Mubaligh Efektif dan Terukur dalam Menyampaikan Pesan Vaksin dan Bahaya Covid19

Al Imran | Senin, 29-11-2021 | 23:23 WIB | 125 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Mubaligh Efektif dan Terukur dalam Menyampaikan Pesan Vaksin dan Bahaya Covid19<p>

Sekretaris Umum PUI Sumatera Barat periode 2021-2026, Jenzuldi Rosalim saat jadi pembicara pada kegiatan sosialisasi pencegahan dan pengendalian Covid19 melalui penceramah agama/mubaligh yang digelar Dinas Kesehatan Sumbar, di Padang, Senin.

PADANG (29/11/2021) - Mubaligh semestinya dilibatkan sejak awal Pandemi Covid19 merebak di Indonesia pada Maret 2020 lalu. Peran mubaligh untuk menyosialisasikan Covid19 maupun vaksin, akan sangat efektif karena mereka punya jemaah (pengikut) yang mau mendengarkan pesan yang disampaikan.

"Secara umum, masyarakat Sumatera Barat percaya pada apa yang disampaikan mubaligh. Saya merasa surprise, akhirnya Dinas Kesehatan tergerak untuk memanfaatkan para mubaligh untuk ikut serta menyosialisasikan pencegahan dan penanganan Covid19, setelah dua tahun pandemi ini meruyak di masyarakat," ungkap Sekretaris Umum Persatuan Umat Islam (PUI) Sumatera Barat periode 2021-2026, Jenzuldi Rosalim di Padang, Senin.

Pernyataan ini disampaikan Jenzuldi Rozalim saat jadi pembicara pada kegiatan sosialisasi pencegahan dan pengendalian Covid19 melalui penceramah agama/mubaligh yang digelar Dinas Kesehatan Sumbar.


Dia mengharapkan, pemerintah Sumatera Barat konsisten melibatkan para mubaligh, dalam berbagai kegiatan sosialisasi baik Covid19 ataupun kegiatan lainnya. Karena, dampak kerja dari para mubaligh akan lebih masif dan terukur.

"Seandainya para mubaligh dilibatkan sejak awal, rendahnya tingkat kepercayaan (trust) masyarakat pada pemerintah soal Covid19 maupun vaksin, tak akan begitu mengental di masyarakat," ungkap Jenzuldi yang juga Direktur CARE Indonesia itu.

Dikesempatan itu, Jenzuldi mengharapkan awak media di Sumatera Barat khususnya, nasional secara umum, proaktif memberitakan turun drastisnya angka penularan Covid di berbagai daerah. Bahkan, ada daerah yang mampu me-nolkan angka penularan.

"Harusnya, prestasi me-nol-kan penularan Covid19 ini, pemberitaannya juga massif sebagaimana saat angka Covid19 melonjak tinggi," ungkap Jenzuldi

Sosialisasi ini telah dimulai sejak Kamis (25/11/2021), di Hotel Rocky, Padang. Pesertasnya berjumlah 100 orang terdiri dari mubaligh dari Kota Padang, Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

Untuk gelombang ke-2, Senin (29/11/2021), di Hotel Rocky, Padang. Peserta berjumlah 100 orang yang merupakan mubaligh dari Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Gelombang ke-3 akan digelar Selasa (30/11/2021), bertempat di Hotel Rocky, Padang. Peserta berjumlah 100 orang mubaligh dari Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat.

Dalam paparannya, Jenzuldi juga berbicara tentang peran dai dalam masyarakat untuk turut serta menyosialisasikan pencegahan dan penanganan Covid. Sekaligus, mengingatkan tugas, fungsi dan cara menyampaikan dakwah yang tepat dan efisien tentang Covid19. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar