Kementrian PUPR Hentikan Rencana Proyek Infrastruktur Persampahan Termasuk di Padang

Al Imran | Selasa, 07-12-2021 | 18:03 WIB | 55 klik | Kota Padang
<p>Kementrian PUPR Hentikan Rencana Proyek Infrastruktur Persampahan Termasuk di Padang<p>

Wako Padang, Hendri Septa berdialog dengan dua pejabat Kemenko Marives yakni Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarto serta Kepala Bidang Limbah, Asdep Pengelolaan Sampah dan Limbah, M Rizal Panrelly di Jakarta, Senin. (humas)

PADANG (6/12/2021) - Wali Kota Padang, Hendri Septa mengunjungi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), menindaklanjuti progres investasi pengelolaan sampah menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), Senin.

Kunjungan pemimpin Kota Padang tersebut disambut dua pejabat di Kemenko Marves yakni Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Nani Hendiarto serta Kepala Bidang Limbah, Asdep Pengelolaan Sampah dan Limbah, M Rizal Panrelly.

"Untuk percepatan investasi teknologi RDF, Padang bekerjasama dengan Universitas Andalas dalam membuat studi Kelayakan RDF. Untuk mendukung upaya ini, Pemko juga melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Semen Padang sebagai off-taker (pemanfaat produk RDF)," ungkap Hendri didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Endrizal dan Kepala DLH, Mairizon.


Hendri Septa juga berterima kasih, dipercayanya Padang sebagai penerepan teknologi RDF. Diketahui, teknologi ini merupakan pilot project yang telah dipromosikan Kemenko Marves bersama Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kementerian PUPR dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"RDF merupakan teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers jadi ukuran yang lebih kecil atau dibentuk menjadi pelet. Hasilnya, akan dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan dalam proses pembakaran recovaring batu bara untuk pembangkit tenaga listrik," jelasnya.

Sementara, Nani Hendiarto menyampaikan, investasi RDF akan tertunda pada tahun ini. Hal itu dikarenakan, kebijakan dari Kementerian PUPR untuk menghentikan sementara proyek infrastruktur persampahan, karena perlu mengevaluasi infrastruktur persampahan yang telah dibangun.

"Kita dari Kemenko Marves, tetap akan berupaya untuk mendukung pembangunan RDF di Padang," sebutnya

Nani juga menawarkan opsi investasi lain yang paralel dilakukan, menunggu perubahan kebijakan Kementerian PUPR.

Opsi tersebut, jelasnya, berupa pembangunan RDF Plant dengan dana penuh dari Pemerintah Pusat. Terkait dengan hal ini, Pemko Padang diharapkan menghubungi Kemenko Marives, dua minggu ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, juga hadir unsur pimpinan PT Semen Padang di antaranya Kepala Departemen Rendal Produksi, Juke Ismara, Kepala Unit Penunjang Produksi, Syamsur Rijal dan Kepala Unit HSE Mustakim Nasra.

Selain itu, juga hadir dari DLH Sumbar yakni Kepala UPTD Sampah Vianti Zami. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar