Bincang Bisnis SLA 2021

Pandemi Paksa Pelaku Usaha Berkreasi sekaligus Memanfaatkan Teknologi

Al Imran | Minggu, 07-11-2021 | 16:03 WIB | 86 klik | Kota Bukittinggi
<p>Pandemi Paksa Pelaku Usaha Berkreasi sekaligus Memanfaatkan Teknologi<p>

infografis.

PADANG (7/11/2021) - Deputy Usaha Mikro Kementrian Koperasi dan UMKM, Eddy Satriya mengatakan, ekonomi Indonesia sangat tergantung pada pergerakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) baik sebelum pandemi maupun setelahnya.

"Pandemi memaksa semua orang harus berkreasi sekaligus memanfaatkan teknologi dalam mendukung fungsi produksi UMKM kita," ungkap Eddy Satriya mewakili Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki dalam Webinar Bisnis Talk seri III, Ahad pagi.

Webinar yang mengambil tema, 'Menembus Pasar Disruptif dengan Digitalisasi, Menuju UMKM Tangguh dan Berkelanjutan untuk Mendukung Kekuatan dan Kedaulatan Ekonomi Bangsa' ini, digelar panitia Silaturahmi Lintas Angkatan (SLA) Ikatan Alumni SMAN 1 (Iasma) Landbouw 2021.


Menurut Eddy yang juga alumni SMAN 1 Bukittinggi, pelaku UMKM Indonesia yang tergabung dalam global value chain (GVC) baru sebesar 4,1% dari populasi. Jika dibandingkan dengan negara Asean lainnya, Indonesia masih jauh tertinggal. Dimana, GVC Malaysia sudah 46,2%, Vietnam (20,1%), Thailand (29,6%) dan Filipina (21,4%).

"Tingginya biaya logistik inbound dan outboned di Indonesia, membuat rendahya daya saing pelaku UMKM Indonesia," ungkap Eddy.

Menurut Eddy, pemerintah terus mendorong UMKM Indonesia masuk pasar global. Salah satu yang dilakukan, penguatan pangsa produk UKM di pasar nasional sekaligus peningkatan kontribusi UMKM terhadap ekspor non migas dengan target 17% (2024).

Di mata Eddy, sejumlah produk UMKM asal Sumatera Barat, layak masuk pasar yang lebih luas lagi. Seperti, es durian atau ampiang dadiah dan Keju Lasi. Masalahnya sekarang, produk unik dan khas Ranah Minang ini, masih dijual secara konvensional.

"Sebuah minuman probiotik asal Jepang, bisa masuk ke pelosok Indonesia. Produk unggulan kita, seharusnya juga bisa melakukan hal serupa seperti minuman probiotik itu," ungkap dia.

"Saya pernah mencicipi Ampiang Dadiah di Kawasan Benteng Bukittinggi yang sudah disajikan seperti penyajian ice cream lalu disirami tangguli (gula tebu). Penyajiannya yang mengikuti selera kekinian, akan membawa Ampiang Dadiah menembus pasar lebih luas lagi," nilai Eddy seputar pentingnya kemasan produk UMKM.

Webinar yang berlangsung pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB ini, juga menghadirkan alumni SMAN 1 Bukittinggi yang telah sukses dalam merintis bisnis.

Seperti, Benny Chandra, Iasma 1992 yang merupakan Direktur PT Raja Sakti Telematika & Raja Sakti Academy (Owner Radja Cafe Bekasi).

Kemudian, Aulia Fadiah Zadeli, Iasma 2016, Owner Online Shop Namo.id yang berjualan produk kosmetik sejak masih kelas III SMA.

Serta Andrikel Yorindra, Iasma 2003, Online Shopping Enthusiast. Andrikel merupakan pedagang kain secara online.

Ketiga alumni ini, merupakan alumni yang sukses memanfaatkan teknologi informasi dalam mengembangkan bisnisnya. Tentu saja, dengan kiat sukses satu sama lainnya tidak sama.

Moderator dalam pemaparan narasumber ini yakni Alven Desnecmen, Iasma 1991, Head B2B True Digital Indonesia dan Haris Alfa Riski Iasma 2009, Retail Distribution Specialist, Social Media Enthusiast & Enterpreneur dengan MC, Hana Larassati, Iasma 2015, Senior Associate Product Merketing Manager Traveloka

Bincang Bisnis

Ketua Pelaksana SLA 2021, Yofialdi melaporkan, SLA 2021 digelar dengan tiga pilar utama. Yakni, Iasma Landbouw hadir untuk alumni, almamater dan masyarakat. Tiga pilar ini diisi dengan 8 rangkaian acara.

Diawali dengan vaksin untuk seluruh siswa dan majelis gurus SMAN 1 Bukittinggi pada 24 Agustus 2021. Kemudian, ada iven Lancbouw virtual run pada 20 September 2021, yang dilanjutkan vaksin untuk masyarakat yang digelar di SMAN 1 Padang pada 20 September 2021.

Selanjutnya, menggelar webinar tentang pariwisata Sumatera Barat yang bekerjasama dengan alumni FE Unand di 2 Oktober 2021. Juga ada lomba video dengan 'tajuk kami dan aksi inspiratif' pada 21 November 2021.

Secara marathon pada Oktober 2021, juga digelar bincang bisnis sebanyak tiga seri dengan menghadirkan pelaku UMKM yang sukses berkarir di bidangnya masing-masing dengan puncaknya menghadirkan Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki.

Karena ditugaskan Wapres, kehadiran Teten digantikan Deputy Usaha Mikro Kementrian Koperasi dan UMKM, Eddy Satriya yang juga alumni SMAN 1 Bukittinggi.

"Acara puncak SLA 2021 ini akan digelar pada 21 November 2021 di auditorium gubernuran Sumbar dengan menghadirkan Gubernur Mahyeldi yang juga alumni SMAN 1 Bukittinggi. Sebelum acara puncak, juga kita menggalang aksi donasi seribu buku bagi almamater," ungkap Yofialdi.

"Kita mengundang seluruh Iasma Landbouw untuk hadir di acara puncak nanti," tambahnya.

Dikatakan Yofialdi, SLA 2021 ini secara teksni digawangi Iasma Landbouw angkatan 2000 sebagai pioner sekaligus tim kreatif. Rangkaian kegiatan ini tela dipersiapkan sejak Agustus 2021 lalu.

Ketua Iasma Landbouw Regional Sumatera Barat, Prof Marlina mengapresasi rangkaian bincang bisnis yang digelar panitia SLA 2021. Menurutnya, secara umum, kegiatan SLA 2021 ini jauh berbeda dengan pelaksanaan 2020. Rangkaian acaranya juga banyak dan bervariasi.

"Bincang bisnis dengan tiga serial yang diangkat panitia SLA 2021, bisa jadi pembelajaran bagi alumni dan masyarakat umum lainnya yang akan merintis usaha. Pematerinya sangat menginspirasi," ungkap Prof Marlina.

Sangat Dinanti

Sebelumnya, Ketua Umum Iasma Landbouw, Indra Jaya P Januar mengatakan, temu alumni ini sangat dinanti para alumni SMAN 1 Bukittinggi yang jumlahnya mencapai angka 12 ribu orang, walau hanya diikuti di layar televisi.

"Alumni yang besar ini, merupakan potensi untuk mengembangkan UMKM. Dimana, saat ini telah dirintis unit bisnis dari dan untuk alumni sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada pihak lain," ungkap Indra. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar