Pengangguran Pasbar Tembus 4,69%, Wabup: Tingkatkan Kompetensi Angkatan Kerja

Al Imran | Selasa, 07-12-2021 | 18:20 WIB | 51 klik | Kab. Pasaman Barat
<p>Pengangguran Pasbar Tembus 4,69%, Wabup: Tingkatkan Kompetensi Angkatan Kerja<p>

Wakil Bupati Pasbar, Risnawanto memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Pusat Pengembangan Keahlian (Skill Development Center) dan Klinik Produktifitas Tenaga Kerja dan Dunia Usaha, di aula kantor bupati, Selasa. (robbi irwan)

PASAMAN BARAT (7/12/2021) - Wakil Bupati Pasbar, Risnawanto menyebutkan, untuk bisa masuk ke pasar kerja yang strategis, membutuhkan tenaga kerja yang berkompeten.

Hal itu dikatakan Risnawanto saat membuka Rapat Koordinasi Pusat Pengembangan Keahlian (Skill Development Center) dan Klinik Produktifitas Tenaga Kerja dan Dunia Usaha, di aula kantor bupati, Selasa.

"Melalui Skill Development Center serta Klinik Produktifitas dan Dunia Usaha ini, dapat jadi salah satu alternatif dan solusi dalam peningkatan kompetensi masyarakat, guna mewujudkan kehidupan yang layak dan sejahtera untuk semua," ungkap Risnawanto.


Dijelaskan, Pusat Pengembangan Keahlian, Klinik Produktifitas dan Dunia Usaha ini merupakan program Presiden yang pelaksanaannya diwujudkan lewat pemerintah daerah kabupaten/kota.

"Dilihat dari partisipasi angkatan kerja di Kabupaten Pasaman Barat saat ini, berdasarkan data Pusat Statistik, tingkat pengangguran masih tinggi, sebesar 4,69%. Angka ini didominasi dengan angkatan kerja berumur 20-24 tahun," jelas Risnawanto.

Risnawanto menekankan, masalah pengangguran tidak hanya urusan pemerintah daerah saja, namun juga urusan stakeholder dan pelaku usaha lainnya.

"Kita berharap, melalui tim forum Pusat Pengembangan Keahlian dan Klinik Produktifitas dan Dunia Usaha ini, dapat memfasilitasi semua kebutuhan angkatan kerja dengan sungguh-sungguh. Agar, kedepannya SDM ketenagakerjaan siap menghadapi pasar kerja maupun membangun wirausaha mandiri," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Armen menjelaskan, rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan yang merupakan satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia umumnya dan Pasaman Barat Khususnya.

"Selain itu, misi dibentuknya forum Pusat Pengembangan Keahlian dan Klinik Produktifitas dan dunia usaha ini adalah untuk meminimalisir jumlah pengangguran yang ada di Pasaman Barat," katanya.

Ia menjelaskan, banyaknya jumlah pengangguran di Pasaman Barat dipengaruhi kompetensi dan daya saing yang sulit serta tidak sesuainya ketersediaan lapangan kerja dimana kapasitas kerja justru semakin berkurang.

"Selain itu, adanya ketidakcocokan antara pekerjaan yang dilakukan dengan pendidikan yang ditempuh, sehingga tidak adanya kelayakan antara pendidikan dengan pelatihan yang ditempuh," terangnya.

Turut Hadir dalam Rakor itu, Kepala Bappeda, Harnina Syahputri, Ketua TP PKK, Titi Hamsuardi, OPD, dan stakeholder terkait lainnya. (pl1)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar