JMSI Tandatangani Kesepahaman dengan UPN dan UNS untuk jadi Penguji UKW

Al Imran | Kamis, 11-11-2021 | 21:27 WIB | 68 klik | Nasional
<p>JMSI Tandatangani Kesepahaman dengan UPN dan UNS untuk jadi Penguji UKW<p>

Ketua Umum PP JMSI, Teguh Santosa usai penandatanganan nota kesepahaman dengan UPN Veteran dan UNS dalam rangka menjadikan JMSI sebagai penyelenggara Uji Kompetensi Wartawan (UKW) disela Rakernas I, Kamis di Semarang.

SEMARANG (11/11/2021) - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) tandatangani nota kesepakatan dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran dan Universitas Negeri Semarang (UNS). Kesepahaman ini dalam rangka menjadikan JMSI sebagai penyelenggara Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

"Dua kampus ini, merupakan lembaga yang sah dan diakui Dewan Pers sebagai penguji UKW," ungkap Ketua Umum PP JMSI, Teguh Santosa usai penandatangan, Kamis siang.

Penandatanganan kesepahaman ini berlangsung pada Rapat Kerja Nasional JMSI I di aula Hotel Metro Park View di Kota Semarang. Berisikan tentang kerjasama di bidang uji kompentensi terhadap wartawan yang tergabung di JMSI.


Sementara itu, Sekretaris JMSI Sumatera Barat, Aguswanto yang ikut hadir dalam Rakernas I JMSI itu menilai, kerjasama UKW ini bernilai strategis bagi anggota JMSI di seluruh Indonesia dalam mewujudkan ekosistem industri pers yang berkualitas.

"Wartawan anggota JMSI mesti berkompeten terutama penanggungjawabnya harus kompetensi utama dalam mewujudkan industri pers yang berkualitas dalam tujuannya memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi," terangnya.

Banjir Sosial Media

Selain itu, Teguh Santoso di hadapan peserta Rakernas I menyatakan. JMSI ini dibentuk dua tahun lalu di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menyikapi banyaknya pemberitaan di media sosial yang tidak benar, namun ada benarnya.

"Dari fenomena itu lah, kemudian timbul kenginan sejumlah praktisi pers untuk berkontribusi, menyajikan informasi sesuai fakta dan kejadian aktualnya," ungkap Teguh.

Dikatakan Teguh, setelah terbentuknya JMSI di rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) Kalsel itu, prosesnya tidak dapat berjalan maksimal karena terbentur dengan pandemi Covid19. JMSI tidak berdiam diri, terus berjuang untuk pembentukan kepengurusan di seluruh Indonesia.

"Hari ini, kita sangat bersyukur, sebanyak 30 pengurus daerah (Pengda) JMSI (tingkat provinsi-red), ikut Rakernas. Ini sebuah pencapaian luar biasa," ungkapnya.

Dalam upaya jadi konstituen Dewan Pers, PP JMSI kemudian mengajukan 12 Pengda yang telah lulus verifikasi administrasi secara baik untuk ikut verifikasi faktual.

"Dewan Pers mempersyaratkan 10 Pengda, tapi kita ajukan 12. Alhamdulillah, ke-12-nya dinyatakan telah terverifikasi administrasi dan faktual setelah dilakukan visitasi yang sebagiannya dilakukan di masa pandemi," ungkap dia.

"Kini, kita menunggu ketuk palu untuk resmi masuk jadi keluarga besar Dewan Pers," tambahnya.

Teguh mengingatkan, JMSI ini didirikan untuk ikut membangun ekosistim industri pers yang sehat dan bermartabat.

"Sesuai tema Rakernas I ini, 'Informasi, Demokrasi dan Kompetensi,' kehadiran kita pada era digital ini memiliki tekad yang kuat untuk pengembangan potensi daerah. Kita mesti bantu pengusaha kecil di daerah," terangnya. (nto)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Nasional