Manfaatkan Teknologi Informasi untuk Penanggulangan Peredaran Narkotika

Al Imran | Jumat, 11-02-2022 | 15:43 WIB | 409 klik | Provinsi Sumatera Barat
<p>Manfaatkan Teknologi Informasi untuk Penanggulangan Peredaran Narkotika<p>

Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama Irsyad Safar (Wakil Ketua DPRD) foto bersama dengan Kepala BNN Komjen Pol Petrus Reinhard Golose

PADANG (10/2/2022) - Gubernur Sumbar, Mahyeldi menilai, narkotika dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Mahyeldi berpesan pada jajaran Pemprov Sumbar, untuk bersama memberantas dan menangani kasus narkotika tersebut.

"Generasi muda kita sekarang, banyak yang terlibat narkotika baik sebagai pemakai ataupun sebagai pengedar. Tentunya, ini harus kita tangani, karena menyangkut amanat dari presiden untuk mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045 mendatang," ungkap Mahyeldi pada acara ramah tamah kunjungan kerja Kepala BNN RI, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose beserta rombongan di auditorium gubernuran, Kamis.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Sumatera Barat, Mahyeldi menilai, penanggulangan melalui pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi, bisa memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.


"Narkotika juga digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan sebuah bangsa. Kejahatan narkotika ini tidak hanya bermotif bisnis ilegal, namun sudah merambah ke dalam motif membiayai kejahatan terorisme," urai Mahyeldi.

Sementara, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose mengatakan, dari hasil operasi pemeriksaan pada tahun 2021, gabungan antara BNN, Polri, telah ditemukannya lebih dari 11 ton metamfetamin.

"Sedangkan yang disita BNN sendiri sebesar 3,3 ton. Hal ini yang membuat kami ingin mencanangkan sosialisasi terkait narkotika hingga ke desa-desa, termasuk di Sumbar," tuturnya.

Terakhir, ia menyampaikan, untuk merangkul orang-orang yang terkena narkotika, dengan merehabilitasi mereka sehingga mereka bisa berkarya seperti yang lainnya. Di samping itu, Petrus mengucapkan terima kasih kepada pemprov Sumbar atas hospitality untuk mendukung kegiatan ini bersama demi memerangi melawan narkotika.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumar, Irsyad Syafar, Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Khasril Arifin, Forkopimda, perwakilan Niniak Mamak, beberapa rektor, bupati dan wali kota se-Sumbar.

Tak Boleh Lengah

Pada Kamis pagi, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose beserta rombongan, disambut Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy di terminal kedatangan VIP Bandara Internasional Minangkabau.

Kedatangan Komjen Petrus, dalam rangka peninjauan kantor wilayah BNN di Sumatera Barat. Di samping itu, ia juga akan memberikan kuliah umum sekaligus peluncuran Gerakan Kampus Bersih Narkoba (Bersinar) di UNP, sebagai bagian dari langkah pencegahan maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa.

"Amat disayangkan, di situasi pandemi ini masih banyak masyarakat Indonesia yang masih mengonsumsi narkoba. Padahal, uang yang mereka gunakan, bisa dipakai untuk makan dan kehidupan mereka sendiri," ucapnya dalam diskusi singkat bersama Wagub di ruang tunggu kedatangan VIP BIM.

Pada kesempatan itu juga, Komjen Pol. Petrus memberikan apresiasi pada BNNP Sumbar yang telah bekerja dengan baik melakukan penangkapan beberapa kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Pesisir Selatan dan Tanah Datar beberapa minggu yang lalu.

Sementara, Wagub Sumbar, Audy Joinaldy menegaskan, meski disibukkan situasi pandemi Covid19, kita juga tidak boleh lengah dengan kasus-kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

"Situasi pandemi seperti sekarang ini sudah berdampak keras untuk ekonomi, jangan sampai diperburuk lagi dengan kasus peredaran narkoba. Selain memulihkan dari Covid19 ini, kita juga tidak boleh luput dalam menjaga lingkungan kita dari narkoba," ucap Audy.

Selanjutnya, selain berkunjung ke Kanwil BNNP Sumbar dan memberikan kuliah umum, Kepala BNN beserta rombongan juga akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kota Bukittinggi dan Kabupaten Tanah Datar. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar