Tim KSOP Teluk Bayur Tinjau Kondisi Pelabuhan Teluk Tapang

Al Imran | Rabu, 03-11-2021 | 15:58 WIB | 149 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Tim KSOP Teluk Bayur Tinjau Kondisi Pelabuhan Teluk Tapang<p>

Pimpinan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, Wigyo dan tim serta Wabup Pasbar, Risnawati dan jajaran, meninjau kondisi dermaga Pelabuhan Teluk Tapang, Selasa. (robbi irwan)

PASAMAN BARAT (2/11/2021) - Pimpinan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, Wigyo dan tim, meninjau kondisi dermaga Pelabuhan Teluk Tapang, Selasa. Peninjauan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub itu bertujuan, bisa menentukan pembangunan secara teknis yang diperlukan di pelabuhan tersebut.

Pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang ini, terangnya, masih membutuhkan lampu penerangan, rambu-rambu sebagai penanda untuk mendukung sistem navigasi, memastikan kekuatan dermaga dalam mengangkut berat barang produksi, container bale atau alat untuk mendukung bongkar muat yang lebih cepat dan efesien.

"Terpenting, angker area atau titik koordinat untuk mendeteksi kegiatan kapal yang berlabuh di Teluk Tapang. Semua ini dibangun dalam menunjang kegiatan pengoperasian pelabuhan ini nantinya," kata Wigyo disela peninjauan yang didampingi Risnawanto (Wabup Pasbar).


Wigyo berharap, Pemkab Pasbar dapat bersinergi dengan pemerintah pusat, agar semua pembangunan yang akan dilaksanakan berjalan dengan baik.

"Pasbar diharapkan jadi daerah percontohan, karena diimbangi fasilitas darat maupun di laut. Jalan yang baik menuju pelabuhan dan dermaga yang layak digunakan," ujarnya.

"Kita telah melihat, Pemkab Pasbar telah memberikan kontribusi yang luar biasa bahkan memfasilitasi kegiatan survei hari ini ke pelabuhan Teluk Tapang. Ini menjadi hal yang sangat piositif, yang dapat mendukung kegiatan jadi optimal kedepannya," terang Wigyo.

Kunjungan Wigyo bersama tim, menandai akan dilanjutkannya pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang di tahun anggaran 2022. Pembangunan akan berkolaborasi antara Kementrian PU dengan Kementrian Perhubungan serta Pemkab Pasaman Barat sebagai pihak yang memfasilitasi pembangunan tersebut.

Lokasi yang disurvei ke pelabuhan, melihat kondisi dermaga serta meninjau jalan menuju dermaga dan mensurvei tambang yang saat ini dikelola PT Gamidra Mitra Kusuma, Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas.

Risnawanto menyampaikan, peninjauan dilakukan guna melihat kondisi dermaga dan sarana prasarana pendukung lain dalam pengoperasian dermaga.

"Untuk mengoperasikan dermaga perlu persiapan teknis yang sangat baik, sehingga target pengoperasian dapat dirampungkan pada Januari 2022," kata Risnawanto.

Selanjutnya, juga akan dibangun beberapa fasilitas pendukung lainnya, yang bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi Sumbar dan Pemkab Pasaman Barat untuk mendukung serta memfasilitasi setiap kegiatan yang dilaksanakan.

"Kehadiran Teluk Tapang ini, sangat dinantikan masyarakat Pasaman Barat. Dengan sumber daya alam Pasbar yang melimpah dan juga dapat dikelola maka pelabuhan ini sangat membantu dan memudahkan masyarakat melakukan pengiriman barang atau produk ke luar daerah maupun sebaliknya," jelasnya.

Terkait program Presiden RI Joko Widodo tentang Tol Laut, Teluk Tapang juga memiliki potensi untuk pelaksanaan program Tol Laut melalui dermaga.

"Apabila dijalankan dengan baik, maka ini jadi andalan bagi masyarakat Pasbar baik itu efesinsi dalam hal pengiriman keluar maupun ke dalam," ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Gamindra Mitra Kusuma, Tatwa Dhairya menambahkan, luas tambang yang dipinjam pakaikan pemerintah pada perusahan sebanyak 100 hektar untuk dikelola.

Hutan yang dikelola tersebut sudah jadi hutan produksi yang sebelumnya masih berstatus hutan lindung. Jenis tambang yang dikelola saat ini yaitu biji besi dan batu split.

"Mengingat pembangunan jalan masih dalam proses, maka kami dari pihak perusahaan akan membantu pembangun jalan atau akses menuju pelabuhan."

"Pembangunan ini, nantinya dari area tambang sampai ke dermaga sehingga kami juga lebih efesien dalam pengangkutan produksi tambang tersebut," ucap Tatwa Dhairya.

Ia berharap, akan ada sinergi yang baik dengan Pemerintah Pasaman Barat, Kementrian Perhubungan serta Kementrian PU agar kemitraan yang dijalin semakin erat kedepannya.

Dikesempatan itu, ikut hadir Kasi KBPP, Capt Reynaldo Syukuri, Joni Hendri (Asisten II), Arial Efendi (Kadis Perikanan), Afrizal Azhar (Kepala BAPD), Jhon Edwar (Kadis PU), Yosmar Difia (Kabag Protokol dan KP), Afkar (Camat Sungai Beremas) serta stake holder terkait lainnya. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar