Kementrian PUPR Gelar Uji Kompetensi 45 Tenaga Kerja Konstruksi asal Payakumbuh

Al Imran | Rabu, 24-11-2021 | 19:33 WIB | 13 klik | Kota Payakumbuh
<p>Kementrian PUPR Gelar Uji Kompetensi 45 Tenaga Kerja Konstruksi asal Payakumbuh<p>

Asisten III Payakumbuh, Amriul Dt Karayiang mewakili Wali Kota, Riza Falepi membuka pembekalan sekaligus melakukan uji sertifikasi kompetensi terhadap 45 orang tenaga kerja konstruksi asal Payakumbuh, Rabu (24/11/2021). (humas)

PAYAKUMBUH (24/11/2021) - Dinas PUPR Payakumbuh memberikan pembekalan sekaligus melakukan uji sertifikasi kompetensi terhadap 45 orang tenaga kerja konstruksi selama dua hari, Rabu dan Kamis (24-25/11/2021). Pembekalan ini menggandeng Kementerian PUPR RI.

"Kita menggandeng Balai Jasa Konstruksi Wilayah 1 Banda Aceh Kementerian PUPR RI. Sebelumnya pada periode pertama, di bulan Mei 2021 kemarin, kita telah melaksanakan kegiatan serupa dengan peserta sebanyak 55 orang," ujar Kabid Bina Konstruksi dan Perizinan Bangunan Dinas PUPR Payakumbuh, Yulia Fitri.

Kegiatan itu dibuka Asisten III Payakumbuh, Amriul Dt Karayiang mewakili Wali Kota, Riza Falepi. Turut hadir Pembina Jasa Konstruksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah 1 Banda Aceh, Deni Hastuti dan Narasumber, Rizka Fauzi Yosfi.


Dikatakan Yulia Fitri, tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan tenaga kerja terampil yang bersertifikat dan diakui secara nasional sesuai dengan amanat UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi yang sebagian diubah UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang mewajibkan seluruh tenaga kerja memiliki sertifikat kompetensi.

Dijelaskan Yulia, peserta periode kedua ini adalah 45 orang perwakilan tenaga kerja konstruksi dari badan usaha dan peserta mandiri di Kota Payakumbuh yang lulus verifikasi dari 80 orang yang mendaftar secara online.

"Kita punya sekitar 1.025 tenaga kerja konstruksi di Kota Payakumbuh. Sejak dimulai proses sertifikasi pada 2019 lalu, yang sudah tersertifikasi masih sekitar 20 persen," kata Yulia.

Sementara, Amriul Dt Karayiang mengapresiasi peserta yang ikut kegiatan ini yang sudah mengikuti vaksinasi Covid19. Amriul berharap, peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik, karena akan diuji dan ditentukan pula siapa yang lulus atau tidak lulus untuk diberikan sertifikat.

"Semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat, karena memiliki sertifikat penting sekali dalam menghadapi dunia kerja. Setiap pekerjaan diukur kompetensinya. Yang punya kompetensi, ditandai dengan memiliki sertifikat. Kalau tidak bersertifikat, maka tidak diakui punya kompetensi," ujarnya.

Yang tak kalah penting, kata Amriul, setiap badan usaha harus mengetahui dan mengikuti perkembangan aturan yang ada. Saat ini, melakukan pekerjaan tidak lagi secara lokalisasi, artinya dimana-mana di Indonesia, perusahaan dari mana saja bisa melaksanakan pekerjaan sesuai kompetensi yang diminta.

"Intinya, SDM kita harus kompeten. Jangan pekerjaan di Payakumbuh dikerjakan semuanya oleh orang luar. Kita harus jadi tuan di rumah sendiri, membangun negeri kita," ujarnya.

Ditambahkan Amriul, memasuki dunia kerja, tenaga kerja terampil yang mempunyai sertifikat menjadi ukuran. Tetapi perlu digaris bawahi kalau tak hanya kompetensi keterampilan saja, tapi kemampuan komunikasi dan bahasa juga harus dimiliki.

"Dari perkembangan informasi yang kita ikuti, orang Indonesia banyak yang sudah mumpuni diteknisi, tetapi kita kalah di bahasa oleh tenaga kerja luar. Hal yang patut diingat, negara Vietnam, Thailand dan Myanmar telah mamasukkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ke dua mereka, karena menjadikan Indonesia sebagai pangsa pasarnya. Jangan sampai kita kalah saing," tukas dia.

Animo Masyarakat Sumbar Tinggi

Pembina Jasa Konstruksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah 1 Banda Aceh, Deni Hastuti menyampaikan pada tahun 2021 ini lembaga di bawah Kementerian PUPR itu menargetkan di 5 Provinsi Aceh, Sumut, Sumbar, Kepri dan Riau bisa menjangkau 5.925 orang tenaga kerja konstruksi bisa disertifikasi.

Ternyata animo tertinggi berada di Provinsi Sumbar, sudah 3.431 orang ikut tahun ini. Astuti juga mengapresiasi tingginya semangat Kota Payakumbuh untuk melakukan sertifikasi kepada tenaga kerja konstruksi.

"Awalnya kami menargetkan 9.300 orang, tetapi setelah refocusing anggaran karena Covid19, maka berkurang menjadi 5.925. Biasanya, target satu balai berada diatas 20.000 orang tenaga kerja konstruksi," kata Astuti.

Astuti menjelaskan, baik badan usaha maupun tenaga kerjanya harus memiliki sertifikat kompetensi. Badan usaha dikeluarkan oleh lembaga yang diakui seperti Lembaga Sertifikasi Badan Usaha (LSBU) dan untuk tenaga kerja dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

"Untuk memfasilitasi sertifikasi ini, bisa dilaksanakan pemerintah, swasta, hingga badan usaha konstruksi itu sendiri. Asalkan, proses sertifikasi kompetensinya melalui LSBU atau LSP," kata Astuti. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar