Digagas IASMA Landbouw Bukittinggi

Kembangkan Kawasan Bukapalipatar, Riza Falepi Siap Carikan Investor Tol Payakumbuh-Bukittinggi-Koto

Al Imran | Rabu, 29-12-2021 | 19:25 WIB | 60 klik | Kota Payakumbuh
<p>Kembangkan Kawasan Bukapalipatar, Riza Falepi Siap Carikan Investor Tol Payakumbuh-Bukittinggi-Koto<p>

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi.

PAYAKUMBUH (27/12/2021) - Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi meminta Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi memperjuangkan ruas tol Payakumbuh-Bukittinggi-Koto Baru ke Presiden Joko Widodo. Dibangunnya jalan tol yang melewati tiga daerah ini, akan membuat konsep kawasan wisata strategis Bukapalipatar bisa berkembang cepat.

Bukapalipatar adalah kerjasama kawasan yang digagas oleh Alumni SMAN 1 Bukittinggi (IASMA Landbouw-red), yang diambil dari singkatan nama daerah Bukittinggi, Agam, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Padang Panjang dan Tanah Datar.

"Sebelum jalan tol menyambung keseluruhan, perlu dikerjakan segmen yang lebih mudah dan tidak berbiaya tinggi lebih dulu. Dengan latar pemikiran seperti itu, ruas tol Payakumbuh-Bukittinggi-Koto Baru (Tanah Datar) layak diperjuangkan," ungkap Riza pada media, Senin.


Dikatakan, ruas Tol Pekanbaru-Padang, baru selesai pengerjaannya dari Pekanbaru hingga Bangkinang. Dari Padang, pengerjaannya baru segmen Padang-Sicincin dikerjakan. Sementara, dari Sicincin ke Bangkinang melalui Bukittinggi dan Limapuluh Kota atau yang di luar itu, belum ada perkembangan sama sekali.

Menurut Riza, biaya pembangunan ruas tol di sekitar Lembah Anai dan Kelok Sembilan, bisa 3-4 kali ruas tol biasa. "Biarlah itu nanti saja, setelah tol yang sekarang sudah untung (ruas Payakumbuh-Bukittinggi-Kotobaru-red) dan itu yang paling terakhir diekseskusi dalam pembuatan jalur tol yang direncanakan," ungkap Riza Falepi.

Kenapa Riza sangat bersikukuh untuk ini sementara ruas tol itu tidak melewati Kota Payakumbuh yang dipimpinnya?

Menurut Riza, selama ini, beberapa ruas jalan di Sumbar kondisinya kalau tidak macet, ya jelek. "Apabila ada jalur tol Payakumbuh-Bukittinggi-Koto Baru, kalau ini selesai, maka persoalan wisata juga selesai," urai dia.

Kemudian, jelas Riza, dengan adanya Tol Payakumbuh-Koto Baru ada akses ke Bukittinggi dan akses dari Baso ke Batusangkar. Ini juga mengatasi persoalan jalan yang kecil seperti antara Payakumbuh-Batusangkar, Bukittinggi-Batusangkar, maupun Padang Panjang-Batusangkar.

"Persoalan jalan untuk sementara bisa diselesaikan dulu. Kita berharap gubernur bisa memperjuangkan kepada presiden agar menjadikan jalan ini sebagai program pertama dari Bukapalipatar. Sementara, program budaya dan segala macam sudah banyak pihak yang bisa mengerjakan," kata Riza.

Jadi, sebut Riza, dia meminta ini jadi program utama dulu sebelum program lain. Kalau hotel, bisa swasta membuatnya. "Pusat tempat wisata di Sumbar bisa dikembangkan, tapi syaratnya ini (akses jalan) dulu harus mendukung," terangnya.

"Mohon kiranya perhatian Presiden Jokowi dan perhatian Gubernur Mahyeldi agar memprioritaskan jalan Batusangkar, Payakumbuh, dan Bukittinggi sehingga 3 daerah ini menjadi pusat pertumbuhan wisata baru," tambah Riza.

"Karena, tiga daerah ini satu kesatuan wisata yang tak bisa dipisahkan. Payakumbuh kaya secara kuliner tapi hotelnya kurang, maka dicover oleh Bukittinggi. Tempat wisata yang ada di Bukittinggi bisa dilebarkan service-nya ke Payakumbuh dan Batusangkar," terang Riza.

Ditambahkan Riza, dengan adanya akses jalan yang baik, akan membuat waktu pelancong jadi efektif. Karena, hanya cukup satu hari, orang sudah bisa berjalan-jalan dengan paket wisata yang jadi lebih murah. Hal ini juga berimbas pada kontinuitasnya intens.

"Tadinya orang ke Sumbar sekali setahun, jika ada ruas tol, maka bisa sekali sebulan. Sasaran kita yang pertama adalah orang Ninang di rantau seperti Jabodetabek, Riau dan Batam. Mereka yang berpeluang sering pulang dan berwisata. Kita harapkan bisa 7 kali setahun, tak sekali setahun lagi," ungkap Riza.

Riza juga menyebut dia bisa mencarikan investor kalau perlu. "Selama ini kan investornya PT HKI secara penugasan, tapi saya bisa juga mencarikan peluang," tukasnya.

Di akhir wawancaranya, Riza berharap ruas jalan tol Pangkalan sampai Sicincin jangan ditunda semua, kalau bakal menjadi batal berkepanjangan orang nanti malas ke Sumbar.

"Masyarakat Riau adalah wisatawan lokal yang menjanjikan. Payakumbuh merasakan manfaat orang berwisata kuliner ke kota randang."

"Kalau bisa buat jalan tol segmen tambahan sebagai cara mempercepat pertumbuhan pariwisata Sumbar, maka dengan sendirinya gubernur tak capek mencari pertumbuhan ekonomi baru, saya yakin dengan adanya jalan ini sudah bisa menggerakkan ekonomi kita," tegas Riza.

Saling Menguntungkan

Sementara itu, Ketua Umum IASMA Landbouw, Indrajaya Putra Januar menyampaikan, meski Bukapalipatar tak digagas untuk konteks tol saja, tapi lebih kepada pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur yang ada di daerah terkait di dalamnya.

"Masyarakat Sumbar sangat berkeinginan adanya percepatan pembangunan infrastruktur," ujarnya.

Kerjasama kawasan ini, sambung Indrajaya, fokusnya adalah untuk pembangunan infrastruktur yang terintegrasi seperti jalan, jembatan, pembuangan sampah, saluran air minum, drainase dan pembangunan sarana dan prasarana lainnya.

"Yang penting adalah adanya kerjasama antar kota kabupaten dengan cara win-win solution," ungkap Indrajaya via telepon seluler.

"Potensi anggaran yang dibutuhkan sangat besar yang harus dihitung bersama dalam masterplan-nya dan semuanya itu akan menggunakan APBN, karena kita semua sadari bahwa APBD Sumatera Barat relatif kecil," jelasnya.

Indrajaya menambahkan, target yang ingin dicapai tentunya agar terjadi sinergi seluruh potensi wisata yang ada di Bukapalipatar dengan konsep saling menguntungkan bagi semua daerah.

"Prinsip Keuntungan Kawasan juga merupakan kepentingan regional dan nasional. Diharapkan Bukapalipatar bisa menjadi destinasi pariwisata prioritas di Indonesia," ungkapnya.

Program kerjasama kawasan ini memiliki segudang target pembangunan mulai dari pembangunan ekonomi, infrastruktur dan pariwisata serta sektor unggulan lainnya.

"Konsep ini diusulkan sejak 2014 lalu ke Kementerian PUPR, tetapi denyutnya baru terlihat pada awal tahun 2021 ini. Untuk melihat seperti apa program rintisan IASMA Landbouw Bukittinggi berjalan seperti sekarang," tukasnya.

Terkait kehadiran tol, Indrajaya tak menampik, kalau secara pendekatan kepada pembangunan, juga akan membantu akses jalan penghubung antar kota/kabupaten, artinya bisa mengurangi kemacetan seperti biasa terjadi di kawasan jalan lintas di Sumbar.

"Tol memang sudah dikonsep pemerintah dari Padang-Pekanbaru, bila pun melalui jalan di Bukapalipatar, secara fungsinya sangat bagus. Meski sampai kini membangun tol sulit di daerah kita," kata Indrajaya.

Dijelaskannya juga, dalam konsep Bukapalipatar ini daerah seyogyanya punya bandara sehingga orang bisa mengakses kota/kabupaten tanpa harus ke bandara di Kota Padang.

"Kalau ini bisa dioptimalkan, ada sinergi pariwisata dengan dukungan infrastruktur yang layak, sehingga terintegrasi. Meski yang kita usulkan diawal bukan tol, tapi pembangunan terintegrasi, mengurai macet seperti di Koto Baru, tetapi kebutuhan daerah di Bukapalipatar bisa terpenuhi dengan konsep pengawasan terpadu," ungkapnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar