UMKM Batik Rang Minang Lahirkan Motif Kembali ke Surau

Al Imran | Sabtu, 04-12-2021 | 18:17 WIB | 40 klik | Kota Padang Panjang
<p>UMKM Batik Rang Minang Lahirkan Motif Kembali ke Surau<p>

Pengrajin batik dari UMKM Batik Rang Minang, di Jl H Kamarullah, Kelurahan Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat dengan mengerjakan motif Kembali ke Surai, di studio mereka yang berukuran 3x10 meter persegi. (kominfo)

PADANG PANJANG (4/12/2021) - Perajin batik Kota Padang Panjang, kenalkan motif Kembali ke Surau. Motif yang diciptakan UMKM Batik Rang Minang tersebut, merupakan cerminan dari suasana religius di kota tempat motif batik ini dihasilkan.

UMKM Batik Rang Minang ini berlokasi di Jl H Kamarullah, Kelurahan Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat. Studionya hanya berukuran 3x10 meter persegi. Ruang tak begitu luas ini, dibagi jadi dua bagian, masing-masing 3 x 5 meter persegi dengan disain kotak.

Namun, di ruangan sederhana inilah, mahakarya indah nan elok tersebut sedang diciptakan. Adalah Hendro (27), Dinda (25), Nadia (24) dan Mike (35), pembatik muda asal Padang Panjang yang jadi kreatornya.


Duduk di ruangan bagian depan, mereka duduk melingkari wajan kecil yang di atasnya terdapat malam (lilin) yang sedang dipanaskan. Berkali-kali mereka mencelupkan canting ke dalam wajan. Menundukkan badan. Kemudian melukis kain dengan sepenuh hati.

Canting berlarian ke sana-sini mengikuti pola motif Masjid Asasi yang dikelilingi bunga dan juga kupu-kupu yang sudah dilukis menggunakan pensil sebelumnya. Masjid Asasi melambangkan surau. Kupu-kupu melambangkan kaum laki-laki. Bunga melambangkan kaum perempuan.

Motif ini mewakili harapan Nadia, sang pelukis pola. Ia berharap, para kaum muda, baik laki-laki maupun perempuan Minangkabau untuk kembali belajar agama, adat dan kesenian di surau seperti masa dulu.

Setumpuk keinginan dan harapan yang ada dalam pola tersebut, ditintakan di atas kain pesanan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sebanyak 30 helai, dengan panjang masing-masing adalah 115x220 cm.

Di ruangan sebelahnya, Indah (26) dengan telaten menggosok-gosokkan spons busa yang telah diberi pewarna khusus batik, ke setiap sisi dan sudut yang masih berwarna putih pada bidang kain yang telah selesai di-canting. Warna biru kemudian dipilih menjadi warna dasar batik, yang akan dibuat menjadi baju tersebut.

Sesuai dengan namanya, Batik Rang Minang mengambil motif yang berasal dari lingkungan Minangkabau. Seperti motif Surau dan Silek yang baru-baru ini diproduksi.

Ada juga Pucuak Rabuang, Kaluak Paku, Rangkiang, Rumah Gadang dan juga Masjid Asasi, salah satu masjid tertua di Kota Padang Panjang.

UMKM ini masih mempertahankan batik tulis untuk menjaga keunikan dan kekhasan karena dilukis satu persatu.

Ketekunan dan semangat yang dimiliki Mike dan teman-temannya, berasal dari dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Padang Panjang, yang telah banyak memfasilitasi mereka. Mulai dari awal pelatihan, hingga penyediaan tempat produksi dan bahan-bahan pembatikan.

Dengan pola dan motif yang diambil dari lingkungan sekitar Minangkabau, Mike berharap, masyarakat terkhususnya pemuda pemudi Minangkabau, senang dan bangga menggunakan batik hasil kerajinan lokal yang tidak kalah indah dan bagusnya dengan batik buatan luar daerah. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kota Padang Panjang