PTM 100 Persen di Padang Dimulai 10 Januari 2022, Masuk Kelas Berselang Hari

Al Imran | Jumat, 07-01-2022 | 15:41 WIB | 62 klik | Kota Padang
<p>PTM 100 Persen di Padang Dimulai 10 Januari 2022, Masuk Kelas Berselang Hari<p>

Wali Kota Padang, Hendri Septa memimpin rapat Pembahasan PTM dengan Kepala Disdikbud, Habibul Fuadi serta Kepala OPD terkait lainnya, di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis. (humas)

PADANG (6/1/2022) - Kota Padang berlakukan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh atau 100 persen bagi peserta didik tingkat SD dan SMP sederajat begitu juga untuk tingkat PAUD dan TK.

Keputusan pembukaan PTM tersebut disampaikan melalui Surat Edaran (SE) Disdikbud Kota Padang No: 421.1/Dikbud/Dikdas.01/2022 tentang Pelaksanaan PTM 100 persen Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 di Masa Pandemi Covid19.

"Untuk pelaksanaan PTM 100 persen ini, secara resmi dimulai, Senin, 10 Januari 2022," ungkap Wali Kota Padang, Hendri Septa usai Rapat Pembahasan PTM dengan Kepala Disdikbud, Habibul Fuadi serta Kepala OPD terkait lainnya, di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis.


Dikatakan, penerapan kebijakan ini dilakukan, karena kasus Covid19 di Kota Padang semakin melandai. Begitu juga dengan capaian vaksinasi di Kota Padang sekarang sudah di angka 79 persen. "Hal tersebut telah memberikan gambaran kepada kita bahwa pandemi ini sudah terkendali dengan baik," tukasnya.

Hendri menyebutkan, keputusan PTM 100 persen ini juga merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 (empat) Menteri tanggal 21 Desember 2021 lalu tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

"Sebelumnya, anak-anak kita belajar 3 jam di sekolah dan 3 jam di rumah secara daring. Mulai 10 Januari nanti pembelajaran akan dilakukan full 6 jam tatap muka di sekolah dan besoknya mereka bisa mengerjakan tugas-tugas sekolah di rumah," ungkap Hendri.

"Esoknya lagi kembali belajar tatap muka di sekolah, begitu seterusnya," tambah Hendri didampingi Pj Sekda, Arfian.

Ia mengatakan, sebelum dimulainya pelaksanaan belajar-mengajar di sekolah Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022 ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seluruh pihak satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Disdikbud Kota Padang.

Adapun di dalam SE terkait, Hendri menjelaskan beberapa poin ketentuan umum persiapan sebelum pembelajaran tatap muka penuh dimulai.

Di antaranya, berkaitan persiapan satuan pendidikan/sekolah harus jelas dan komit untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid19 secara ketat.

Selanjutnya, Disdikbud Padang wajib memonitoring dan mengevaluasi Satuan Pendidikan yang akan melakukan Proses Belajar Mengajar (PBM) Tatap Muka Semester Genap (II) Tahun Pelajaran 2021/2022.

"Kepada Korwil Pendidikan Kecamatan, Pengawas SD/SMP, Penilik TK/PAUD, Kepala SMP Negeri/Swasta, Kepala SD Negeri/Swasta, Kepala TK/PAUD, SPNF, LKP dan SKB Kota Padang agar ikut memantau dan membuat laporan tertulis hasil pemantauan tersebut secara periodik ke Kepala Disdikbud Padang," katanya.

Tak hanya itu, pihak terkait uga harus memastikan kembali ketersediaan dan berfungsinya sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai prokes Covid19.

Antara lain, menyediakan tempat cuci tangan/wastafel di setiap lokal, alat pengecek suhu tubuh nirsentuh (thermogun atau thermoscanner) minimal 2 buah per sekolah dan masker untuk setiap guru/pegawai ditambah cadangan.

Selanjutnya, menyediakan desinfektan dan alat penyemprotan, sabun cair untuk cuci tangan, handsanitizer, sarung tangan karet serta toilet yang bersih dengan air dan sabun yang cukup.

"Satuan pendidikan yang akan melakukan PBM Tatap Muka, harus menyediakan ruang kelas yang meja dan kursinya diatur dengan jarak 1,5 meter," terangnya.

"Lalu, membuat spanduk dan pamflet imbauan untuk menjaga kesehatan dan pengamanan Prokes serta mengirim surat izin dan pernyataan kesanggupan dari orang tua peserta didik untuk pelaksanaan PTM," imbuh dia.

"Kepada pihak sekolah, diminta mengatur waktu kepulangan siswa dan penjemputan orang tua agar tidak terjadi keramaian sekaligus menyosialisasikan kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan PTM 100 persen," tukas Hendri.

Pada saat yang sama, Kepala Disdikbud Padang, Habibul Fuadi menjelaskan, untuk PTM 100 persen bagi murid SD/SMP se-Kota Padang akan menerapkan kurikulum sesuai kondisi di tengah pandemi Covid19.

"Ini momentum yang luar biasa, karena peserta didik kita di Kota Padang tak lagi belajar secara daring. Semoga ini kebangkitan untuk pendidikan kita menuju normal kembali, karena sama-sama kita ketahui belajar secara daring cenderung tidak maksimal selama ini," tuturnya. (vry)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar