AJI Padang Pertanyakan Kriteria Anugerah Khusus KPID Sumbar, Afriendi: Terimakasih Masukannya

Al Imran | Rabu, 22-12-2021 | 21:58 WIB | 88 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>AJI Padang Pertanyakan Kriteria Anugerah Khusus KPID Sumbar, Afriendi: Terimakasih Masukannya<p>

Ketua AJI Padang, Aidil Ichlas.

PADANG (22/12/2021) - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang mempertanyakan kriteria yang digunakan KPID Sumbar, menilai empat kategori khusus yang diberikan kesejumlah tokoh pada Anugerah KPID Sumbar 2021 yang diserahkan 21 Desember 2021.

Empat kategori tersebut adalah tokoh inspiratif penyiaran, tokoh peduli penyiaran, kepala daerah peduli penyiaran dan tokoh nasional penyiaran digital.

"Sejauh mana kontribusi yang diberikan para tokoh tersebut pada dunia penyiaran, sehingga layak diberi penghargaan," ungkap Ketua AJI Padang, Aidil Ichlas dalam pernyataan tertulis yang diterima, Rabu.


AJI Padang berharap, ungkap Aidil, Anugerah KPID Award jadi ajang refleksi bagi dunia penyiaran Sumatera Barat, termasuk menjaga eksistensi penyiaran berjaringan, guna memperkaya khazanah dunia penyiaran Sumbar.

"Untuk itu, kejelasan kriteria untuk penerima penghargaan, akan menghindarkan KPID sebagai lembaga independen, dari konflik kepentingan. Kejelasan kriteria penghargaan juga akan menghindarkan diri dari kesan 'opok' atau menyenangkan hati pemerintah dan lembaga legislatif yang mempunyai kewenangan anggaran," ungkap dia.

Disebutkan Aidil, semestinya KPID memasukkan penghormatan terhadap kebebasan pers ke dalam kriteria dalam memberikan penghargaan. Karena, pers termasuk bagian dari penyiaran. Sebagai contoh, pada Agustus 2021, misalnya. Terjadi upaya penghalang-halangan jurnalis untuk menjalankan tugas jurnalistiknya oleh ajudan gubernur, yang jelas terkait dengan gubernur Sumbar sebagai salah satu penerima penghargaan ini.

Selain itu, dalam pantauan AJI Padang, tidak semua TV swasta nasional yang benar-benar menerapkan sistem siaran jaringan (SSJ). Hal ini seharusnya jadi perhatian khusus, agar potensi di daerah termasuk sumber daya manusia di bidang penyiaran lebih teroptimalkan.

"Tidak optimalnya penerapan SSJ, dibuktikan dengan minimnya TV Swasta Nasional yang seharusnya punya jaringan di Sumbar, ikut serta dalam ajang KPID Award. Bahkan, program acara yang diproduksi TV Nasional, juga menyabet gelar di ajang ini. Kami menilai, seharusnya program acara yang murni di produksi oleh SDM lokal lah yang mendapat penghargaan," tukas Aidil.

Walaupun begitu, AJI Padang mengapresiasi berbagai kategori penghargaan yang diberikan pada insan dan lembaga penyiaran yang telah berkarya mewarnai dunia penyiaran di Sumbar. Penghargaan terhadap program atau tayangan berbasis siaran itu, menurut Aidil, bisa menggeliatkan dunia penyiaran di Sumbar, baik secara kualitas dan kuantitas.

Terimakasih Masukannya

Terpisah, Ketua KPID Sumbar, Afriendi Sikumbang menyatakan, terima kasihnya pada AJI Padang maupun masyarakat yang telah memberi kritikan dan masukan terkait pelaksanaan Anugerah KPID Sumbar 2021 yang dihelat di auditorium gubernuran Sumbar.

"Kritikan ini sangat membangun, sehingga kedepan KPID lebih memperhatikan banyak hal terkait apresiasi terhadap penyelenggaraan penyiaran," ungkap Afriendi.

Terkait apresiasi terhadap tokoh dan pejabat publik yang diberikan KPID, terangnya, merupakan keputusan lembaga. Tentunya, itu berdasarkan penilaian bahwa semua tokoh tersebut punya andil dan kepedulian terhadap kemajuan dunia penyiaran, sesuai dengan peran maupun kontribusi mereka di institusi masing-masing.

"Kami menilai, tidak ada potensi konflik kepentingan dalam pemberian penghargaan ini," terangnya.

Menurut Afriendi, KPI sebagai wujud peran serta masyarakat berfungsi mewadahi kepentingan masyarakat akan penyiaran. Oleh karena itu, KPID dalam menjalankan tugas dan kewenangannya perlu melakukan koordinasi dan/atau kerjasama dengan Pemerintah, lembaga penyiaran dan masyarakat.

"KPI butuh dukungan serta penguatan kelembagaan dari semua pihak terutama pemerintah," terangnya.

Terkait penilaian program siaran, KPI tetap memperhatikan kewajiban pemenuhan program lokal pada televisi berjaringan penayangan program lokal. "Kami tidak menilai program televisi yang bukan merupakan program lokal. Bahan siaran yang diminta itu adalah program lokal, jadi itu yang dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari para tokoh yang kompeten dibidangnya," terangnya.

Penerima anugerah KPID Sumbar 2021 untuk Kategori Khusus terdiri dari Tokoh Inspiratif Penyiaran yang diberikan pada Gubernur Sumbar, Mahyeldi, Audy Joinaldy (Wakil Gubernur Sumbar), Hj Nevi Zuairina (Anggota DPR RI), Leonardy Harmaini (Ketua Badan Kehormatan DPD RI), Supardi (Ketua DPRD Sumbar) dan Irsyad Syafar (Wakil Ketua DPRD Sumbar).

Kemudian, Tokoh Peduli Penyiaran diserahkan pada Rektor Universitas Negeri Padang, Prof Ganefri, Evi Yandri Rajo Budiman (Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbar), Firdaus (Anggota Komisi I DPRD Sumbar) dan Delliyarti (Kepala Bakeuda Sumbar)

Selanjutnya, ada anugerah untuk kategori Kepala Daerah Peduli Penyiaran yang diberikan pada Benny Utama (Bupati Pasaman).

Juga ada kategori Tokoh Nasional Penyiaran Digital yang diserahkan pada Jhoni G Plate (Menteri Kominfo RI), Mutia Viada Hafid (Komisi I DPR RI) dan Yuliandre Darwis (Komisioner KPI Pusat).

Juri pada Anugerah KPID Sumbar 2021 disamping tujuh orang komisioner KPID Sumbar, ada perwakilan juri dari eksternal yakni Dr Sumartono (unsur akademisi), Jasman (unsur pemerintahan daerah, Kadis Kominfotik Sumbar), Prof Awis Karni (Perwakilan MUI Sumbar), H Heranof Firdaus (Unsur Media) dan Riska Eka Putri (Keterwakilan Perempuan). (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar