PPKM Level 3 Serentak di Momen Nataru Pengaruhi Inflasi Sumater Barat

Al Imran | Kamis, 02-12-2021 | 22:43 WIB | 55 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>PPKM Level 3 Serentak di Momen Nataru Pengaruhi Inflasi Sumater Barat<p>

Infografis.

PADANG (2/12/2021) - Berita Resmi Statistik yang dirilis BPS Sumatera Barat, perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) umum di Sumatera Barat pada November 2021 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,65% (mtm) atau meningkat dibandingkan realisasi Oktober 2021 yang sebesar 0,36% (mtm).

Berdasarkan secara spasial, pada November 2021 Kota Padang mengalami inflasi 0,70%, atau meningkat dibandingkan Oktober 2021 sebesar 0,35% (mtm). Kota Bukittinggi tercatat inflasi sebesar 0,40% (mtm), sedikit lebih rendah dibandingkan Oktober 2021 yang sebesar 0,41% (mtm).

"Realisasi inflasi Kota Padang dan Kota Bukittinggi tercatat berada pada urutan ke-7 dan ke-19 kota dengan inflasi tertinggi dari 24 kota yang mengalami inflasi di Sumatera. Secara nasional, Kota Padang menduduki urutan ke-13 sementara Kota Bukittinggi berada pada urutan ke-35 kota dengan inflasi tertinggi dari total 84 kota yang mengalami inflasi di Indonesia," ungkap Kepala BI Sumbar, Wahyu Purnama A dalam siaran pers yang diterima, Kamis.


Secara tahunan, terang dia, inflasi November 2021 tercatat sebesar 1,64% (yoy), meningkat dibandingkan dengan realisasi Oktober 2021 yang sebesar 1,50% (yoy). Sementara itu, secara tahun berjalan Januari hingga November 2021, Sumatera Barat mengalami inflasi sebesar 0,97% (ytd), juga meningkat dibandingkan realisasi Oktober 2021 yang mengalami inflasi sebesar 0,31% (ytd).

"Realisasi inflasi tahun berjalan November 2021 ini, tercatat lebih rendah dibandingkan November 2020 yang sebesar 1,44% (ytd)," ungkap dia.

Inflasi Sumatera Barat pada November 2021 terutama didorong oleh inflasi kelompok transportasi dengan nilai inflasi 2,59% (mtm) dan andil 0,35% (mtm). Inflasi pada kelompok transportasi bersumber dari peningkatan tarif angkutan udara dengan andil inflasi sebesar 0,35% (mtm).

Tarif angkutan udara saat ini mengalami peningkatan didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat pasca penurunan level PPKM di wilayah Kota Padang dan sebagian besar wilayah di Indonesia. Peningkatan harga juga didorong oleh meningkatnya permintaan menjelang HBKN Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

"Kebijakan PPKM level 3 serentak yang rencananya akan diterapkan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 mendorong peningkatan mobilitas masyarakat lebih awal," terangnya.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga turut menyumbang inflasi Sumatera Barat pada November 2021 dengan nilai inflasi 0,77% (mtm) dan andil 0,23% (mtm). Inflasi pada kelompok ini terutama disumbang oleh peningkatan harga komoditas cabai merah, minyak goreng, dan telur ayam ras dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,17%; 0,09%; 0,03% (mtm).

Peningkatan harga cabai merah diakibatkan oleh keterbatasan pasokan di tengah curah hujan yang cukup tinggi, serta telah selesainya masa panen di Sumbar. Harga minyak goreng meningkat sejalan dengan peningkatan harga komoditas CPO global yang mendorong peningkatan harga TBS sawit di Sumbar.

Telur ayam ras tercatat mengalami peningkatan harga yang disebabkan oleh normalisasi harga telur setelah sebelumnya mengalami penurunan harga yang cukup signifikan.

Sementara itu, emas perhiasan yang termasuk ke dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga tercatat menyumbang inflasi pada November 2021 dengan nilai andil inflasi 0,02% (mtm). Peningkatan harga emas perhiasan ini sejalan dengan fluktuasi harga emas global yang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan perkembangan wabah Covid19.

Di sisi lain, inflasi lebih lanjut tertahan oleh deflasi pada komoditas daging ayam ras, bawang merah, tomat, kentang, dan ikan gembolo/ikan aso-aso dengan andil deflasi masing-masing sebesar -0,04%, -0,02%, -0,02%, -0,01%, -0,01% (mtm).

Dikatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat secara aktif melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi di daerah terutama dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pemulihan ekonomi di tengah Pandemi Covid-19. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar