Satgas Waspada Investasi Tutup 116 Pinjol Ilegal

Al Imran | Jumat, 05-11-2021 | 06:57 WIB | 54 klik | Nasional
<p>Satgas Waspada Investasi Tutup 116 Pinjol Ilegal<p>

Infografis.

JAKARTA (3/11/2021) - Satgas Waspada Investasi (SWI) menutup 116 entitas pinjaman online (pinjol) ilegal. Entitas ini ditemukan patroli siber karena masih beroperasi di internet dan aplikasi di jaringan telekomunikasi seluler.

"Kami terus melakukan patroli siber dan menutup aplikasi serta website Pinjol ilegal yang masih beroperasi, agar masyarakat tidak jadi korban," kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing.

Menurut Tongam, SWI selain menutup operasional Pinjol ilegal melalui Kemenkominfo, juga telah menyampaikan daftar Pinjol ilegal tersebut pada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum.


SWI juga mendukung tindakan tegas Polri, yang telah menangkap sejumlah pelaku Pinjol ilegal di berbagai daerah. Karena, tanpa penangkapan pelaku, operasional Pinjol ilegal masih akan muncul dengan mengubah nama atau membuat aplikasi baru.

"Tindakan tegas terhadap pelaku tindak pidana Pinjol ilegal ini, harus terus dilakukan untuk melindungi masyarakat," kata Tongam.

Tongam juga mendukung pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD yang menyatakan, perjanjian Pinjol ilegal dalam beroperasi, tidak sah serta tidak memenuhi syarat perjanjian yang benar.

Menurutnya, jika masyarakat sudah jadi korban Pinjol ilegal dan mendapatkan ancaman serta teror kekerasan, diminta untuk segera melapor ke kepolisian.

Dikatakan, SWI akan terus berupaya memberantas Pinjol ilegal ini dengan cara mengumumkan entitas Pinjol ilegal pada masyarakat secara luas. Kemudian, mengajukan blokir website dan aplikasi secara rutin pada Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Selanjutnya, memutus akses keuangan dari Pinjol ilegal dengan menyampaikan imbauan pada perbankan untuk menolak pembukaan rekening tanpa rekomendasi OJK dan melakukan konfirmasi ke OJK untuk rekening existing yang diduga digunakan untuk kegiatan Pinjol ilegal serta meminta Bank Indonesia untuk melarang fintech payment system memfasilitasi Pinjol ilegal.

SWI juga akan menyampaikan laporan informasi ke Bareskrim Polri untuk proses penegakan hukum, peningkatan peran Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) untuk pemberantasan Pinjol ilegal serta melakukan edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan, agar menggunakan fintech peer-to-peer lending yang terdaftar dan berizin OJK.

"Sejak 2018 hinga Oktober 2021 ini, SWI sudah menutup 3.631 Pinjol ilegal," ungkapnya.

7 Kegiatan Usaha Tanpa Izin

Selain kegiatan Pinjol ilegal, SWI juga menghentikan tujuh kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang serta melakukan duplikasi atau mengatasnamakan entitas yang berizin sehingga berpotensi merugikan masyarakat.

"Masyarakat juga diminta untuk berhati-hati terhadap penawaran investasi melalui media telegram karena ditemukan merupakan penawaran investasi yang ilegal," ungkap Tongam.

Tujuh entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang, yaitu enam Kegiatan Forex, Aset Crypto dan Robot Trading tanpa izin serta 1 kegiatan pengelolaan investasi tanpa izin.

"SWI juga melakukan normalisasi yaitu Luminesia.com karena telah membuktikan bahwa kegiatannya bukan merupakan kegiatan investasi ilegal," ungkap Tongam. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar