Susul 3 Rekan Sejawat

Anggota DPRD Pasbar, AT Ditahan Setelah Diperiksa 5 Jam

Al Imran | Selasa, 09-11-2021 | 22:27 WIB | 108 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Anggota DPRD Pasbar, AT Ditahan Setelah Diperiksa 5 Jam<p>

Penyidik Kejari Pasaman Barat menggiring tersangka AT setelah diperiksa 5 jam lebih secara marathon, Selasa malam. (robi irwan)

PASAMAN BARAT (9/11/2021) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasaman Barat menahan seorang mantan anggota DPRD, AT terkait perkara dugaan perjalanan dinas fiktif tahun anggaran 2019, Selasa malam.

"Sebelumnya, AT sudah ditetapkan tersangka bersama lima orang mantan anggota DPRD periode 2014-2019 lainnya. Setelah menjalani pemeriksaan lebih kurang lima jam sebagai tersangka, maka malam ini kami langsung menahan tersangka," ungkap Kepala Kejari Pasaman Barat, Ginanjar Cahya Permana melalui Kasi Intel Elianto, malam ini.

Didampingi Kasi Pidsus Andy Suryadi dan Kasi BB Firdaus, Elianto mengatakan, AT ditetapkan sebagai tersangka bersama empat orang mantan anggota DPRD lainnya pada 29 Oktober 2021.


"Sebelumnya, tersangka sudah dipanggil namun berhalangan karena sedang di luar kota. Hari ini tersangka sangat kooperatif," ujarnya.

Dengan ditahannya satu orang lagi maka pihak Kejaksaan Negeri Pasaman Barat telah menahan empat orang dari lima tersangka yang telah ditetapkan.

"Satu orang lagi inisial IS masih belum bisa dipanggil karena dalam keadaan sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit," terangnya.

"Dalam waktu dekat jika kondisi kesehatannya membaik maka akan dilakukan pemanggilan," tegasnya.

Para tersangka diduga melakukan tindakan korupsi pada anggaran perjalanan dinas pada sekretariat DPRD Pasaman Barat pada tahun 2019 dengan anggaran yang terserap sekitar Rp27,165 miliar dari total anggaran sebesar Rp32,015 miliar.

"Kerugian negara akibat perbuatan tersangka sekitar Rp650 juta," katanya.

Ia menyebutkan, penahanan tersangka dilakukan setelah tim penyidik menemukan barang bukti dugaaan tindak pidana korupsi dan dari keterangan saksi-saksi.

"Sekitar 30 lebih saksi telah kita periksa dengan barang bukti dokumen. Ini baru tahap awal dan akan terus dikembangkan tidak tertutup akan ada tersangka baru nantinya," tegasnya.

Ketempat tersangka yang ditahan untuk sementara akan dititipkan di tahanan Polres Pasaman Barat sebelum dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Kota Padang.

Para tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 sub pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun1999 diubah menjadi UU RI nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Ia mengakui, tersangka sudah mengembalikan kerugian negara setelah pada proses penyidikan dan sudah distor ke kas daerah.

"Proses perkara ini akan terus kita kembangkan dan dengan memanggil saksi-saksi kembali," tegasnya.

Sementara, kuasa hukum tersangka, Abdul Hamid mengatakan, pihaknya menghormati proses hukum yang ada.

"Klien saya sangat kooperatif dalam pemanggilan oleh pihak kejaksaan. Semua yang diketahuinya disampaikan kepada penyidik. Kita hormati proses hukum yang ada," katanya. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar