Pengabdian Masyarakat Jurusan Antropologi Unand

Anak Panti Dilatih Pembuatan Sandal dari Kain Flannel

Al Imran | Kamis, 11-11-2021 | 17:33 WIB | 53 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Anak Panti Dilatih Pembuatan Sandal dari Kain Flannel<p>

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Antropologi FISIP Unand, Sri Meiyenti bersama Syahrizal dan Fajri Rahman dibantu dua orang mahasiswa, Agus Aditya dan Taufik Ismail, foto bersama dengan Ketua Panti Asuhan Aisyiah, Yulmidar didampingi Nurhaida Karim, Emi Susanti dan anak panti lainnya, usai pelatihan, Sabtu. (istimewa)

PADANG (11/11/2021) - Penghuni Panti Asuhan Aisyiah di kecamatan Koto Tangah, dilatih membuat sandal dari kain flannel. Pelatihan ini diinisiasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Antropologi FISIP Universitas Andalas bersama guru keterampilan dan kerajinan MAN Koto Baru Padang Panjang, Dr Novrawenti.

"Materi yang diajarkan adalah membuat sandal untuk di dalam rumah yaitu dengan cara merancang motif, metode pemindahan motif ke bahan. Sedangkan pembuatan sandal, dilakukan dengan cara manual, yaitu menjahit badan sandal, tali sandal, kemudian menyatukannya dengan telapak sandal menggunakan lem khusus untuk sandal atau sepatu," ungkap Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Antropologi FISIP, Sri Meiyenti MSi.

Dosen yang ikut dalam kegiatan ini, Dr Syahrizal dan Fajri Rahman MA dibantu dua orang mahasiswa, Agus Aditya dan Taufik Ismail. Rombongan disambut Ketua Panti Asuhan Aisyiah, Yulmidar didampingi Nurhaida Karim, Emi Susanti dan anak panti lainnya.


Pelatihan yang diikuti 25 orang anak-anak Panti Asuhan yang bersekolah dari SD, SMP, dan SMA itu, dimulai Kamis tanggal 4 November 2021 dan Sabtu, 6 November 2021 dengan tema "Motivasi Kewirausahaan dan Peningkatan Lifeskill Anak-anak di Panti Asuhan."

Dikegiatan ini, Sri Meiyenti mengajak anak-anak panti untuk bisa mengembangkan jiwa kewirausahaan sekaligus dan memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan untuk berwirausaha.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan etos kerja bagi anak-anak Panti Asuhan, sehingga mereka ini nantinya bisa berkembang dan memiliki keterampilan yang bisa dijadikan sebagai salah satu modal untuk berwirausaha," terangnya.

"Dengan memiliki ketrampilan dan pengetahuan kewirausahaan bisa membuka peluang usaha bagi diri sendiri dan peluang kerja untuk orang lain," tambah Sri Meiyenti.

Pada sesi pertama, kegiatan pengabdian ini berisikan tentang ceramah mengenai motivasi tentang pentingnya berwirausaha dan memiliki etos kerja. Setelah itu, kegiatan ini dilanjutkan sesi kedua, yaitu peningkatan lifeskill anak-anak.

Tidak jadi Pencari Kerja Lagi

Pandangan panti sangat positif tentang kegiatan yang lakukan karena kerajinan yang diajarkan bermanfaat untuk dipakai sendiri dan ada peluang untuk dijadikan usaha. Mereka sangat berterima kasih sekaligus meminta agar kegiatan ini dapat dilakukan lagi dengan ketrampilan yang lain.

"Pendidikan kerajinan tangan ini, berfungsi selain untuk meningkatkan lifeskill anak, juga dapat meningkatkan etos kerja anak-anak. Peserta didik yang memiliki etos kerja, tidak akan tergantung dengan ijazah untuk mencari kerja ke kantor atau perusahaan," terang Yulmidar.

Menurut Yulmidar, pelatihan ini diharapkan bisa membuka peluang kerja bagi peserta pelatihan ini nantinya. Karena, memiliki ketrampilan dan pengetahuan praktis untuk bisa berusaha secara mandiri sehingga tidak canggung mengerjakan apa saja baik berkeringat atau berlumpur atau dimulai dari bawah sekalipun.

"Mereka akan lebih mementingkan prestasi dan hasil kerja nyata dari pada status," ucap Yulmidar.

Panti Asuhan atau Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) juga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) ialah lembaga sosial nirlaba yang menampung, mendidik dan memelihara anak-anak yatim, yatim piatu dan anak telantar. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar