Gubernur Sumbar Letakan Batu Pertama

Pembangunan Masjid Jamik Mandiangin Dibangun 3 Lantai, Biaya Pembangunan Rp23 Miliar

Al Imran | Sabtu, 04-12-2021 | 21:10 WIB | 66 klik | Kota Bukittinggi
<p>Pembangunan Masjid Jamik Mandiangin Dibangun 3 Lantai, Biaya Pembangunan Rp23 Miliar<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi memberikan sambutan pada peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jamik Mandiangin di Jl Bypass, Sarojo Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS). (humas)

BUKITTINGGI (4/12/2021) - Masjid selain sebagai tempat ibadah, juga sebagai tempat strategis dalam bermusyawarah, guna mencari solusi dalam berbagai hal kebaikan.

Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Bukitinggi, Marfendi kepada wartawan di Bukittinggi, Sabtu siang.

Menurut dia, masjid juga sebagai tempat berkumpul seluruh kalangan dalam artian, sebagai tempat mencari solusi, terutama dalam menciptakan generasi muda yang agamais.


Ia menyampaikan, sebagai tempat yang baik dalam berbagai hal positif, maka pemerintah berupaya meningkatkan kualitas masjid.

"Dalam meningkatkan kualitas masjid, salah satunya dari sisi bangunan, kini di Bukittinggi sudah dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jamik Mandiangin," katanya.

Disampaikan, rencana pembangunan masjid lebih dikenal masyarakat kota Bukittinggi "Surau Gadang" tersebut, diperkirakan selesai pembangunan sekitar Rp23 miliar.

"Masjid berlokasi di perempatan Jl Bypass, Sarojo Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS) tersebut, Jumat (3/12/2021), telah dilakukan peletakan batu pertamanya oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi," paparnya.

"Rencananya, masjid akan dibangun tiga lantai yakni lantai dua dan tiga sebagai tempat beribadah, lantai dasar merupakan basement," ungkapnya.

Ia menyebutkan, pemerintah selain meningkatkan kualitas masjid secara bangunan, juga dilakukan penambahan pengetahuan bagi pengurus masjid.

"Alhamdulillah, pemerintah telah juga memfasilitasi empat pengurus masjid melakukan studi tiru ke Masjid Jogokariyan. Mereka itu yakni, Inyiak Imam, Inyiak Katik, Inyiak Bila dan Inyiak Kali, yang biasa di Kurai disebut Tuanku Nan Barampek," ungkapnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar