Penurunan Kasus Stunting Butuh Tim Pendamping Keluarga

Al Imran | Rabu, 15-12-2021 | 09:34 WIB | 762 klik | Kota Padang Panjang
<p>Penurunan Kasus Stunting Butuh Tim Pendamping Keluarga<p>

Sekdako Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, dan pejabat terkait lainnya, mengikuti secara virtual Forum Nasional Stunting 2021, Selasa. (kominfo)

PADANG PANJANG (14/12/2021) - Presiden Joko Widodo, menargetkan angka stunting dapat ditekan hingga 14 persen di 2024 mendatang. Target tersebut diakui cukup menantang oleh Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo. Lantaran, harus mampu menurunkan angka stunting lebih dari tiga persen per tahunnya.

"Percepatan penurunan stunting yang angkanya masih 27,67 persen, ditargetkan bapak presiden jadi 14 persen di 2024. Suatu penurunan yang cukup menantang dengan kecepatan penurunan yang harus lebih dari tiga persen per tahun," kata Hasto dalam acara Forum Nasional Stunting 2021 yang diikuti secara virtual oleh Sekdako Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, dan pejabat terkait lainnya, Selasa.

Sementara itu, Wakil Presiden, Ma'ruf Amin mengatakan, satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting. Hal ini merupakan persoalan yang menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.


"Saya ingin menekankan, pemerintah sangat serius mengupayakan penurunan stunting. Komitmen pemerintah tidak pernah kendur," sebutnya.

Butuh Tim Pendamping Keluarga

Sonny ditemui usai mengikuti zoom meeting menyampaikan, Pemko Padang Panjang siap mendukung upaya pemerintah pusat melalui BKKBN menurunkan angka stunting.

"Pemko selalu mendukung langkah pemerintah pusat termasuk dalam upaya ini," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, dr Dian Puspita mengatakan, prevalensi stunting di Padang Panjang berada pada angka 16,1 persen per Agustus 2021. Angka ini, terang dr Dian, sudah menunjukan penurunan dari 2020, yang berada di angka 17,03 persen.

Dian mengatakan, tim pendamping keluarga ini sangat dibutuhkan untuk menurunkan angka stunting dengan target 14 persen.

"Kita membutuhkan tim pendamping keluarga ini. Bisa dari bidan desa yang ada di masing-masing kelurahan dan kader KB (Keluarga Berencana)," ujar Dian.

Dian mengharapkan, tim pendamping keluarga ini bisa memberikan pengetahuan kepada orang tua, bagaimana cara pencegahan stunting. Yaitu, dengan melaksanakan sosialisasi serta memberi pengetahuan mengenai stunting. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar