Nagari Nan Tujuah Gelar Pembinaan Inovasi Produk 50 Pelaku UMKM

Al Imran | Senin, 20-12-2021 | 22:06 WIB | 664 klik | Kab. Agam
<p>Nagari Nan Tujuah Gelar Pembinaan Inovasi Produk 50 Pelaku UMKM<p>

Ketua Dekranasda Agam, Yenni Andri Warman melihat hasil olahan pelaku UMKM di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah, Senin. (humas)

AGAM (20/12/2021) - Sebanyak 50 pelaku UMKM di Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah mengikuti pembinaan inovasi produk UMKM, di kantor wali nagari Nan Tujuah, Senin. Pembinaan yang diselenggarakan Pemerintah Nagari Nan Tujuah itu, menghadirkan narasumber dari Disperindagkop UKM Agam.

"Terimakasih kepada pemerintah nagari yang sudah menganggarkan kegiatan ini. Ini salah satu wujud kepedulian wali nagari terhadap UMKM," jelas Ketua Dekranasda Agam, Yenni Andri Warman saat membuka pembinaan ini.

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Perindagkop UKM), Dedi Asmar dan Helfi Suyanti (Kabid Perindustrian). Turut mendampingi Wali Nagari Nan Tujuah, Tarmizi Hakim.


Yenni mengapresiasi atas terselenggaranya pembinaan inovasi UMKM bagi pelaku usaha yang dimotori ibu-ibu rumah tangga di Nagari Nan Tujuah.

Menurut dia, permasalahan yang kerap terjadi bagi para pelaku usaha atau UMKM dewasa ini, yakni masalah pemasaran dan media promosi yang digunakan pengrajin.

Sehingga, hal itu jadi kendala yang cukup tabu bagi pelaku usaha akibat belum memahami pangsa pasar dan perkembangan zaman teknologi yang digunakan.

"Zaman IT saat ini menjual barang tidak harus di tempat, tapi bisa online, tinggal kita kirim," ujar dia.

Selain itu, hal yang tak kalah penting lagi yang perlu dipahami UMKM adalah, masalah kemasan produk yang inovasi dan kreatif.

"Melalui pembinaan ini, UMKM di Nagari Nan Tujuah bisa lebih maju dan lebih baik lagi ke depannya," harapnya.

Sementara itu, Tarmizi Hakim mengatakan, pembinaan inovasi produk UMKM ini dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku usaha, agar bisa bersaing maju dengan produk UMKM lainnya.

"Kita ingin produk unggulan di Nan Tujuah bisa lebih kreatif dan inovatif lagi. Seperti produk unggulan rajutan rendo yang sudah dipesan dari berbagai daerah," ujarnya.

Dalam pembinaan itu, pihaknya menganggarkan kegiatan tersebut sebesar Rp13,8 juta melalui dana APB-Nagari 2021.

"Kami berharap, ibu-ibu dengan serius mengikuti pelatihan. Semoga pembinaan ini langkah awal kemajuan UMKM di Nan Tujuah," harapnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar