Baznas Bukittinggi Pasang Target Rp3 Miliar untuk Pengumpulan Zakat di 2022

Al Imran | Minggu, 02-01-2022 | 20:27 WIB | 647 klik | Kota Bukittinggi
<p>Baznas Bukittinggi Pasang Target Rp3 Miliar untuk Pengumpulan Zakat di 2022<p>

Ketua Baznas Bukittinggi, Masdiwar. (hamriadi)

BUKITTINGGI (2/1/2022) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bukittinggi menargetkan penerimaan zakat sebesar Rp3 miliar lebih di tahun 2022 ini.

"Pada 2021 target penerimaan zakat senilai Rp3 miliar, dengan realisasi melebihi target," ungkap Ketua Baznas Bukittinggi, Masdiwar di Bukittinggi, Ahad sore.

Ia menyampaikan, dana terkumpul di Baznas tersebut digunakan untuk lima program. Yakni Bukittinggi Makmur, Bukittinggi Sehat, Bukittinggi Cerdas, Bukittinggi Peduli dan Bukittinggi Takwa.


Dijelaskan, program Bukittinggi Makmur membidangi ekonomi seperti memberikan bantuan modal usaha bagi usaha kecil.

Sedangkan pada program Bukittinggi Sehat, bantuan diberikan bagi warga menderita sakit dan terkendala dana dibantu biaya pengobatan.

Sementara dalam program Bukittinggi Cerdas, papar dia, berupa pemberian bantuan pendidikan.

Di program Bukittinggi Peduli seperti pemberian bantuan bagi masyarakat yang mendapatkan musibah, misalnya kebakaran rumah.

Untuk program Bukittinggi Takwa, bantuan dana Baznas disalurkan untuk pembinaan da'i dan bantuan bagi ustadz.

"Dana yang terkumpul di Baznas, paling banyak bersumber dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN)," terangnya.

"Teknis penyaluran dana Baznas sesuai standar operasional prosedur (SOP), salah satunya ber KTP kota Bukittinggi," paparnya.

Ia menyampaikan, pada masa pandemi Covid19, penyaluran dana Baznas lebih banyak di bidang Bukittinggi Makmur.

"Program Baznas sebanyak lima item itu, sejalan dengan program Bukittinggi Hebat sesuai visi misi kepala daerah," paparnya.

Ia menyampaikan, Baznas merupakan organisasi pemerintah non struktural yang dibentuk pemerintah daerah.

"SK anggota Baznas, langsung dari wali kota. Setiap tahun, penyaluran dana dari Baznas habis sesuai peruntukannya," ucap dia.

Ia mengatakan, prosedur penyaluran dana Baznas yang habis setiap tahun itu, selalu disisakan 10 persen dari total dana yang terkumpul secara keseluruhan.

"Sisa 10 persen dari misalnya dana Rp3 miliar tersebut, merupakan antisipasi dalam program di awal tahun," paparnya. (ham)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah