Milad Satu Abad Thawalib Gunung Ditandai dengan Andalas Santri's Camp

Al Imran | Rabu, 24-11-2021 | 23:22 WIB | 13 klik | Kota Padang Panjang
<p>Milad Satu Abad Thawalib Gunung Ditandai dengan Andalas Santri's Camp<p>

Tarian kolosal hasil kolaborasi seluruh peserta dari berbagai daerah dalam momentum Milad 1 Abad Thawalib Gunung dan menyambut Hari Jadi Kota (HJK) Padang Panjang yang ke-231, di Bancah Laweh, Rabu. (kominfo)

PADANG PANJANG (24/11/2021) - Suasana semarak terasa pada Milad ke-100 Tahun Thawalib Gunung. Satu abad berdirinya Pondok Pesantren (Pontren) ini ditandai dengan kegiatan Andalas Santri's Camp (ASC) yang diikuti 12 Pontren, berasal dari Provinsi Jambi, Riau, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Padang Panjang, Asrul, Rabu, pembukaan Kemah Santri Andalas ini berlangsung meriah dengan berbagai penampilan kesenian yang diperagakan secara massal oleh para santri Thawalib Gunung.

Rangkaian kegiatan dari Selasa (23/11/2021) sampai dengan Jumat (26/11/2021) di Lapangan Khatib Sulaiman ini, sekaligus dalam rangka menyongsong Hari Jadi Kota (HJK) Padang Panjang ke-231. Turut hadir, Forkopimda, pemuka masyarakat Nagari Gunung dan undangan lainnya.


Asrul dalam sambutannya, menyampaikan dukungan atas kegiatan yang diikuti lebih kurang 399 santri termasuk para pendamping ini. "Selaku pimpinan daerah, kami sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini," katanya.

Dikatakan, Satu Abad Pontren Thawalib Gunung telah menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan di Kota Padang Panjang. Khususnya bagi institusi yang berlandaskan agama.

"Saya atas nama masyarakat dan pemerintah ikut merasa bahagia atas pencapaian satu abad Thawalib Gunung," tuturnya.

Asrul berharap, kegiatan ASC dapat menumbuhkembangkan pengetahuan dan karakter santri. "Kami berharap, ASC dapat memberikan gambaran bagi para santri, alasan kenapa kita belajar sungguh-sungguh," ujarnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Padang Panjang, Alizar mengatakan, tema 'Merajut Ukhuwah untuk NKRI, Kuat Bermartabat" pada acara tersebut, merupakan tema yang bermakna sangat dalam dan relevan, senyawa, seinti dengan pondok pesantren.

Menurutnya, para santri sangat berperan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. "Perlawanan mengusir penjajah, baru muncul setelah keberadaan pendidikan halaqah, cikal bakal pesantren. Para pahlawan di negari ini mayoritas oleh orang-orang pondok pesantren," sebutnya.

Sementara itu, Pimpinan Thawalib Gunung, Ustadz Muhammad Mahfuz Mustia mengatakan, kegiatan ASC diselenggarakan guna merajut ukhuwah, mencairkan kebekuan dan meraih berkah.

"Orang mukmin seperti bangunan yang saling menguatkan. Kita tidak ada lomba antarpontren dalam acara ini. Kita membuat 15 kelompok yang masing-masingnya diisi oleh berbagai Pontren untuk berbagai kegiatan. Kita menghilangkan sekat antarpontren," ungkapnya.

Tarian Kolosal

Kegiatan Andalas Santri's Camp yang akan berlangsung selama empat hari ini, dibuka dengan tarian kolosal hasil kolaborasi seluruh peserta dari berbagai daerah dalam momentum Milad 1 Abad Thawalib Gunung dan menyambut Hari Jadi Kota (HJK) Padang Panjang yang ke-231, di Bancah Laweh, Rabu.

Mega (15), salah seorang santri yang turut andil dalam tarian ini menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk merajut ukhuwah Islamiyah.

Sebagai perwakilan dari Thawalib Gunung, ia juga menuturkan, tarian kolosal ini sudah dirancang selama kurang lebih satu bulan oleh guru dan santri Thawalib Gunung.

Kegiatan yang diikuti 200 peserta yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Sungai Penuh, Jambi hingga Binjai, Sumatera Utara ini sudah berlatih bersama kurang lebih tiga hari lamanya, hingga pembukaan ASC dimulai.

Melalui kegiatan ini, Mega mewakili seluruh peserta berharap pondok pesantren Indonesia memiliki andil yang besar dalam banyak hal baik untuk pendidikan dan penyebaran Islam. Dari santri untuk NKRI, bersama-sama wujudkan Indonesia yang kuat dan bermartabat. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar