KPID Sumbar Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa

Afriendi: Lembaga Penyiaran Cenderung Dipengaruhi Kepentingan Bisnis, Politik dan Ideologi

Al Imran | Jumat, 31-12-2021 | 21:56 WIB | 828 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Afriendi: Lembaga Penyiaran Cenderung Dipengaruhi Kepentingan Bisnis, Politik dan Ideologi<p>

Ketua KPID Sumbar, Afriendi Sikumbang foto bersama dengan berbagai elemen mahasiswa yang mendeklarasikan terbentuknya JMPP Sumbar di Padang, Jumat.

PADANG (31/12/2021) - Di penghujung tahun 2021, Komisi Penyiaran Indoensia Daerah (KPID) Sumatera Barat, menggelar Gerakan literasi sejuta pemirsa dengan tema "Literasi Menuju Pemuda Cerdas dan Bijak Bermedia."

Kegiatan yang menghadirkan sekitar 50 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di kota Padang itu digelar di sebuah hotel di Padang, Jumat.

Ketua KPID Sumatera Barat, Afriendi Sikumbang pada pembukaan mengatakan, kehadiran KPI sebagai lembaga independen merupakan representase publik dalam mengawasi penyiaran di Indonesia.


Pengawasan isi siaran oleh KPI, kata Afriendi, bertujuan agar menjamin masyarakat mendapatkan haknya memperoleh tontonan yang sehat dan berkualitas, serta suguhan informasi yang benar, adil dan berimbang.

Dia menambahkan, kecenderungan siaran pada lembaga penyiaran, banyak dipengaruhi oleh kepentingan bisnis, politik dan ideologi. Oleh karena itu, masyarakat apalagi mahasiswa harus terus terlibat dan berpartisipasi mengawal penyiaran sehat dan berkualitas.

Terkait konten siaran, Afriendi menjelaskan, KPID Sumbar selama ini telah fokusmelakukan pemantauan langsung siaran televisi dan radio, terutama terhadap konten lokal yang tayang di 16 stasiun televisi berjaringan di Sumatera Barat.

"Selama ini, KPID masih menemukan banyak potensi pelanggaran di lembaga penyiaran di Sumatera Barat. Sampai akhir tahun 2021 KPID telah memberikan sanksi teguran tertulis hingga puluhan kali," ungkapnya.

Oleh karena itu, kedepan perlu banyak keterlibatan masyarakat agar masyarakat ikut berpartisipasi baik mengawasi maupun penguatan literasi dikalangan pemuda dan mahasiswa.

Di samping Ketua KPID Sumbar, hadir juga sebagai narasumber Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Sumbar, Jasman dan Ketua Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat, Nofal Wiska.

Dalam pemaparannya, Jasman menyebutkan, penting bagi generasi muda untuk bijak dalam bermedia dan tidak menelan informasi bulat-bulat, terlebih lagi saat ini mayoritas masyarakat tidak hanya melihat informasi dari media elektronik saja tapi sudah ada media sosial yang lebih cepat menyebarkan informasi.

Menurut Jasman, faktanya media sosial saat ini telah jadi pakaian masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa hari ini betul-betulmampu memfilter informasi. Jangan berujung buih dan menimbulkan masalah dikemudian hari.

"Saring sebelum sharing," ungkap juru bicara Covid-19 Sumbar tersebut.

Sementara, Nofal Wiska menilai, saat ini lembaga penyiaran televisi dan radio mulai ditinggalkan masyarakat. Ini terlihat masyarakat sudah berlaih ke media sosial, padahal tingkat literasi masyarakat masih rendah. DIa menambahkan berdasarkan indeks survei dari Google Search Top Queries in 2020, untuk pencarian pertama adalah Translate.

Menurutnya, hal ini sangat berbahaya, sebab kata Nofal, ini membuktikan bahwa masyarakat kita tidak punya kemauan belajar berbahasa asing dan akhirnya ketergantungan akan Translasi atau Google Translate.

Deklarasi JMPP

Usai acara, peserta sosialisasi yang terdiri dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi, menginisiasi pembentukan Jaringan Milenial Pengawal Penyiaran Sumatera Barat (JMPP SUMBAR) usai pelaksanaan kegiatan literasi media dengan tema "Literasi Menuju Pemuda Cerdas dan Bijak Bermedia."

Sebanyak 50 orang aktifis mahasiswa yang terdiri dari utusan BEM atau utusan kampus / perguruan tinggi swasta negeri dan swasta di Kota Padang itu, menyepakati pembentukan JMPP Sumbar.

"Alhamdulillah, kami atas nama mahasiswa se-kota Padang bersepakat mendeklarasikan berdirinya JMPP Sumbar. Insyaallah dari pencerahan yang disampaikan para narasumber tadi kami merasa terpanggil berbuat untuk penyiaran Sumbar," kata Muhammaf Hafiz, Ketua JMPP Sumbar Terpilih.

Menurut Hafiz, kedepan setidaknya mahasiswa bisa melakukan literasi bagi kalangan milenial agar mereka mengetahui dampak negatif media.

"Kami sadar, ternyata tidak semua isi siaran itu bermanfaat positif bagi masyarakat terutama kalangan pemuda dan milenial," ungkap mahasiswa semester akhir Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas itu.

Terpilih sebagai Sekretaris Putra Dayu Pratama, mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Tamansiswa dan Imam Sabrani Yurizal sebagai Bendahara, mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang.

Calon pengurus lainnya akan diisi oleh kawan-lainnya yang berasal dari Universitas NU Sumbar, STMIK Indoensia, Universitas Eka Sakti, STAI Yastis, STIH akan dituntaskan dalam waktu dekat. (rls)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar