Air Isi Ulang tak Berkualitas jadi Salah Satu Faktor Pemicu Stunting

Al Imran | Rabu, 15-12-2021 | 10:00 WIB | 81 klik | Kota Padang
<p>Air Isi Ulang tak Berkualitas jadi Salah Satu Faktor Pemicu Stunting<p>

Asisten I Setdako Padang, Edy Hasymi mewakili Wali Kota Padang, Hendri Septa saat jadi keynote speaker pada Review Kinerja Tahunan Program Penurunan Stunting Terintegrasi, Selasa. (veby rikiyanto)

PADANG (14/12/2021) - Asisten I Setdako Padang, Edy Hasymi mangatakan, salah satu faktor penyebab terjadinya stunting (gagal tumbuh) pada anak, karena faktor mengonsumsi air minum yang tidak memenuhi standar kesehatan.

"Air tak layak minum di Kota Padang berada di angka 4,65 persen. Air tidak layak minum itu, karena banyaknya warga yang mengonsumsi air minum isi ulang, tanpa memperhatikan kelayakan depot air minum tersebut," ungkap Edy mewakili Wali Kota Padang, Hendri Septa saat jadi keynote speaker pada Review Kinerja Tahunan Program Penurunan Stunting Terintegrasi, Selasa.

Saat ini, terang Edy, banyak depot air minum yang belum diketahui kualitas airnya, sumber airnya darimana serta higienitas air maupun kualitas peralatan depot itu seperti apa.


Ia meminta masyarakat, lebih cerdas dalam memilih air minum yang layak untuk dikonsumsi dan jangan tergiur dengan harga yang murah.

Hingga saat ini, sumber air minum warga Padang melalui aliran PDAM serta dari sumur atau mata air. Persentasenya pun hampir seimbang. Dimana, pengguna PDAM sebanyak 51 persen, sedangkan 49 persen lainnya melalui sumur atau mata air.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Padang, Feri Mulyani mengatakan, air minum yang tidak higienis dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti Diare, Kolera, Disentri, Hepatitis A, Tipus dan Polio.

"Air yang tidak bersih atau sarana (depot) yang tidak bersih, jadi tempat berkembangnya bakteri ecoli, yang dapat membahayakan terutama terhadap ibu hamil dan anak-anak," paparnya.

Dia mengimbau masyarakat yang menggunakan air minum isi ulang, agar memperhatikan stiker warna hijau yang dikeluarkan Dinas Kesehatan tertempel disetiap depot. Apakah masih berlaku atau sudah kedaluarsa.

"Stiker hijau tersebut sebagai tanda, kalau depot tersebut sudah memenuhi syarat yang ditetapkan Dinkes, serta rutin memeriksakan sampel air minumnya tiga bulan sekali," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Feri Mulyani juga mengajak masyarakat untuk membiasakan memasak terlebih dulu air sebelum dikonsumsi. Gunanya, untuk membunuh bakteri-bakteri yang mungkin terdapat dalam air tersebut. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar