Fakultas Kedokteran Unand Luncurkan Modul Pakde Gula bagi Penderita Diabetes

Al Imran | Selasa, 23-11-2021 | 19:22 WIB | 42 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Fakultas Kedokteran Unand Luncurkan Modul Pakde Gula bagi Penderita Diabetes<p>

Guru besar Fakultas Kedokteran Unand, Prof Rizanda Machmud bersama dosen Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, dr Ulya Uti Fasrini foto bersama usai peluncuran modul Pakde Gula bersama kader Posbindu Wilayah Puskesmas Ambacang, di Masjid Raya Istiqlal, Kampung Kalawi, Sabtu. (veby rikiyanto)

PADANG (22/11/2021) - Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas menggelar pelatihan kader Posbindu di wilayah Puskesmas Ambacang, Sabtu (20/11/2021). Materi yang disampaikan tentang diet sehat bagi penderita diabetes melitus.

Materi disampaikan dosen pada Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, dr Ulya Uti Fasrini. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Raya Istiqlal, Kampung Kalawi.

Pesertanya, selain diikuti kader Posbindu di wilayah kerja Puskesmas Ambacang, juga menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Padang, Kepala Puskesmas Ambacang dr Weni Putria serta pemegang program PTM dan gizi.


Acara yang berlangsung kurang lebih tiga jam itu, dibagi jadi dua sesi. Dimana, sesi pertama itu pembukaan dan peluncuran modul Pakde Gula (Panduan Khusus Diet Sehat Pasien Gula).

Peluncuran model ini dilakukan dosen pembimbing dokter muda IKM FK Unand, Prof Rizanda Machmud, kepala Dinas Kesehatan Padang yang diwakili Ketua Bagian PTM Dinas Kesehatan Padang dan diteruskan ke Kepala Puskesmas Ambacang.

Sesi kedua yaitu sesi pelatihan kader Posbindu tentang modul Pakde Gula. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader Posbindu di wilayah kerja Puskesmas Ambacang tentang diet sehat penderita DM.

Menurut Rizanda, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader Posbindu di wilayah kerja Puskesmas Ambacang tentang diet sehat penderita Diabetes.

"Diharapkan kader mampu mengedukasi masyarakat penderita diabetes, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi dari penyakit tersebut," ujarnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Ambacang, dr Weni Fitria Nazulis mengatakan, latar belakang acara ini diselenggarakan karena Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular terbanyak di dunia maupun di Indonesia.

Diabetes sendiri jadi penyebab kematian terbanyak nomor dua di Indonesia, setelah penyakit cardiovaskular, dimana penyakit ini banyak menimbulkan komplikasi pada penderitanya mulai dari kebutaan, bekas luka yang sulit sembuh bahkan bisa sampai diamputasi.

"Dalam mengobati diabetes melitus, tidak hanya dari obat-obatan saja tetapi juga dari olahraga dan pengaturan pola makan," papar Weni.

Modul ini diharapkan dapat jadi acuan dan sumber untuk mengatur pola makan pasien diabetes melitus.

"Penyakit diabetes melitus memang tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dikendalikan salah satunya dari pengaturan pola makan," pungkasnya. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar