Talempong Aguang Balai Belo Tampil di TMII Jakarta Ahad Lusa

Al Imran | Kamis, 06-01-2022 | 21:35 WIB | 610 klik | Kab. Agam
<p>Talempong Aguang Balai Belo Tampil di TMII Jakarta Ahad Lusa<p>

Bupati, Agam, Andri Warman bersama Pembina grup kesenian tradisional Talempong Aguang Balai Belo, Metrizon saat dilepas di Mess Pemkab Agam Belakang Balok, Kamis. (humas)

AGAM (6/1/2022) - Grup kesenian tradisional Talempong Aguang Balai Belo, mendapat undangan khusus dari Badan Penghubung Provinsi Sumatera Barat, untuk ikuti pagelaran di Anjungan Sumatera Barat TMII Jakarta, Ahad (9/1/2021) lusa.

Keberangkatan grup kesenian yang berjumlah sekitar 14 orang ini, dilepas Bupati Agam, Andri Warman, di Mess Pemkab Agam Belakang Balok, Kamis. Bahkan, rombongan dari Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya ini, difasilitasi langsung dengan satu unit bus AWR Grup.

Andri Warman mengaku bangga, karena kesenian dari Agam bisa tampil di luar Sumatera Barat. Ia berharap ini jadi ikon dan akan menambah nilai jual pariwisata Kabupaten Agam.


"Dengan pagelaran, kesenian tradisional Minangkabau khususnya Agam, semakin dikenal di seluruh nusantara maupun mancanegara," ujarnya.

Pembina grup kesenian tradisional Talempong Aguang Balai Belo, Metrizon mengatakan, selain diundang, pihaknya juga berkeinginan untuk tampil di luar Sumbar, dalam memperkenalkan kesenian tradisional ini lebih luas lagi.

"Sebetulnya, ini kegiatan tertunda yang awalnya bakal dilaksanakan Desember 2021. Karena, PPKM baru bisa dilaksanakan awal bulan ini selama satu hari," sebutnya.

Dikatakan Metrizon, melalui pagelaran ini pihaknya dapat mempromosikan kesenian tradisional Talempong Aguang yang berasal dari tapian Danau Maninjau itu. Karena, menurutnya, kesenian ini kini mulai kurang diminati terutama dikalangan generasi muda.

"Dengan dipromosikan, ke depan kita harap timbul minat generasi untuk melestarikan kesenian tradisional talempong aguang ini," sebutnya.

Ia menjelaskan, dulu Talempong Aguang ini dinamakan Talempong Uwaik-Uwaik, dengan pemainnya generasi tua dari kaum ibu. Dalam meningkatkan minat generasi, katanya, kesenian ini kini dinamakan Talempong Aguang, sehingga pemainnya ada dari kaum perempuan dan juga laki-laki.

Kesenian ini, katanya, sudah dikembangkan, jika dulu hanya ada talempong dan aguang, kini dikembangkan dengan berbagai peralatan seperti pupuik batang padi, botol, batok kelapa, nyiru dan lainnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kab. Agam