Ini Tujuan Proyek Drainase Primer di Jl Perintis Kemerdekaan

Al Imran | Minggu, 21-11-2021 | 17:09 WIB | 30 klik | Kota Bukittinggi
<p>Ini Tujuan Proyek Drainase Primer di Jl Perintis Kemerdekaan<p>

Pembangunan saluran drainase primer di ruas Jl Perintis Kemerdekaan, mulai dari depan SMPN 1 hingga Rumah Potong, telah mengakibatkan dampak gangguan. (hamriadi)

BUKITTINGGI (21/11/2021) - Pengerjaan proyek pembangunan saluran drainase primer di ruas jalan Perintis Kemerdekaan, mulai dari depan SMPN 1 hingga Rumah Potong, telah mengakibatkan dampak gangguan masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bukittinggi, Rahmat AE, Ahad mengatakan, proyek Pembangunan Drainase Primer ini bertujuan mengurangi debit air yang datang dari kawasan hulu batas kota Bukittinggi.

"Air dari hulu batas kota Bukittinggi itu, berasal dari Kabupaten Agam yaitu, Bandar Durian yang masuk ke Saluran di Jalan Sudirman," paparnya.


Drainase dibuat, terangnya, guna mengalihkan titik crossing air yang selama ini menyebabkan genangan di kawasan Jembatan Besi, Simpang Capella, Masjid Darussalam, kawasan Galiano dan Pasar Bawah.

Disamping itu juga direncanakan untuk menampung air dari Bukit Cangang di samping SMP N 1, Jl H Agus Salim, Kawasan Pasar Atas yaitu dari Jenjang Gudang, dari Pasar Lereng, dari Jenjang 40, Jalan Cindua Mato yang akan dihubungkan dengan saluran primer ini.

Proyek tersebut direncanakan pada Tahun Anggaran (TA) 2019. Proses Perencanaan Detail Design Engineering (DED) dilakukan pada Tahun Anggaran 2020, yang dilaksanakan oleh Bidang Jalan, Jembatan dan Irigasi Dinas PUPR pada periode pemerintahan Ramlan Nurmatias sebagai wali kota.

Proyek yang telah berlangsung selama dua bulan ini, ditargetkan selesai 26 Desember 2021.

Pekerjaan yang telah menyebabkan keluhan masyarakat terkait material berupa tanah sisa galian dari pekerjaan drainase yang tengah berlangsung ini, dilakukan gotong royong (goro) pembersihan di Jl Perintis Kemerdekaan dari sisa galian pekerjaan drainase.

Pembersihan tersebut langsung atas instruksi wali kota, sehingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) beserta dinas terkait lainnya untuk melakukan goro.

Instruksi goro ini, merupakan respon atas keluhan masyarakat terkait material berupa tanah sisa galian dari pekerjaan drainase yang tengah berlangsung di tengah kota.

Masyarakat mengeluhkan, di lokasi proyek pekerjaan drainase itu, material debu berterbangan jika cuaca sedang cerah. Selain itu, jalan menjadi licin jika diguyur hujan, sehingga berdampak terhadap kesehatan serta kenyamanan masyarakat dan pengguna jalan.

Erman merasakan kekecewaan terhadap proses pengerjaan Proyek Drainase Primer yang telah berjalan sekitar dua bulan ini.

Meski demikian, ia menyebut Pemerintah Kota Bukittinggi perlu langsung ambil peran mengatasi masalah tersebut.

"Tiap proyek konstruksi wajib perhatikan sistem manajemen keselamatan kerja konstruksi, baik dari aspek teknis pekerjaannya, maupun untuk keselamatan, kenyamanan masyarakat sekitar dan pengguna jalan."

"Walaupun kontraktor lalai, yang jelas Pemko harus ambil peran dan turun ke lapangan beri solusi langsung atas ketidaknyamanan masyarakat," ucap Erman yang juga Ketua Partai Gerindra Bukittinggi ini. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar