Kerjasama UNP dan POGI

Vaksinasi Covid19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Gubernur: Menjaga Bayi dari Resiko Penularan

Al Imran | Minggu, 05-12-2021 | 19:10 WIB | 57 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Vaksinasi Covid19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Gubernur: Menjaga Bayi dari Resiko Penularan<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi menerima cenderamata dari Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP DR M Djamil Padang yang juga Ketua POGI Sumbar, dr Dovy Djanas usai membuka gerakan Gebyar Vaksinasi 1000 Ibu Hamil dan Menyusui di auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu. (humas)

PADANG (4/12/2021) - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengatakan, memberi perhatian pada ibu hamil dan menyusui dari penularan Covid19, sekaligus berarti menjaga bayinya dari resiko penularan.

"Semoga kegiatan kita hari ini diberkahi, penularan Covid19 di Sumbar bisa terkendali dan tingkat vaksinasi bisa kita capai dengan sebaik-baiknya," harap Mahyeldi saat membuka gerakan Gebyar Vaksinasi 1000 Ibu Hamil dan Menyusui di auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu.

Ditegaskan Mahyeldi, vaksinasi yang dikhususkan pada kelompok masyarakat yang tengah hamil dan menyusui ini, merupakan bentuk kepedulian pemerintah pada generasi yang kuat secara fisik sekaligus untuk memacu capaian vaksinasi di Sumbar.


"Sangat mengapresiasi UNP, RSUP M Djamil Padang, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota Padang serta Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumatera Barat, yang telah bahu membahu memberikan sosialisasi dan sekarang vaksinasi bagi ibu hamil dan manyusui," terang Mahyeldi

Dikatakan Mahyeldi, selain vaksinasi di UNP, secara serentak di wilayah hukum Polda Sumbar, kegiatan vaksinasi juga digelar. Baik itu di Mapolda Sumbar di Jl Sudirman Padang serta di markas Polres hingga Polsek di Sumatera Barat.

Hingga awal Desember 2021 ini, capaian vaksinasi di Sumbar hingga sudah berada di angka 56 persen.

Sama

Direktur SDM, Pendidikan dan Umum RSUP DR M Djamil Padang yang juga Ketua POGI Sumbar, dr Dovy Djanas mengatakan, vaksinasi untuk ibu hamil atau bukan, sebenarnya sama.

"Tak perlu khawatir berlebihan. Ini merupakan upaya mencegah dampak tertular Covid19 bagi ibu hamil. Karena, jika ibu hamil itu terinfeksi, biasanya pemburukan penyakit lebih berat," ungkap dia.

Sebelum ibu hamil divaksinasi, terang dr Dovy, ada syarat yang mesti dilakukan secara ketat. Salah satunya, screening.

"Jika lolos screening baru bisa divaksin," ungkapnya sembari menyebutkan, hasil penelitian, belum ada laporan mengenai dampak negatif bagi ibu hamil yang ikut vaksin Covid19.

Dikatakan, vaksinasi bagi ibu hamil di Sumbar masih terbilang rendah. "Angka vaksinasi bagi ibu hamil baru ratusan orang. Angkanya masih rendah," ungkap dr Dovy. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar