Bupati Agam Hadiri Peletakan Batu Pertama Surau Baru Jorong Aro Kandikia

Al Imran | Minggu, 09-01-2022 | 17:35 WIB | 636 klik | Kab. Agam
<p>Bupati Agam Hadiri Peletakan Batu Pertama Surau Baru Jorong Aro Kandikia<p>

Bupati Agam, Andri Warman melakukan peletakan batu pertama pembangunan Surau Baru, di Jorong Aro Kandikia, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Sabtu. (humas)

AGAM (8/1/2022) - Bupati Agam, Andri Warman menilai, setelah peletakan batu pertama pembangunan Surau Baru, di Jorong Aro Kandikia, Nagari Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang ini, dalam jangka waktu tidak lama, sudah selesai dan bisa segera dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah.

"Kita yakin, surau ini bisa cepat selesai, melihat semangat masyarakat yang begitu tinggi dalam pembangunan ini," ungkap Andri Warman saat peletakan batu pertama pembangunan surau, Sabtu.

Peletakan batu pertama ini juga dilakukan perwakilan Gubernur Sumbar, Mardison dan anggota DPRD Sumbar, Ismet Aziz.


Andri Warman melihat, bangunan surau yang lama, sudah tidak layak karena banyak kerusakan- kerusakan terdapat di bangunan itu.

"Kita melihat beberapa kerusakan di bangunan surau lama, sehingga sudah seharusnya untuk diperbaharui," sebutnya.

Jika ini sudah selesai, katanya, selain untuk sarana ibadah, surau baru juga dapat dijadikan sebagai pusat keagamaan dan pendidikan, dalam membentuk karakter generasi.

Sementara, Mardison menyebutkan, dalam membangun rumah ibadah bisa berdayakan potensi lokal, mulai dari orang yang sukses dulunya pernah mengaji di surau ini.

Kemudian, sistem badoncek, juga bisa dimaksimalkan. "Belum lagi gubernur dan bupati berasal dari nagari ini, sehingga jadi peluang bagi masyarakat untuk dapat dukungan. Termasuk pada anggota DPRD baik Agam maupun Sumbar," ungkapnya.

"Maka kita, minta panitia untuk merancang kontruksi bangunan dengan baik, jangan nanti setelah selesai ada pembongkaran-pembongkaran," pintanya.

Sementara itu, Ketua Pembangunan Surau Baru, M Tuangku Diaro menjelaskan, pembangunan surau baru ini dilakukan di lokasi surau yang lama, karena bangunannya sudah banyak rusak.

"Kerusakan terjadi retaknya dinding bangunan, atap bocor, dinding miring sehingga pintu susah dibuka dan lainnya," terangnya.

Dengan begitu, masyarakat bersama seluruh pihak sepakat untuk bangun surau baru, agar rumah ibadah ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

"Kita berharap dukungan untuk kesuksesan pembangunan surau ini, sesuai rancangan konstruksi bangunan akan menelan biaya sekitar Rp530 juta," katanya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar