Agam dan BPJS Kesehatan Jalin Kesepakatan, Bupati: Untuk Lindungi Keluarga Kurang Mampu

Al Imran | Selasa, 28-12-2021 | 14:50 WIB | 1169 klik | Kab. Agam
<p>Agam dan BPJS Kesehatan Jalin Kesepakatan, Bupati: Untuk Lindungi Keluarga Kurang Mampu<p>

Bupati Agam, Andri Warman bersama pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Henny Nursanti usai jalin kesepakatan kerjasama di Mess Pemkab Agam di kawasan Belakang Balok, Senin. (humas)

BUKITTINGGI (27/12/2021) - Pemkab Agam jalin kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bukittinggi, dalam menjamin perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan Bupati Agam, Andri Warman dengan pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Henny Nursanti di Mess Pemkab Agam di kawasan Belakang Balok, Senin.

"Ini upaya membantu masyarakat dengan memberikan perlindungan kesehatan mendasar terutama dari keluarga kurang mampu. BPJS ini sangat membantu masyarakat, untuk mendapatkan jaminan kesehatan," ujar Andri Warman.


Dikatakan, Pemkab terus berupaya agar masyarakat Agam dapat jaminan kesehatan secara menyeluruh, sebab biaya berobat jadi salah satu kendala bagi mereka yang harus diatasi.

"Terlebih keluarga kurang mampu, ketika ingin berobat tidak ada biaya dan ini adalah masalah yang terus menerus terjadi di tengah masyarakat. Kita berupaya atasi ini," tukasnya.

Sementara, Henny Nursanti mengatakan, kini baru 84 persen warga Agam yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS.

"Dalam program Universal Health Coverage (UHC), jadi bagi warga yang belum terjamin, tiba-tiba sakit dan mengurus BPJS sekarang, bisa aktif hari itu juga. Namun, warga yang sudah terdaftar minimal 95 persen," terangnya.

Untuk mencapai 95 persen ini, katanya, banyak sektor yang dapat didorong Pemkab Agam seperti perusahaan-perusahaan, untuk mendaftarkan warga sekitar perusahaan jadi peserta JKN melalui CSR-nya.

"Tentu ini dapat mengurangi beban anggaran pemerintah daerah nantinya, yang bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan pembangunan," sebutnya.

Bahkan, diharapkannya juga, Kantor Kementerian Agama untuk mendaftarkan penyuluh sebagai peserta JKN. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Agam