Sumatera Barat jadi Lokasi Program Young Explorer

Siswa Sekolah Alam Indonesia Pelajari Burung Kuau Raja ke Museum Zoologi Unand

Al Imran | Jumat, 19-11-2021 | 18:05 WIB | 162 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Siswa Sekolah Alam Indonesia Pelajari Burung Kuau Raja ke Museum Zoologi Unand<p>

Siswa-siswi SAI mempelajari seluk-beluk Kuau Raja (Argusianus Argus) yang merupakan burung maskot Sumatera Barat di Museum Zoologi Univeritas Andalas (MZUA). (istimewa)

PADANG (19/11/2021) - Siswa Kelas VIII Sekolah Alam Indonesia (SAI) mengunjungi Museum Zoologi Univeritas Andalas (MZUA), khususnya untuk mengetahui seluk-beluk Kuau Raja (Argusianus Argus) yang merupakan burung maskot Sumatera Barat.

Ahli burung yang juga Ketua Jurusan Biologi FMIPA Unand, Dr Wilson Novarino mengungkapkan, para siswa SAI itu dikenalkan tentang populasi Kuau Raja, penjelasan mengenai camera trap dan hasil tangkapan camera trap serta mengeksplor MZUA untuk melihat beberapa koleksi spesimen fauna yang tersedia,

Cynthia Ericca, mahasiswa Universitas Andalas yang melakukan kajian riset tentang Kuau Raja juga ikut memberikan infomasi yang memperkaya pemahaman siswa terhadap spesies burung istimewa ini.


"Kunjungan SAI ke MZUA, akan dapat menambah pengetahuan dan informasi mengenai satwa khususnya Kuau Raja pada siswa-siswi SAI," harap Wilson dalam pernyataan tertulis yang diterima, Jumat.

Ia berharap, dengan pengetahuan yang telah diberikan, siswa-siswi sekolah ini tertarik dan dapat ikut serta dalam upaya konservasi Kuau Raja.

MZUA memiliki koleksi keanekaragaman hayati serta upaya pelestarian satwa di Sumatera. MZUA memiliki tujuan untuk menjelaskan kajian-kajian yang berhubungan dengan keanekaragaman hayati fauna di Sumatera dan yang berkaitan dengan kondisi yang mempengaruhinya.

Pameran koleksi spesimen MZUA, dikelompokkan berdasarkan kelas fauna berupa spesimen basah dan spesimen kering yang telah dikumpulkan dengan beberapa informasi tambahan mengenai fauna tersebut. Koleksi spesimen yang berada di MZUA inilah, yang jadi daya tarik tamu untuk mencari informasi dan menambah wawasan pengetahuan terhadap spesimen.

Dr Henny Herwina didampingi Lintang sebagai koordinator Asisten Museum mengatakan, kegiatan MZUA sendiri meliputi praktikum untuk berbagai topik seperti herping, birdwatching dan auditory sensus.

Selain itu, terdapat juga pelatihan-pelatihan penggunaan perangkap jebak (trap) dan software pendukung, aksi sapu jerat, kunjungan Museum Zoologi (OpenLab MZUA), keikutsertaan dalam kegiatan pelepasliaran satwa oleh Tim BKSDA Sumbar dan beberapa kegiatan lainnya.

"OpenLab MZUA merupakan pameran yang bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai satwa dan satwa liar di Sumatera. OpenLab MZUA terbuka untuk mahasiswa Universitas Andalas, siswa (TK, SD, SMP dan SMA) serta masyarakat umum," ungkap Henny.

Dirancang Siswa secara Mandiri

Kepala SAI, Irfan Fauzi menuturkan, kunjungan SAI ke MZUA ini merupakan inisiatif dari siswa-siswi SAI dalam tajuk Young Explorer. Kegiatan ini merupakan buah hasil dari kemandirian siswa-siswi salah satu sekolah alam yang berkegiatan di Jakarta Selatan itu.

Seluruh persiapan kegiatan selama seminggu lebih, terhitung sejak 8 November lalu, mulai dari pendanaan hingga runutan kegiatan, dirancang siswa-siswi SAI sendiri.

Salah satu siswa SAI mengungkapkan bahwa alasan mereka berkunjung ke MZUA adalah untuk mempelajari Kuau Raja yang status konservasinya langka. Mereka juga sangat tertarik untuk mengamati spesimen Kuau Raja yang ada di MZUA secara langsung. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar