Ini Kiat Efektif dari Risiko Penularan Covid19 Versi Staf Ahli Menkes di Masa PTM Terbatas

Al Imran | Rabu, 10-11-2021 | 20:43 WIB | 64 klik | Kota Bukittinggi
<p>Ini Kiat Efektif dari Risiko Penularan Covid19 Versi Staf Ahli Menkes di Masa PTM Terbatas<p>

Staf ahli Menteri Kesehatan RI, Andani Eka Putra (baju batik) berdialog dengan Wako Bukittinggi, Erman Safar, Marfendi (Wawako) jelang Sosialisasi Pencegahan Gelombang Ketiga Covid19 di Bukittinggi, di aula balai kota, Senin. (humas)

BUKITTINGGI (8/11/2021) - Staf ahli Menteri Kesehatan RI, Andani Eka Putra mengungkapkan, Indonesia saat ini berada pada situasi pandemi Covid19 level 3 dengan transmisi komunitas 'tingkat 1,' kapasitas respon 'sedang' dengan pelaksanaan vaksinasi yang masih terbatas.

Saat ini, terangnya, banyak daerah di Indonesia yang berada pada situasi pandemi Covid19 level 2, bahkan ada yang sudah berada pada level 1. Situasi ini, memungkinkan beberapa aktivitas dapat dilaksanakan di antaranya di sektor pendidikan dimana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dapat dimulai secara bertahap.

"Upaya mewujudkan PTM Terbatas yang efektif dan aman dari risiko penularan Covid19, perlu dilakukan baik dari aspek input, process, output maupun outcome," ujar Andani saat jadi pemateri pada Sosialisasi Pencegahan Gelombang Ketiga Covid19 di Bukittinggi, di aula balai kota, Senin.


Dijelaskan Andani, dari aspek input, satuan pendidikan yang akan memulai PTM Terbatas harus melakukan serangkaian persiapan terutama dalam hal kesiapan penerapan protokol kesehatan di lingkungan satuan pendidikan.

Seperti, membentuk dan mengaktifkan satuan tugas penanganan Covid19 pada satuan pendidikan, memastikan ketersediaan sarana prasarana serta peralatan/perlengkapan kebersihan atau sanitasi dan kesehatan serta mendorong percepatan vaksinasi bagi warga satuan pendidikan sesuai ketentuan.

Dari aspek process, upaya mengamankan PTM Terbatas diwujudkan antara lain dengan memperkuat surveilans faktor risiko/pengamatan perilaku warga satuan pendidikan dalam kepatuhan penerapan protokol kesehatan, baik yang dilakukan internal satuan pendidikan maupun eksternal seperti Puskesmas, Dinas Pendidikan, kantor Kementerian Agama serta Satuan Tugas Penanganan Covid 19 wilayah.

Sedangkan dari aspek output, dilakukan antara lain melalui pemanfaatan teknologi digital yang memungkinkan dilakukannya skrining dan kategorisasi warga satuan pendidikan, menurut status keterpaparan terhadap Covid19 (kasus konfirmasi atau kontak erat-red) dan status vaksinasi Covid19.

Sementara pada aspek outcome, upaya mengamankan PTM Terbatas, perlu dilakukan melalui surveilans epidemiologi/pemantauan kasus secara terus-menerus baik yang bersifat kasuistik rutin atau berkala.

Upaya ini, ujar Andani, dimaksudkan untuk mencegah penularan kasus, mendeteksi dan mengamankan jika ditemukan kasus suspek, kontak erat maupun kasus konfirmasi serta mencegah terjadinya klaster penularan selama PTM Terbatas.

"Guna memastikan upaya mengamankan PTM Terbatas, perlu dilakukan secara terstandar di seluruh Indonesia. Diperlukan petunjuk teknis yang mengatur dan jadi acuan dalam pelaksanaan surveilans PTM Terbatas, pemanfaatan teknologi digital dalam pemantauan PTM Terbatas, serta aspek komunikasi risiko hasil surveilans PTM Terbatas," tegasnya.

Diketahui, Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021 dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid19) mengamanatkan bahwa, kesehatan dan keselamatan semua warga satuan pendidikan merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan pembelajaran pada masa pandemi Covid19.

Bukittinggi PPKM Level 2

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar sebutkan, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 54 Tahun 2021, Bukittinggi ditetapkan Pemerintah berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Meskipun telah berada dalam level situasi pandemi yang lebih baik, Erman meminta, segenap stake holder Bukittinggi tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat aktivitas sosial, pendidikan dan ekonomi warga masyarakat sudah mulai bergerak.

Disebutkan, pemerintah menentukan level situasi pandemi Covid19 pada suatu daerah, berdasarkan perbandingan level transmisi penularan dengan kapasitas respon sistem kesehatan di daerah tersebut.

Selain itu, Erman Safar juga mengingatkan agar seluruh pihak, tetap mematuhi protokol kesehatan dan mendapatkan vaksinasi Covid19 yang disediakan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di Bukittinggi, guna mewujudkan terbentuknya kekebalan pada kelompok masyarakat (herd immunity). (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar