Haris Pratama Lantik Angga Azkardha jadi Ketua KNPI Sumatera Barat Periode 2021-2024

Al Imran | Jumat, 12-11-2021 | 23:10 WIB | 730 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Haris Pratama Lantik Angga Azkardha jadi Ketua KNPI Sumatera Barat Periode 2021-2024<p>

Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pratama memberikan pataka KNPI Sumatera Barat pada Angga Azkardha usai pelantikan di Padang, Jumat malam. (mangindo kayo)

Haris Pratama Lantik Angga Azkardha jadi Ketua KNPI Sumatera Barat Periode 2021-2024

PADANG (12/11/2021) - Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pratama melantik Angga Azkardha sebagai Ketua Umum KNPI Sumatera Barat periode 2021-2024 di Hotel Truntum Padang, Jumat malam. Juga dikukuhkan Rodi Hamdani untuk posisi sekretaris umum dan Dedi Candra sebagai bendahara umum beserta para wakil ketua, wakil sekretaris, wakil bendahara dan bidang-bidang.

"Pemuda kedepan, mestilah seperti pohon yang memiliki akar yang kuat, punya batang yang kokoh, daun yang menjulang hingga ke langit serta berbuah sepanjang waktu. Artinya, kuat dan tahan akan berbagai tantangan sekaligus di saat yang sama mampu memberikan manfaat pada masyarakat luas," ungkap Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi saat didaulat memberikan kata sambutan saat seremonial pelantikan.


Dikesempatan itu, Marfendi menegaskan, berbeda-beda itu merupakan sunatullah. Dalam konteks Sumatera Barat, ungkap dia, sejak zaman sebelum kemerdekaan, Ranah Minang ini melahirkan tokoh-tokoh yang berbeda secara ideologi. Mulai dari yang ekstrim kiri hingga ekstrim kanan. Tapi, semua tokoh itu memiliki satu tujuan yang sama, menjadikan Indonesia merdeka.

"Pesan saya pada Angga Azkardha, kerja-kerja anak muda sekarang adalah mengupayakan persatuan. Karenanya, payungi lah semua OKP serta biarkan tokoh-tokohnya tumbuh dan berkembang sesuai khittah OKP-nya hingga akhirnya lahir tokoh-tokoh pemuda yang mampu mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah nasional bahkan internasional," tegas Marfendi.

Marfendi kemudian kembali mengutip QS Al Mujadilah 58:11 yang dibacakan qori sebelum pelantikan. "...Tafassahu fil-majalis itu maknanya berlapang-lapang dalam majelis. Artinya, sesuai pepatah minang, duduak surang basampik-sampik. Duduak basamo, balapang-lapang," ungkap Marfendi.

"Untuk mendapatkan faedah sebagaiman janji Allah dalam ayat itu, Angga beserta jajaran pengurus lainnya, sering-seringlah dialog bersama kader-kader OKP yang merupakan pemilik sah KNPI. Dengan membuka hati dan pikiran (berlapang-lapang dalam majelis), In Sya Allah, akan diberi kelapangan, diberikan ilmu pengetahuan serta ditinggikan di antara orang beriman," ungkap Marfendi yang juga alumni Al Azhar Kairo Mesir itu.

Hal senada dikatakan Ketua Umum KNPI periode 2002-2005, Idrus Marham. Berbicara secara daring melalui aplikasi zoom meeting, Idrus berpesan, Angga beserta jajaran pengurus lainnya, menjadikan ide dan gagasan sebagai instrumen dalam mempersatukan pemuda.

"Tolak ukur keberhasilan Angga dan kawan-kawan, seberapa banyak ide dan gagasan mampu dihasilkan dalam merespon aneka persoalan di masyarakat," tukas Idrus Marham.

Pemuda di masa depan, terang Idrus, akan hidup dalam suasana kompetisi (persaingan). "KNPI sebagai wadah berhimpunnya kader-kader OKP, harus tampil membawa pemuda jadi pemenang persaingan itu. Kedepankan lah persaingan dalam konteks prestasi (kualitas). Jangan lah jadi pemuda pengecut, yang takut kalah dalam bersaing," tukas Idrus yang Sekjen Partai Golkar dua periode itu.

Idrus juga meminta Angga, untuk merancang legacy yang akan dikenang orang di masa datang. "Lakukan huru-hara wacana dan gagasan. Jadilah pelopor, sehingga tampil sebagai pemimpin yang penuh prestasi yang bisa dinikmati masyarakat," tegasnya.

Idrus juga memuji sosok Haris Pratama yang mempertahankan kesinambungan estafet kepemimpinan di tubuh KNPI sejak 1974, tahun pertama dibentuk dan didirikan. "Saya salut dengan Haris yang dengan lincah bergerak keseluruh daerah, dalam rangka mengembalikan khittah KNPI sebagai wadah berhimpunnya pemuda Indonesia yang berasal dari berbagai OKP," ungkap Idrus.

Merawat Marwah

Ketua KNPI Sumatera Barat, Angga Azkardha dalam orasinya menyatakan, merawat pemuda berarti merawat masa depan. "Kita kesampingkan dualisme yang terjadi di tubuh pemuda saat ini. Mari merawat potensi pemuda untuk kejayaan di masa datang," ungkap alumni Universitas Padjajaran ini.

Selain itu, Angga menjanjikan, akan memberi akses pada kader-kader OKP dengan segala potensi yang dimilikinya, berproses secara lebih luas. Sehingga, bisa jadi tokoh yang mampu berbicara di pentas nasional maupun internasional.

"Energy of Harmony yang jadi tagline ketua umum Haris Pratama, harus kita wujudkan dari Ranah Minang ini. Semoga, Bang Haris bisa melanjutkan kepemimpinan di KNPI untuk periode kedua kalinya nanti," ungkap Angga.

Sementara, Ketua Panpel, Febriadi Abink mengungkapkan, pelantikan yang jadi puncak kerja panitia ini, disiapkan dalam waktu relatif singkat. Sekitar 20 hari. Kemudian, dilanjutkan dengan bersatunya kepengurusan KNPI Sumbar yang dipimpin Erick Hariyona dengan Caretaker KNPI Doni Harsiva Yandra yang notabene menggantikan posisi Fadly Amran sebagai ketua yang telah habis masa kepengurusannya pada Maret 2021 lalu.

Dalam rentang singkat waktu itu, bisa dirancang Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) pada 7 November 2021 yang menghasilkan kesepakatan untuk digelarnya musyawarah daerah (Musda) pada 8 November 2021 hingga akhirnya dilakukan pelantikan di Jumat malam ini.

"Mari dinginkan otak, lapangkan hati demi kebesaran pemuda Sumbar," tegas Abink sembari berterima kasih pada tim panitia yang bekerja keras dan cerdas dalam mempersiapkan suksesi kepimpinan di tubuh pemuda Sumatera Barat ini.

Hadir dalam pelantikan ini, Anggota DPR RI yang juga wakil ketua umum KNPI, Rezka Oktoberia, Doni Harsiva Yandra (wakil ketua umum KNPI), Desrio Putra (anggota DPRD Sumbar), Marfendi (Wawako Bukittinggi) serta undangan lainnya.

Untuk posisi ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Sumatera Barat, dipercayakan pada Erick Hariyona dengan anggota MPI yang beranggotakan para mantan ketua KNPI Sumatera Barat sejak dari era Hendra Irwan Rahim, Asnawi Bahar hingga Marzul Veri, Defika Yufiandra dan Fadly Amran. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar