Warga Binaan Rutan Rupajang jadi Pilot Project Vaksinasi Booster

Al Imran | Rabu, 12-01-2022 | 19:15 WIB | 607 klik | Kota Padang Panjang
<p>Warga Binaan Rutan Rupajang jadi Pilot Project Vaksinasi Booster<p>

Wawako Padang Panjang, Asrul bersama Kepala Kemenkumham Sumatera Barat, R Andhika Dwi Prasetya, Rudi Kristiawan (Kepala Rupajang), AKBP Novianto Taryono (Kapolres Padang Panjang), saat peluncuran vaksinasi booster yang dilakukan secara serentak oleh pemerintah pusat, Rabu. (kominfo)

PADANG PANJANG (12/1/2022) - Sedikitnya, 80 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang (Rupajang) mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster). Juga mendapatkan suntikan booster, 28 petugas Rutan dan 20 orang keluarga pegawai.

"Vaksinasi booster ini diberikan pada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua," sebut Wawako Padang Panjang, Asrul saat peluncuran vaksinasi booster yang dilakukan secara serentak oleh pemerintah pusat, Rabu.

Dikatakan, vaksinasi booster di Rutan Rupajang ini, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Dia mengapresiasi Rupajang yang telah turut berupaya menjadikan Padang Panjang sebagai salah satu kota yang menggelar peluncuran vaksinasi booster ini.


Di Sumatera Barat, selain Padang Panjang juga digelar di Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Kota Sawahlunto.

Prioritas vaksinasi penguat ini, tambahnya, diberikan pada Lansia dan kelompok rentan. Selain itu, vaksinasi ini diberikan kepada yang telah berusia 18 tahun ke atas dan sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap atau dua kali suntik minimal enam bulan lalu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Barat, R Andhika Dwi Prasetya yang juga ikut dalam kegiatan ini menyampaikan, kegiatan vaksinasi ini merupakan buah dari sinergisitas jajarannya dengan Pemerintah Kota dan Polres Padang Panjang.

Rutan dipercaya Pemko sebagai tempat pelaksanaan vaksin booster bagi masyarakat khususnya di lingkungan rutan.

"Adapun sasaran vaksinasi di rutan ini selain petugas dan WBP, juga keluarga WBP dan masyarakat umum. Hari ini disiapkan 100 lebih dosis. Hal yang patut kami apresiasi, rutan dipercaya sebagai tempat pelaksanaan peluncuran vaksinasi dosis tiga ini di Kota Padang Panjang," ucapnya.

Dikatakan, WBP yang sulit menerapkan sosial distancing merupakan kelompok rentan terhadap penyebaran virus Covid-19. "Kita, sesuai dengan concern Menkumham dan Sekjen, akan terus berkoordinasi dengan pemda untuk membantu percepatan vaksinasi di Sumateta Barat," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Padang Panjang, AKBP Novianto Taryono menyampaikan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan pihak terkait lain dalam menyukseskan pencapaian vaksinasi ini.

"Kita akan lakukan bertahap vaksinasi dosis booster ini. Kita akan penuhi dulu capaian vaksinasi Lansia yang saat ini berada di angka 56,3 persen. Kami mengapresiasi Rupajang yang telah berinisiasi sebagai pilot project pelaksanaan vaksinasi booster ini," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Rupajang, Rudi Kristiawan menyampaikan, dalam peluncuran vaksinasi booster yang telah ditetapkan presiden ini, pihaknya harus ikut aktif dalam rangka pencegahan penyebaran virus Covid-19 dan meningkatkan kekebalan bagi seluruh petugas dan WBP.

"Vaksinasi booster ini merupakan yang pertama se-Sumatera Barat bagi WBP dan petugas yang setiap hari berinteraksi dengan WBP," ungkapnya. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kota Padang Panjang