Bukittinggi Alokasikan Rp300 Juta untuk Pemberantasan HIV AIDS

Al Imran | Rabu, 01-12-2021 | 21:24 WIB | 78 klik | Kota Bukittinggi
<p>Bukittinggi Alokasikan Rp300 Juta untuk Pemberantasan HIV AIDS<p>

Wako Bukittinggi, Erman Safar. (hamriadi)

BUKITTINGGI (1/12/2021) - Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi mengalokasikan dana Rp300 juta di APBD 2022, guna penanganan HIV/AIDS di kota wisata itu.

"Dengan pengalokasian dana ini, kita berharap agar tahun depan tidak ada lagi kasus HIV/AIDS di Bukittinggi," kata Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, Rabu siang.

Ia menyampaikan, berdasarkan hasil tes VCT yang dilakukan terhadap 1.000 orang, tercatat 18 orang positif HIV.


"Ke-18 orang tersebut, merupakan warga yang beraktivitas di Bukittinggi," kata Erman yang juga Ketua Partai Gerindra Bukittinggi ini.

Menurut dia, penderita HIV sudah merambah ke seluruh tingkatan sosial, mulai dari orang yang sejahtera secara finansial sampai kaum papa. Dari orang yang berpendidikan sampai pada orang yang tidak berpendidikan.

"Zaman dulu orang yang terpapar HIV akibat memakai narkoba dengan alat suntik secara bergantian. Sekarang, banyak penderita HIV dari penyimpangan seksual," ujarnya.

Dia mengajak, seluruh elemen agar memerangi HIV, salah satunya yaitu Komisi Perlindungan Aids (KPA).

Erman menyebutkan, dua tahun sebelumnya, KPA tidak ada kegiatan dalam menyosialisasikan bahaya HIV pada masyarakat, lantaran tidak ada anggaran dari pemerintah.

"Makanya, di 2022 pemerintah mengalokasikan anggaran APBD untuk kegiatan KPA, agar KPA bisa menjalankan kegiatan menyosialisasikan tentang bahaya HIV," paparnya.

Pemerintah, kata Erman, juga berharap seluruh pemangku kepentingan (stakeholder-red), untuk bahu-membahu dalam memerangi HIV.

Untuk diketahui, penderita HIV rata-rata merasa malu dan menutup diri, maka peran KPA lah yang bisa melakukan pendekatan langsung ke penderita HIV.

Erman menyampaikan, pemerintah harus meminimalisir penularan HIV dari perilaku LGBT dan narkoba suntik.

Menurut dia, salah satu upaya pemerintah menekan dan meminimalisir penyebaran HIV, memasukkan kurikulum aqidah dan fiqih di sekolah. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kota Bukittinggi