Marfendi Ajak IKLA Bertemu Wawako Batam, Ini Tujuannya

Al Imran | Selasa, 21-12-2021 | 19:08 WIB | 644 klik | Kota Bukittinggi
<p>Marfendi Ajak IKLA Bertemu Wawako Batam, Ini Tujuannya<p>

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi berdialog dengan Amsakar Achmad (Wawako Batam) di ruang kerjanya, Jumat. (humas)

BATAM (21/12/2021) - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad berterimakasih pada seluruh penduduk Batam yang berasal dari Sumatera Barat, khususnya dari Kota Bukittinggi dan sekitarnya.

Meskipun bisa dikatakan mereka cukup banyak di Batam, ungkap Amsakar, selama ini terpantau sangat baik, santun dan memberikan kontribusi posisitif pada Kota Batam, khususnya dalam bidang perekonomian.

"Kita menyebut mereka (perantau Minang-red) dengan 'Penduduk Batam yang berasal dari Sumbar.' Bukan orang Sumbar yang merantau ke Batam. Bravo untuk penduduk Batam yang berasal dari Sumbar," ungkap Amsakar saat berdialog dengan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, di ruang kerjanya, Jumat (17/12/2021).


Kunjungan silaturrahim Marfendi dan rombongan ini, setelah menunaikan Shalat Jumat di Mesjid Raya Kota Batam, yang lokasinya berdekatan dengan kantor Pemerintahan Kota Batam. Kunjungan Marfendi ini, disambut langsung Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Dalam dialog itu, Amsakar mengungkapkan, dirinya sudah lama ingin berkunjung ke Kota Bukittinggi. "Ternyata, hari ini didatangi wakil wali kota yang kotanya dirindukan itu," ungkap Amsakar dalam pertemuan yang juga dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Sosial, Rudi Sakyakirti dan Kabag Kesra, Mahlil.

Dalam paparannya, Amsakar memaparkan kondisi Batam dari sejak dibentuk hingga saat ini. Dulunya, Batam adalah kota adminsitratif dibawah Otorita Batam yang bertanggungjawab langsung ke presiden. Setelah reformasi dan berpisahnya Kepri dari Riau, Batam jadi kota dengan pemerintahan tersendiri.

Sempat beberapa tahun di bawah dua pemerintahan, Otorita Batam dan Pemerintahan Kota Batam. Melihat tidak efektifnya dua bentuk pemerintahan ini, pemerintah pusat memutuskan bahwa wali kota langsung menjabat sebagai Kepala Otorita Batam.

Dikatakan Amsakar, wali kota dan wakil wali kota Batam saat ini, memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan untuk melancarkan alur transportasi kota dengan penduduk 1,2 juta orang. Jumlah tersebut mencapai hampir setengah penduduk propinsi Kepulauan Riau.

"Penduduk kami mencapai hampir setengah penduduk propinsi, maka jumlah penduduk yang cukup banyak ini sangat membutuhkan infrastruktur jalan untuk beraktifitas dimanapun, maka kami sejak periode pertama pemerintahan sampai saaat ini benar-benar fokus membangun jalan di dalam kota ini," ucap Amsakar yang menjabat periode kedua bersama wali kota yang sama.

Peluang Kerjasama

Di kesempatan itu, Marfendi menyampaikan, tujuan berkunjung Batam, selain bersilaturrahim juga mengajukan beberapa peluang kerjasama antar kota, khususnya pemasaran hasil pertanian yang cukup banyak di Bukttinggi.

Selain itu, Marfendi juga membawa pengurus Ikatan Keluarga Luhak Agam (IKLA) Batam, yang sudah mempunyai Rumah Gadang di daerah Marina City, dengan ukuran tanah 5.000 meter persegi.

"Insya Allah, akan diresmikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi dalam waktu dekat. Hanya saja, belum ada akses jalan menuju ke sana. Kedatangan Marfendi beserta pengurus IKLA Batam, juga mengajukan pembangunan jalan ke Rumah Gadang sebelum kedatangan gubernur Sumbar," ungkapnya.

"Insya Allah, IKLA Batam akan mengundang gubernur Sumbar, Walikota Bukittinggi dan Bupati Agam untuk meresmikan Rumah Gadang ini. Sebelum itu, kita memohon dulu pada Pemerintahan Kota Batam untuk membuatkan jalan ke lokasi rumah Gadang tersebut, yang sebenarnya sudah ada dalam perencanaan Kota Batam," ungkapnya.

"Kunjungan ini sekaligus kita mengundang wali kota dan wakil wali Kota Batam untuk juga ikut hadir dalam acara tersebut," ungkap Marfendi.

Amsakar menyambut antusias peresmian Rumah Gadang itu. Dia mengatakan, Insyaa Allah segera ditindaklanjuti menyiapkan jalan tersebut. Minimal, pengerasan saja agar saat peresmian nanti akses itu sudah terbuka. "Insya Allah siap menghadiri acaranya," ungkap dia.

Sementara, untuk kerjasama di bidang pemasaran hasil pertanian, Amsakar menginginkan, segera saja semua praktisi ekonomi yang berasal dari Sumbar menerobos pasar Batam. Batam sangat tergantung dengan pangan yang berasal dari daerah lain, khususnya Beras yang berasal dari Sumbar. Belum ada yang bisa menggantikannya.

"Untuk memasarkan hasil pertanian dari Sumbar dan yang lainnya, segera saja diterobos oleh pelaku ekonomi yang saat ini sangat banyak berasal dari sumbar. Tidak perlu pakai MoU-MoU segala karena itu hanya bentuk adiministrasi," terangnya.

"Kita sudah banyak MoU seperti itu, tapi tidak ada tindak lanjut. Jadi saya setuju action dulu dan nanti kita akan fasilitasi," kata Amsakar. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar