Randai dan Musik Tradisional akan Diinisiasi

Warga Binaan LP Muara Padang Diajarkan Menulis Cerita oleh Tim Pengabdi FIB Unand

Al Imran | Selasa, 18-01-2022 | 19:18 WIB | 701 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Warga Binaan LP Muara Padang Diajarkan Menulis Cerita oleh Tim Pengabdi FIB Unand<p>

Sebanyak 40 Napi Lapas Muaro Padang, menulis cerita tentang kisah nyata seorang napi di Inggris yang istrinya, setia menunggu kepulangannya setelah dihukum seumur hidup, Selasa. Hasil tulisan ini akan dijadikan buku berjudul Kumpulan Cerita dari Muara.

PADANG (18/1/2022) - Tim Pengabdian FIB Unand yang diketuai Bahren didampingi Rona Almos (sekretaris Jurusan Sastra Minangkabau) mengadakan pelatihan penulisan cerita bagi warga binaan Lapas Kelas 2 Muara Padang.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjsama yang telah dilakukan Jurusan Sastra Minangkabau dan Lapas kelas 2 Muara Padang, yang telah ditanda tangani pada Juli 2021 lalu.

"Ini adalah kali ketiga kegiatan pengabdian yang dilakukan, fokus kegiatan kali ini adalah mengajak para warga binaan untuk menuliskan cerita pengalaman mereka selama berada di dalam binaan Lapas Muara Padang," ungkap Bahrein.


Serangkaian kegiatan dalam rangka perjanjian kerjasama itu telah dimulai dengan mengadakan kegiatan awal berupa pengayaan pengetahuan adat Minangkabau bagi warga binaan dengan mendatangkan narasumber, Mak Katik. Kemudian, dilanjutkan dengan pelatihan penulisan kreatif dengan narasumber Bahren dan Rona.

Peserta yang turut hadir dalam kegiatan ini, sebagian besar adalah warga binaan yang terjerat pasal narkoba. Sejumlah 40 orang ikut dalam kegiatan ini. Kegiatan pelatihan ini dimulai dengan memberikan stimulan berupa kisah nyata seorang napi di Inggris yang istrinya, setia menunggu kepulangannya setelah dihukum seumur hidup.

Bahkan, kisah ini berhasil difilemkan dan mendapat apresiasi yang baik. Kemudian para peserta diminta untuk menuliskan tentang kisah mereka sendiri, mengapa mereka (peserta) sampai menjadi salah satu warga binaan di Lapas ini.

"Sebanyak 40 cerita berhasil dihimpun dari kegiatan yang diadakan ini, berbagai kisah pun tertuang dalam lembaran-lembaran kerta yang diberikan pada para peserta," ungkap Bahrein.

Nantinya, tulisan-tulisan yang dihasilkan tersebut akan dibaca ulang oleh tim pengabdian dari Unand untuk diselekasi dan dijadikan sebuah buku dengan judul Kumpulan Cerita dari Muara. Harapannya, dengan adanya buku tersebut, dapat menjadi sumbangan warga binaan terhadap Lapas Muara Padang.

Sementara, Rona Almos menyampaikan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pengabdian rutin yang diadakan oleh jurusan terhadap warga binaan. Kedepan, rencananya jurusan juga mengupayakan pembentukan kelompok randai dan musik tradisional bagi warga binaan.

"Dengan adanya kelompok randai dan musik tradisi yang diinisiasi Lapas untuk warga binaan, bisa memberikan dampak terhadap keberlangsungan seni tradisi yang ada," tukas Rona. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar