desa memiliki ini, maka visi dan misi presiden untuk pemerataan pembangun akan lebih cepat," ucapnya.

Rapat koordinasi dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Padang Panjang, Zulkifli didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Ewasoska melalui Zoom Meeting di Ruangan VIP Lantai II Balai Kota.

"Sesuai dengan instruksi Mendagri, kita sudah meminta kepada DPMPTSP agar memudahkan perizinan terkait program ini. Kita imbau kepada masyarakat agar bisa membuka peluang pekerjaan dengan adanya Pertashop ini," ungkap Zulkifli.

Ia berharap, dengan adanya program Pertamina bersama desa ini, bisa membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat dan juga membantu percepatan ekonomi masyarakat Kota Padang Panjang. (jen)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar