Jangan Jadikan Media Digital sebagai Fasilitas Perpecahan

Al Imran | Kamis, 28-10-2021 | 21:37 WIB | 73 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Jangan Jadikan Media Digital sebagai Fasilitas Perpecahan<p>

Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi foto bersama dengan pimpinan OPD dan Forkopimda, usai jadi inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2021 di aula kantor bupati, Kamis. (robbi irwan)

PASAMAN BARAT (28/10/2021) - Bupati Pasaman Barat, Hamsuard mengatakan, tema Hari Sumpah Pemuda ke-93, "Bersatu, Bangkit dan Tumbuh" diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda. Bahwa hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa.

"Tema ini, diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, namun bagi pemuda hal ini menjadi penting karena di tangan pemuda lah Indonesia bisa Bangkit dari keterpurukan akibat pandemi dan melangkah lebih maju untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia," ungkap Hamsuardi dalam amanatnya saat jadi inspektur upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2021 di aula kantor bupati, Kamis.

Acara ini dihadiri Sekretaris Daerah Hendra Putra, Forkopimda, pimpinan OPD, Para Kabag, ormas kepemudaan di Pasaman Barat serta stakeholder terkait lainnya.


Pemuda generasi terdahulu, terangnya, mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa. "Tugas pemuda saat ini, harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, serta memiliki kreativitas," ucap Hamsuardi.

Dia berharap, momentum Hari Sumpah Pemuda mampu menjadi perekat persatuan bangsa untuk bersama-sama bangkit melawan pandemi, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan pemuda.

"Usia 93 tahun persatuan bangsa Indonesia, ini adalah bukti bersatunya pemuda Indonesia. Tanpa persatuan pemuda, bangsa Indonesia tidak akan menikmati hari ini," terangnya.

"Dengan keterbatasan media komunikasi, terbatasnya transportasi dan media koneksi lainnya tidak mengurangi semangat pemuda merumuskan komitmen kebangsaan menuju kedaulatan. Tanah Air Satu, Satu Bahasa Persatuan, Bangsa Satu, Indonesia," jelasnya.

Persatuan Pemuda dimasa sekarang, juga menjadi penentu kemajuan bangsa Indonesia hari ini dan di masa yang akan datang.

"Saat ini, berbagai fasilitas mempersatukan pemuda ada di sekeliling kita, mulai dari media komunikasi tanpa batas, koneksi transportasi dari Sabang sampai Merauke dan fasilitas lain yang mengindikasikan hilangnya sekat-sekat jarak antar anak bangsa," ungkap dia.

Namun, terang Hamsuardi, fasilitas tersebut di sisi lain seringkali jadi fasilitas destruktif perpecahan anak bangsa. "Media digital dijadikan fasilitas berkonflik, menebar kebencian dan memupuk keretakan," ucap Hamsuardi. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar