Pengusulan Inyiak Canduang jadi Pahlawan Masuki Tahap Sidang Berkas oleh TP2GD Sumbar

Al Imran | Kamis, 10-03-2022 | 17:18 WIB | 104 klik | Kab. Agam
<p>Pengusulan Inyiak Canduang jadi Pahlawan Masuki Tahap Sidang Berkas oleh TP2GD Sumbar<p>

Kepala Dinas Sosial Agam, Rahmi Artati bersama Yayasan MTI Canduang dan Prof Sofyarma Marsidin (ketua Tarbiyah-Perti Sumbar), perwakilan dari Dinas Sosial Agam dan Tim TP2GD Agam usai sidang berkas oleh Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumatera Barat, Kamis. (humas)

AGAM (10/3/2022) - Kepala Dinas Sosial Agam, Rahmi Artati menyebut, berkas pengusulan Inyiak Canduang sebagai pahlawan nasional memasuki tahap sidang berkas oleh Tim Peneliti, Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumatera Barat, Kamis.

Persidangan berkas digelar di Dinas Sosial Sumatera Barat. TP2GD menghadirkan sejumlah ahli dalam sidang berkas itu di antaranya Prof Gusti Asnan, Dr Siti Fatimah, Dr Sudarman, Hasril Chaniago dan Dr Wannofri.

Dari pengusul, hadir perwakilan Yayasan MTI Canduang dan Prof Sofyarma Marsidin (ketua Tarbiyah-Perti Sumbar), perwakilan dari Dinas Sosial Agam dan Tim TP2GD Agam.


"Pada persidangan itu, Prof Gusti Asnan memberikan usulan penyempurnaan berkas, terutama butir-butir yang dinilai. Prof Gusti Asnan juga menyorot alur jejak sejarah Inyiak Canduang. Prof Gusti Asnan juga mengusulkan agar karya-karya beliau yang dalam bahasa Arab, ditranslet ke dalam Bahasa Indonesia," ungkap Rahmi.

Sementara, Dr Siti Fatimah memberi masukan seperti melampirkan surat-surat keputusan dan penghargaan terhadap tokoh yang diusul. "Hal senada juga disampailan Dr Wannofri," sebut Rahmi Artati.

Disampaikan, saat ini pihaknya bersama yayasan tengah mengusahakan berbagai perlengkapan berkas usulan. Usaha tersebut antara lain penggunaan nama mulai dari naskah tertulis tentang Syekh Sulaiman Ar-Rasuli.

"Ada juga penguatan dengan nama sekolah, jalan, pustaka, masjid dan Museum Syekh Sulaiman Ar-Rasuli," katanya.

Terpisah, pengajuan Syekh Sulaiman Ar-Rasuli atau Inyiak Canduang sebagai pahlawan nasional mendapat respon positif dari Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, KH Ma'ruf Amin.

Menurut Wapres Ma'ruf Amin, Syekh Sulaiman merupakan tokoh yang memiliki jejak sejarah dan perjuangan yang intens dan gigih untuk kemerdekaan.

Dikatakan, Inyiak Canduang memiliki peran pada gerakan Sumpah Pemuda, kemerdekaan, pasca kemerdekaan hingga era orde lama dan orde baru.

"Tokoh penting dalam dunia pendidikan Islam di Minangkabau ini, perlu diangkat ke tingkat nasional. Nama beliau terdengar sampai ke Jakarta sejak zaman Belanda," ujarnya saat pembukaan Rapat Kerja Nasional Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) di Jakarta, Sabtu (19/6/2021) lalu.

Diketahui, Syekh Sulaiman Ar-Rasuli lahir pada 10 Desember 1871 dan wafat pada 1 Agustus 1970. Beliau adalah seorang ulama Minangkabau yang mendirikan Persatuan Tarbiyah Islamiyah.

Syekh Sulaiman Ar-Rasuli dikenal sebagai tokoh yang menyebarluaskan gagasan keterpaduan adat Minangkabau dan syariat lewat ungkapan adaik basandi syarak, syarak basandi kitabullah. (kyo)

Install aplikasi Valora News app di Google Play

Komentar