Wagub Sumbar Minta BPBD dan Polres Pasaman Telusuri Pemicu Banjir di Panti

Al Imran | Selasa, 15-02-2022 | 22:27 WIB | 445 klik | Kab. Pasaman
<p>Wagub Sumbar Minta BPBD dan Polres Pasaman Telusuri Pemicu Banjir di Panti<p>

Wagub Sumbar, Audy Joinaldy menyerahkan bantuan bagi korban banjir di Jorong Lundar, Panti Timur, Pasaman, Selasa. (humas)

PASAMAN (15/2/2022) - Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy mengantarkan langsung bantuan dari pemerintah bagi korban banjir bandang di Jorong Lundar, Nagari Panti Timur, Selasa. Banjir ini disebabkan luapan Sungai Lundar, Ahad (13/2/2022).

Pasca musibah banjir, ungkap Audy, pemerintah sudah bertindak cepat menurunkan personil BPBD untuk penanggulangan bencana. Demikian juga dengan bantuan pangan untuk mendukung posko bantuan dan dapur umum bagi masyarakat terdampak.

"Sebagai langkah preventif bencana banjir di Panti Timur ke depan, tim BPBD bekerjama dengan Polres Pasaman, akan segera bergerak untuk menelusuri penyebab terjadinya banjir bandang," ungkap Audy di lokasi banjir.


Menurut Audy, situasi sekarang sudah terkendali. Jembatan yang putus sudah diperbaiki, posko bantuan dan dapur umum menyediakan bantuan, makanan, obat-obatan, tempat tidur, untuk kebutuhan warga juga telah bersiaga di lokasi.

"Sesuai permintaan warga, BPBD dan Polres Pasaman juga akan bergerak menelusuri penyebab banjir mulai besok," ujar Audy.

Di samping itu, menanggapi kekhawatiran warga mengenai distribusi bantuan sementara, Audy mengatakan, posko terpadu sudah didirikan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir tidak memperoleh bantuan secara merata, karena posko yang dikomandoi camat setempat sedang melakukan pendataan korban, termasuk rumah, sawah dan usaha yang terpaksa terhenti akibat banjir.

"Semua sudah didata di posko, masyarakat tinggal menunggu saja, tidak perlu khawatir," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS juga menyampaikan, total kerugian diperkirakan Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Karena, dampak banjir itu terdiri dari rumah, sawah, jembatan dan UMKM milik warga.

"Sebagian besar warga yang mengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Untuk kerugian sendiri, saat ini dalam proses pendataan, nanti akan kita berikan bantuan sesuai dampak kerusakan," jelasnya.

Diketahui, banjir bandang di Jorong Lundar, Panti Timur, Pasaman menyebabkan 14 rumah rusak berat, 30 rumah rusak sedang dan 76 rumah rusak ringan serta tiga unit jembatan putus dan 30 hektar sawah terendam banjir. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar

Berita Kabar Daerah